Cegah Polio, Dinkes Ajak Masyarakat Berikan Imunisasi Lengkap Kepada Anak

Polio memang tidak bisa diobati, namun bisa dicegah dengan imunisasi. Anak usia di bawah 15 tahun, terutama anak-anak di bawah usia 5 tahun cukup beresiko terkena polio. Virus ini rentan dapat menyerang susunan saraf pusat manusia, apabila yang diserang ada saraf motorik (alat gerak), manusia bisa lumpuh layuh tiba-tiba. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan terus mengimbau para orang tua untuk melengkapi imunisasi lengkap kepada anak, salah satunya vaksin polio.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto melalui Sub Koordinator Surveilan, Kurmanto menerangkan bahwa polio merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. “Virus polio penyebarannya lewat tinja, terlebih jika buang air besar sembarangan akan menyebabkan air di sekitar terkontaminasi oleh tinja yang mengandung virus tersebut lalu bisa terjadi penularan polio,” terangnya.
Ia menjelaskan selain dapat dicegah dengan pemberian vaksin, penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih dengan rajin mencuci tangan pakai sabun dengan benar. Selain itu, pihaknya juga mengimbau, masyarakat Kota Pekalongan untuk segera melapor kepada petugas Kesehatan atau puskesmas terdekat, bila menemukan anak usia di bawah 15 tahun dengan gejala lumpuh layu mendadak.
Lebih lanjut, ia juga mengajak orang tua yang belum memberikan imunisasi polio kepada anaknya untuk segera melengkapi status imunisasinya. “Sejauh ini masih banyak orang tua yang beranggapan dan tersugesti cerita orang lain jika anak vaksin akan ada dampaknya, maka dari itu kami berharap masyarakat lebih cerdas bisa cari tahu ke sumber seperti puskesmas atau dinas kesehatan jika masih ragu manfaat vaksin yang akan diberikan oleh anaknya, jangan sampai anak ketinggalan vaksin, untuk membentuk kekebalan tubuh agar tidak mudah terinfeksi virus penyebab penyakit,” pungkasnya.
(DINKOMINFO KOTA PEKALONGAN)
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto melalui Sub Koordinator Surveilan, Kurmanto menerangkan bahwa polio merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. “Virus polio penyebarannya lewat tinja, terlebih jika buang air besar sembarangan akan menyebabkan air di sekitar terkontaminasi oleh tinja yang mengandung virus tersebut lalu bisa terjadi penularan polio,” terangnya.
Ia menjelaskan selain dapat dicegah dengan pemberian vaksin, penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih dengan rajin mencuci tangan pakai sabun dengan benar. Selain itu, pihaknya juga mengimbau, masyarakat Kota Pekalongan untuk segera melapor kepada petugas Kesehatan atau puskesmas terdekat, bila menemukan anak usia di bawah 15 tahun dengan gejala lumpuh layu mendadak.
Lebih lanjut, ia juga mengajak orang tua yang belum memberikan imunisasi polio kepada anaknya untuk segera melengkapi status imunisasinya. “Sejauh ini masih banyak orang tua yang beranggapan dan tersugesti cerita orang lain jika anak vaksin akan ada dampaknya, maka dari itu kami berharap masyarakat lebih cerdas bisa cari tahu ke sumber seperti puskesmas atau dinas kesehatan jika masih ragu manfaat vaksin yang akan diberikan oleh anaknya, jangan sampai anak ketinggalan vaksin, untuk membentuk kekebalan tubuh agar tidak mudah terinfeksi virus penyebab penyakit,” pungkasnya.
(DINKOMINFO KOTA PEKALONGAN)