IGA 2021, Pemkot Dorong OPD Lahirkan Inovasi Layanan Publik

Kota Pekalongan – Untuk meningkatkan pemahaman OPD tentang pentingnya inovasi peningkatan pelayanan publik dan daya saing daerah, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan menggelar Sosialisasi Pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID) dan Penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2021 bagi seluruh OPD di lingkup Pemkot Pekalongan, Kamis (22/7/2021).

Kegiatan dibuka oleh Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid SE dan diikuti oleh Kepala OPD secara terbatas di Ruang Jetayu Setda serta virtual melalui aplikasi Zoom Meeting. 

Dalam sambutannya, Walikota Aaf menyampaikan, sosialisasi ini merupakan langkah awal melakukan pengukuran dan penilaian Indeks Inovasi Daerah serta Penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2021. Setiap OPD sebagai penyelenggaraan Pemerintah didorong untuk terus meningkatkan kreativitas dan inovasi. 

Selain itu, sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam menyusun langkah strategis dan tepat guna untuk peningkatan indeks inovasi daerah yang berkelanjutan dan penyelenggaraan pelayanan publik.

“Kami berharap, sosialisasi ini bisa membuka wawasan dan melahirkan inovasi-inovasi ke depan,”ungkap Walikota Aaf sapaan akrabnya.

Ditambahkan oleh Sekretaris Daerah, Sri Ruminingsih SE MSi kegiatan tersebut juga sebagai wujud komitmen ke depan untuk memperbaiki inovasi penyelenggaraan Pemerintah sekaligus pelaksanaan pelayanan publik.

Ia menegaskan bahwa inovasi tidak hanya mendasarkan IT tetapi juga inovasi lain yang berkelanjutan dan tepat guna. Misalnya, pengelolaan sampah sangat membuka peluang untuk berinovasi.

“Kami berharap, semua kepala OPD dapat bermitmen untuk melakukan inovasi setiap tahunnya. Ketertinggalan ini kita kejar bersama. Sehingga, targetnya ditahun 2021 paling tidak bisa memperoleh predikat nilai inovatif,”imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Pekalongan, Ir Anita Heru Kusumorini MSc menjelaskan, sosialisasi ini penting dilakukan untuk meningkatkan partisipasi OPD. Mengingat akhir-akhir ini partisipasi dan minat OPD untuk mengikuti seleksi IGA 2021 semakin berkurang.

Kurangnya pemahaman OPD terkait kegiatan yang dilaksanakan oleh OPD termasuk inovasi, menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya partisipasi.

Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kompetisi positif antar OPD dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, sehingga dapat diwujudkan peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan pembangunan, guna terwujudnya kesejahteraan rakyat.

“Semua inovasi daerah nantinya diinput ke dalam sistem dari Mei hingga 13 Agustus 2021, kemudian divalidasi dan dilakukan pengukuran (penilaian) sehingga, muncul Indeks Inovasi Daerah yang akan digunakan untuk peta pembinaan inovasi daerah,”terang Anita.

Lanjutnya, usulan inovasi yang diterima yakni yang dilaksanakan mulai 1 Januari 2019 – 31 Desember 2020. Pihaknya berharap, melalui kegiatan ini usulan inovasi yang masuk bisa bertambah.

“Kami akan lakukan desk untuk mencermati dokumen mana yang perlu dilengkapi ataupun bisa dilanjut/tidak. Saat ini sudah masuk 52 inovasi. Dimana 19 usulan tersebut, sudah sesuai dengan syarat waktu,”pungkasnya.

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)