Maksimalkan Pemanfaatan Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos

Sampah masih menjadi permasalahan utama di banyak daerah, terutama karena volume yang terus meningkat setiap harinya. Permasalahan sampah tidak hanya terbatas pada limbah anorganik seperti plastik yang perlu dikelola dengan, akan tetapi juga sampah organik yang sering kali diabaikan. Untuk mengatasi hal ini, sebagai bagian dari Bank Sampah Brug Lodji sekaligus komunitas peduli lingkungan hidup yakni Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM) Gereja Santo Petrus Pekalongan sudah memulai sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh sejak 8 bulan silam, termasuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi lingkungan.
Lina, perwakilan KTM Bank Sampah Brug Lodji, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah organik sebenarnya dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan bisa diterapkan di rumah.
Ia menjelaskan langkah untuk membuat pupuk kompos, dimulai dengan memasukkan daun kering dan daun hijau ke dalam compost bag atau karung pupuk kompos. Agar lebih cepat terurai, daun bisa dicincang terlebih dahulu. Setelah itu, tambahkan sampah organik seperti sisa makanan, lalu tutup kembali dengan daun kering dan siram menggunakan enzim untuk mempercepat penguraian.
"Langkah ini terus diulang setiap kali ada tambahan sampah organik, hingga compost bag penuh. Setelah sekitar satu bulan, pupuk kompos siap dipanen melalui bagian bawah compost bag dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti menyuburkan tanaman di pekarangan rumah, atau bahkan bisa kita jual agar bisa dapat bernilai ekonomi," terangnya.
Dengan proses yang cukup mudah tersebut, ia berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang tidak hanya fokus pada daur ulang sampah anorganik, tetapi juga pemanfaatan sampah organik. Sehingga jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat berkurang secara signifikan, sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.
(Dinkominfo Kota Pekalongan)
Lina, perwakilan KTM Bank Sampah Brug Lodji, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah organik sebenarnya dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan bisa diterapkan di rumah.
Ia menjelaskan langkah untuk membuat pupuk kompos, dimulai dengan memasukkan daun kering dan daun hijau ke dalam compost bag atau karung pupuk kompos. Agar lebih cepat terurai, daun bisa dicincang terlebih dahulu. Setelah itu, tambahkan sampah organik seperti sisa makanan, lalu tutup kembali dengan daun kering dan siram menggunakan enzim untuk mempercepat penguraian.
"Langkah ini terus diulang setiap kali ada tambahan sampah organik, hingga compost bag penuh. Setelah sekitar satu bulan, pupuk kompos siap dipanen melalui bagian bawah compost bag dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti menyuburkan tanaman di pekarangan rumah, atau bahkan bisa kita jual agar bisa dapat bernilai ekonomi," terangnya.
Dengan proses yang cukup mudah tersebut, ia berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang tidak hanya fokus pada daur ulang sampah anorganik, tetapi juga pemanfaatan sampah organik. Sehingga jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat berkurang secara signifikan, sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.
(Dinkominfo Kota Pekalongan)