337 Calon Jemaah Haji Siap Berangkat ke Tanah Suci, 20 Persen Lansia Jadi Prioritas

Kota Pekalongan - Ratusan calon jemaah haji asal Kota Pekalongan yang akan berangkat ke tanah Suci pada Tahun 2024 ini dilepas secara langsung oleh Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, didampingi Ketua TP PKK, Hj Inggit Soraya, Wakil Walikota Pekalongan, H Salahudin, Wakil Ketua I TP PKK, Hj Istiqomah, Kasdim 0710/Pekalongan, Mayor Arh Ahmad Thohir, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kasiman Mahmud Desky, Sekda Kota Pekalongan, Nur Priyantomo dan sejumlah Forkopimda lainnya, berlangsung di Halaman Kantor Pemerintah Kota Pekalongan, Selasa pagi (21/5/2024).
Tercatat, pada tahun ini, total jemaah haji asal Kota Pekalongan 337 orang yang terbagi dalam 3 tiga kloter yakni kloter 13, 38 dan 39. Mereka dijadwalkan masuk Asrama Haji Donohudan pada Selasa pagi (21/5) dan Rabu dini hari (22/5) untuk selanjutnya terbang ke Tanah Suci Mekkah. Dari jumlah 337 orang tersebut, dua (2) orang masuk kloter 13 bersama jemaah haji asal Wonosobo dan Banjarnegara. Keduanya sudah terlebih dahulu berangkat ke embarkasi. Sementara, 166 orang calon haji masuk kloter 38 bersama jemaah haji Kabupaten Batang dan 169 orang jemaah lainnya berada di kloter 39 bersama jemaah asal Kabupaten Kendal.
Dokter pada Puskesmas Kusuma Bangsa yang juga ditunjuk sebagai tenaga kesehatan pendamping haji daerah, dr Aditiya Pramudya Wardono mengungkapkan bahwa, calon jemaah haji Kota Pekalongan khususnya kloter 38 yang berangkat hari ini semua dalam kondisi sehat. Dari total 337 orang jemaah, 20 persenan diantaranya merupakan jemaah lanjut usia (lansia) berusia 60 tahun keatas. dr Aditya menjelaskan, pada musim haji tahun 1445 H/ 2024 M, Kementerian Agama mengeluarkan kebijakan Haji Ramah Lansia, sebuah konsep penyelenggaraan haji dengan menghadirkan pelayanan terbaik dan pengabdian kepada tamu tamu Allah di tanah suci. Kemenag lalu menerjemahkan Haji Ramah Lansia ke dalam berbagai aturan, program hingga kegiatan.
"Tahun ini mengusung tema Haji Ramah Lansia , dimana lansia sebagai titik tolak untuk diprioritaskan"ucapnya.
Beragam aksi nyata dilakukan dalam bentuk bimbingan dan pedoman manasik haji ramah lansia, pelayanan kesehatan yang memperlakukan lansia seperti orang tua sendiri, pendampingan aktivitas harian, mulai ibadah, makan minum, mandi dan ganti baju, membersihkan kotoran, menaikkan kursi roda dan mendorongnya, menggendong, hingga membopong naik turun kendaraan. dr. Aditiya menyebutkan, dari total 337 orang calon jemaah haji tersebut, sekitar 20 persenan merupakan jemaah haji lansia. Sebagian dari mereka ada yang dinyatakan sehat dan 10 persen diantaranya lansia beresiko.
"Semoga jemaah haji asal Kota Pekalongan bisa lancar ibadahnya dan diberikan kesehatan dan keselamatan dari sebelum berangkat, pada saat, maupun sepulangnya dari tanah Suci,"ujarnya.
Lanjut dr. Aditiya menjelaskan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para calon jemaah haji, diantaranya terkait asupan nutrisi dan gizi, makanan dan minuman harus tercukupi, istirahat yang cukup, dan seimbangkan antara ibadah dan istirahat, serta selalu jaga kesehatan. Mengingat, cuaca di Arab Saudi cukup terik.
"Cuaca disana pertengahan tahun diperkirakan agak panas. Jangan sampai kelelahan. Makan, minum dan istirahat yang cukup. InshaAllah semuanya bisa dilancarkan ibadah hajinya,"pungkasnya. (Dian/Seiv).
Tercatat, pada tahun ini, total jemaah haji asal Kota Pekalongan 337 orang yang terbagi dalam 3 tiga kloter yakni kloter 13, 38 dan 39. Mereka dijadwalkan masuk Asrama Haji Donohudan pada Selasa pagi (21/5) dan Rabu dini hari (22/5) untuk selanjutnya terbang ke Tanah Suci Mekkah. Dari jumlah 337 orang tersebut, dua (2) orang masuk kloter 13 bersama jemaah haji asal Wonosobo dan Banjarnegara. Keduanya sudah terlebih dahulu berangkat ke embarkasi. Sementara, 166 orang calon haji masuk kloter 38 bersama jemaah haji Kabupaten Batang dan 169 orang jemaah lainnya berada di kloter 39 bersama jemaah asal Kabupaten Kendal.
Dokter pada Puskesmas Kusuma Bangsa yang juga ditunjuk sebagai tenaga kesehatan pendamping haji daerah, dr Aditiya Pramudya Wardono mengungkapkan bahwa, calon jemaah haji Kota Pekalongan khususnya kloter 38 yang berangkat hari ini semua dalam kondisi sehat. Dari total 337 orang jemaah, 20 persenan diantaranya merupakan jemaah lanjut usia (lansia) berusia 60 tahun keatas. dr Aditya menjelaskan, pada musim haji tahun 1445 H/ 2024 M, Kementerian Agama mengeluarkan kebijakan Haji Ramah Lansia, sebuah konsep penyelenggaraan haji dengan menghadirkan pelayanan terbaik dan pengabdian kepada tamu tamu Allah di tanah suci. Kemenag lalu menerjemahkan Haji Ramah Lansia ke dalam berbagai aturan, program hingga kegiatan.
"Tahun ini mengusung tema Haji Ramah Lansia , dimana lansia sebagai titik tolak untuk diprioritaskan"ucapnya.
Beragam aksi nyata dilakukan dalam bentuk bimbingan dan pedoman manasik haji ramah lansia, pelayanan kesehatan yang memperlakukan lansia seperti orang tua sendiri, pendampingan aktivitas harian, mulai ibadah, makan minum, mandi dan ganti baju, membersihkan kotoran, menaikkan kursi roda dan mendorongnya, menggendong, hingga membopong naik turun kendaraan. dr. Aditiya menyebutkan, dari total 337 orang calon jemaah haji tersebut, sekitar 20 persenan merupakan jemaah haji lansia. Sebagian dari mereka ada yang dinyatakan sehat dan 10 persen diantaranya lansia beresiko.
"Semoga jemaah haji asal Kota Pekalongan bisa lancar ibadahnya dan diberikan kesehatan dan keselamatan dari sebelum berangkat, pada saat, maupun sepulangnya dari tanah Suci,"ujarnya.
Lanjut dr. Aditiya menjelaskan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para calon jemaah haji, diantaranya terkait asupan nutrisi dan gizi, makanan dan minuman harus tercukupi, istirahat yang cukup, dan seimbangkan antara ibadah dan istirahat, serta selalu jaga kesehatan. Mengingat, cuaca di Arab Saudi cukup terik.
"Cuaca disana pertengahan tahun diperkirakan agak panas. Jangan sampai kelelahan. Makan, minum dan istirahat yang cukup. InshaAllah semuanya bisa dilancarkan ibadah hajinya,"pungkasnya. (Dian/Seiv).