Jelang Nataru, Pemkot bersama Stakeholder Perkuat Sinergi Pengamanan Trantibum Linmas

Kota Pekalongan - Dalam rangka memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Satpol-P3KP setempat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Ketentraman dan Ketertiban Umum - Perlindungan Masyarakat (Tramtibum-Linmas) bersama instansi terkait, berlangsung di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Kamis (12/12/2024). Fokus utama rakor kali ini adalah mempersiapkan langkah strategis untuk mencegah gangguan ketertiban umum, meningkatkan pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, dan jalur transportasi selama libur Nataru.

Wakil Walikota Pekalongan, H Salahudin menyampaikan bahwa momentum Nataru kerap diiringi dengan peningkatan aktivitas masyarakat, baik dalam beribadah, bepergian, maupun berbelanja. Oleh karena itu, sinergi antarinstansi sangat diperlukan. Sehingga, rakor kali ini untuk memastikan pelaksanaan Nataru berjalan lancar tanpa adanya gangguan. Koordinasi ini menjadi langkah awal untuk menyusun strategi bersama dalam menjaga ketertiban umum, mengantisipasi kemacetan, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

"Kita harus petakan permasalahan jelang Nataru sejak dini terkait titik-titik kerawanan mana yang perlu menjadi perhatian, termasuk jenis-jenis ancaman gangguan tramtibum-linmasnya terutama pada saat Perayaan Nataru,"ucapnya.

Wawalkot Salahudin menekankan, potensi kerawanan selama libur Nataru harus diantisipasi diantaranya terkait kenakalan remaja, penggunaan minuman keras (miras), balap liar, tawuran, dan sebagainya. Melalui koordinasi dan kolaborasi ini, pihaknya berharap, bisa mengantisipasi dan meminimalisir gangguan trantibum-linmas di tengah masyarakat, seluruh rangkaian perayaan Nataru dapat berlangsung aman dan nyaman bagi semua pihak.

""Kami juga sudah menyampaikan ke Kalakhar BPBD untuk antisipasi kemungkinan potensi banjir dan rob di puncak musim hujan saat ini dengan selalu mengkaji dan update informasi perkiraan cuaca dan musim hujan antara tanggal 23 Desember 2024 sampai dengan awal Januari 2025, termasuk di dalamnya ada potensi tinggi naiknya permukaan air laut (rob) supaya masyarakat tetap aman dan nyaman dalam menyambut Nataru ini,"terangnya.

Wakapolres Pekalongan Kota, Kompol Pujiono menyebutkan, dalam pengamanan Perayaan Nataru kali ini disiagakan 270 personel gabungan baik TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol-P3KP, dan sebagainya yang akan turun langsung selama operasi. Mereka akan ditempatkan di beberapa pos pengamanan (pospam) Nataru seperti Pospam Alun-Alun, THR, dan exit tol. Disamping itu, personel gabungan juga disiagakan untuk melakukan pengamanan di beberapa tempat wisata, dan sejumlah gereja dan tempat ibadah yang ada di Kota Pekalongan.

"Bahkan, mereka juga akan melakukan sterilisasi tempat ibadah dari Gegana Satbrimob Polda Jawa Tengah. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah. Mari saling bantu agar Kota Pekalongan tetap aman dan kondusif di semua kegiatan terutama dalam menyambut Nataru,"ungkap Kompol Pujiono.

Kompol Pujiono menilai, ada beberapa titik kerawanan di sisi lalu  lintas khususnya terkait kepadatan dan kemacetan seperti di sekitar THR Monumen Juang Pekalongan yang berdekatan dengan perlintasan sebidang kereta api. Mengingat, durasi kereta api melintas sekitar 20 menit sekali dan masih ada sebagian kendaraan yang tidak melalui tol. Sehingga, hal ini menjadi salah satu jalur favorit pengendara.

"Namun demikian sudah diantisipasi juga untuk penambalan jalan rusak, dan menyiagakan personel ketika terjadi kemacetan. Untuk kerawanan laka ada di Exit Tol Setono, dan di Jalan Hayam Wuruk. Oleh karena itu, bagi masyarakat selaku pengendara dan pengguna jalan diharapkan selalu hati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas,"tukasnya. (Dian)