Kurangi Volume Sampah di TPA, DLH Dorong Masyarakat Maksimalkan Bank Sampah dan TPS-3R

Sebagai upaya mengurangi volume sampah di Tempah Pembuangan Akhir (TPA), Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat terus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan pengolahan sampah. Sejumlah program digalakkan DLH dalam mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengurangi sampah, salah satunya dengan memaksimalkan keberadaan Bank Sampah dan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS-3R) yang dinilai cukup efektif sebagai solusi mengatasi krisis sampah. Demikian disampaikan Kepala DLH Kota Pekalongan, Dra. Purwanti, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/1/2020).

Purwanti menyampaikan bahwa hingga tahun 2019, tercatat 104 ton dihasilkan setiap harinya oleh masyarakat khususnya sampah yang berasal dari rumah tangga. Lebih lanjut, diungkapkan Purwanti, bank sampah dan TPS-3R dioptimalkan untuk mereduksi sampah di tingkat hulu. Menurut Purwanti, melalui program ini terbukti efektif mampu mengurangi beban atau volume sampah yang terkirim di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga masyarakat juga tergugah kesadarannya dalam mengelola sampah.

"Jika kesadaran akan kebersihan dan pengelolaan sampah sudah baik, tentu nantinya volume sampah akan bisa berkurang. Untuk Bank Sampah Induk Kota Pekalongan sendiri letaknya di Kelurahan Kuripan Kertoharjo, sedangkan total bank sampah yang telah terbentuk saat ini dibawah naungannya hingga tingkat RW sebanyak 54 unit, namun yang berjalan hanya 50 persen, ditambah dari komunitas atau organisasi masyarakat yang peduli lingkungan, kelurahan dan sekolah,” tutur Purwanti.

Purwanti menambahkan gerakan pilah sampah dari rumah bisa mulai digencarkan untuk membangun kesadaran masyarakat memilah sampah rumah tangga di antaranya sampah organik dan yang bisa didaur ulang dimana sampah yang sudah dipilah oleh masyarakat, akan dikumpulkan ke bank-bank sampah. Di sana, sampah bernilai ekonomi seperti botol plastik, kardus dan lain-lain bisa dijual. 

“Sedangkan untuk keberadaan TPS-3R di Kota Pekalongan telah digagas sebanyak 21 tempat yang didalamnya juga terdapat proses pemilahan sampah. Jika program TPS 3R yang terdapat di pemukiman warga bukan hanya sekedar tempat pembuangan sementara tetapi juga mengubah sampah menjadi kompos. Selama edukasi pemilahan sampah ini belum berhasil dilakukan masyarakat, beban TPA akan semakin berat. Pengoptimalan keberadaan Bank Sampah dan TPS-3R ini harus terus disuarakan, bagaimana pemilahan sampah ini bisa berjalan baik di masyarakat. Jika kesadaran akan kebersihan dan pengelolaan sampah sudah baik, tentu nantinya volume sampah akan bisa berkurang, meski tidak seutuhnya karena tetap akan ada sisa (residu) yang masuk ke TPA, paling tidak beban sampah di TPA ini akan ringan,” tutup Purwanti.