Bentuk Kepengurusan Baru, IGTKI Pekalongan Optimalkan Peran Mitra Pendidikan

Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTKI) bersama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pekalongan menggelar konferensi kota IX untuk melakukan evaluasi program untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat keberhasilan dari kegiatan yang direncanakan sekaligus melaksanakan pemilihan kepengurusan IGTKI masa bakti 2022-2027, berlangsung di aula kantor PKK setempat, Selasa (20/12/2022).
Ketua IGTKI Kota Pekalongan, Niniek Wahyuni menjelaskan kegiatan konferensi ini merupakan kegiatan rutinan yang dilakukan tiap 5 tahun sekali, menganut arahan dari pusat yakni IGTKI Provinsi Jawa Tengah. Terkait kepengurusan IGTKI baru, pihaknya mencalonkan 5 kandidat dari masing-masing kecamatan dan 8 lainnya dari kepengurusan lama.
Selama masa jabatannya, disampaikan Niniek, IGTKI Kota Pekalongan terus bersinergi dengan Dinas Pendidikan setempat dalam sejumlah kegiatan pendukung kemajuan pendidikan seperti gebyar PAUD, SLCC maupun pelatihan IT bagi tenaga pendidik, “Siapapun yang akan terpilih bisa meneruskan apa yang sudah tercapai dengan baik dari kami terus dilanjutkan kemudian program yang belum bisa terlaksana bisa diwujudkan dan ditingkatkan,” kata Niniek.
Sementara itu, sekretaris Dinas Pendidikan sekaligus ketua PGRI Kota Pekalongan, Mabruri mengatakan bahwa IGTKI dan PGRI menjadi organisasi profesi yang menjadi mitra bagi pemerintah kota Pekalongan dalam pemberian layanan pendidikan bagi masyarakat. Sehingga Dinas Pendidikan punya kepentingan agar kedua organisasi ini mampu mewujudkan guru TK yang profesional, sejahtera dan bermartabat, “Kami akan mengupayakan untuk memfasilitasi berbagai keperluan IGTKI dalam rangka menjalankan tugasnya dengan baik,” tandas Mabruri.
Mengenai pelaksanaan konferensi kota IX ini, Mabruri mendukung penuh dan berharap menghasilkan pengurus berdedikasi dan berkomitmen tinggi dalam memajukan IGTKI, sebab dinas pendidikan tidak dapat dengan optimal berkomunikasi dengan seluruh tenaga pendidik TK di kota Pekalongan, sehingga IGTKI punya peran besar, “Mereka sangat membantu pemerintah mensukseskan kebijakan kementerian, seperti kurikulum merdeka, platform merdeka mengajar kami kerjasama dengan IGTKI untuk mengkoordinir dan mengkomunikasikan dengan guru TK,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PKK Kota Pekalongan sekaligus Bunda PAUD, Inggit Soraya yang turut hadir dalam kesempatan tersebut berharap kepengurusan yang baru benar-benar bisa melahirkan IGTKI yang makin solid untuk mendukung sinergitas dengan pemerintah daerah menciptakan dunia pendidikan yang berkualitas, “Kepengurusan baru ini kita butuh senior dan baru, tentunya tidak bisa meninggalkan pengurus lama dari mereka kita membutuhkan arahan dan bimbingan dan dari kepengurusan baru bisa kita gali bersosialisasi secara, ide biasanya lebih banyak berkreasi, inovatif, kreatif kolaborasi yang sangat baik,” pungkasnya.
Ketua IGTKI Kota Pekalongan, Niniek Wahyuni menjelaskan kegiatan konferensi ini merupakan kegiatan rutinan yang dilakukan tiap 5 tahun sekali, menganut arahan dari pusat yakni IGTKI Provinsi Jawa Tengah. Terkait kepengurusan IGTKI baru, pihaknya mencalonkan 5 kandidat dari masing-masing kecamatan dan 8 lainnya dari kepengurusan lama.
Selama masa jabatannya, disampaikan Niniek, IGTKI Kota Pekalongan terus bersinergi dengan Dinas Pendidikan setempat dalam sejumlah kegiatan pendukung kemajuan pendidikan seperti gebyar PAUD, SLCC maupun pelatihan IT bagi tenaga pendidik, “Siapapun yang akan terpilih bisa meneruskan apa yang sudah tercapai dengan baik dari kami terus dilanjutkan kemudian program yang belum bisa terlaksana bisa diwujudkan dan ditingkatkan,” kata Niniek.
Sementara itu, sekretaris Dinas Pendidikan sekaligus ketua PGRI Kota Pekalongan, Mabruri mengatakan bahwa IGTKI dan PGRI menjadi organisasi profesi yang menjadi mitra bagi pemerintah kota Pekalongan dalam pemberian layanan pendidikan bagi masyarakat. Sehingga Dinas Pendidikan punya kepentingan agar kedua organisasi ini mampu mewujudkan guru TK yang profesional, sejahtera dan bermartabat, “Kami akan mengupayakan untuk memfasilitasi berbagai keperluan IGTKI dalam rangka menjalankan tugasnya dengan baik,” tandas Mabruri.
Mengenai pelaksanaan konferensi kota IX ini, Mabruri mendukung penuh dan berharap menghasilkan pengurus berdedikasi dan berkomitmen tinggi dalam memajukan IGTKI, sebab dinas pendidikan tidak dapat dengan optimal berkomunikasi dengan seluruh tenaga pendidik TK di kota Pekalongan, sehingga IGTKI punya peran besar, “Mereka sangat membantu pemerintah mensukseskan kebijakan kementerian, seperti kurikulum merdeka, platform merdeka mengajar kami kerjasama dengan IGTKI untuk mengkoordinir dan mengkomunikasikan dengan guru TK,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PKK Kota Pekalongan sekaligus Bunda PAUD, Inggit Soraya yang turut hadir dalam kesempatan tersebut berharap kepengurusan yang baru benar-benar bisa melahirkan IGTKI yang makin solid untuk mendukung sinergitas dengan pemerintah daerah menciptakan dunia pendidikan yang berkualitas, “Kepengurusan baru ini kita butuh senior dan baru, tentunya tidak bisa meninggalkan pengurus lama dari mereka kita membutuhkan arahan dan bimbingan dan dari kepengurusan baru bisa kita gali bersosialisasi secara, ide biasanya lebih banyak berkreasi, inovatif, kreatif kolaborasi yang sangat baik,” pungkasnya.