​Progres 90 Persen, Kompleks Pemkot dan DPRD Pekalongan Segera Rampung

Progres 90 Persen, Kompleks Pemkot dan DPRD Pekalongan Segera Rampung

Kota Pekalongan – Pembangunan kembali kompleks gedung Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Pekalongan terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal September 2026, progres pembangunan fisik telah mencapai sekitar 90 persen dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir.

Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid mengatakan, pekerjaan pembangunan saat ini tinggal menyelesaikan sejumlah bagian finishing. Ia berharap, konstruksi dapat rampung pada Oktober 2026 sehingga masih tersedia waktu untuk menyiapkan interior, mebelair, dan berbagai fasilitas pendukung sebelum gedung difungsikan.

“Alhamdulillah progresnya mungkin sudah 90 persen. Tinggal finishing-finishing saja. Targetnya Oktober sudah jadi,” kata Aaf, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, apabila target penyelesaian tersebut terealisasi, kompleks pemerintahan baru diharapkan dapat digunakan secara maksimal pada pertengahan 2027. Meski demikian, penyelesaian konstruksi menjadi tahap awal karena pemerintah daerah masih perlu mempersiapkan interior, mebelair, perangkat elektronik, serta kebutuhan pendukung lainnya.

Wali Kota Aaf menjelaskan, pembangunan fisik gedung beserta fasilitas pendingin udara (AC) ditangani pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara kebutuhan interior dan meubelair menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Dari pusat itu hanya menanggung gedung dan AC. Meubelair semuanya dari kita, interior dari kita,” ujarnya.

Pemkot Pekalongan kini juga mulai mempersiapkan kebutuhan anggaran untuk melengkapi gedung tersebut. Perhitungan akan dilakukan setelah perkembangan pembangunan fisik semakin pasti sehingga kebutuhan tahap lanjutan dapat disusun secara lebih matang.

Pembangunan kembali kompleks Kantor Wali Kota, Sekretariat Daerah, dan Gedung DPRD Kota Pekalongan secara resmi dimulai melalui groundbreaking pada 1 April 2026. Pembangunan tersebut ditangani pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Perkembangan proyek menunjukkan percepatan yang cukup signifikan. Pada awal Agustus 2026, progres pembangunan sebelumnya berada di kisaran 60 persen. Kini, hanya dalam waktu sekitar satu bulan, progres telah mencapai sekitar 90 persen.

"Kompleks pemerintahan tersebut diharapkan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga menjadi pusat pemerintahan yang representatif, nyaman, dan mampu mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat,"terangnya.

Sementara itu, bagi DPRD Kota Pekalongan, rampungnya pembangunan kompleks tersebut menjadi kabar positif karena akan memberikan ruang kerja yang lebih representatif bagi aktivitas pemerintahan dan kelembagaan legislatif.

Anggota DPRD Kota Pekalongan dari Fraksi PPP, Mabrur, mengatakan para anggota dewan tentu berharap dapat kembali menempati gedung yang memiliki fasilitas lebih memadai dibandingkan tempat sementara yang digunakan saat ini.

“Kalau semua, bukan PPP, bukan saya saja, saya kira semua tetap lebih nyaman di sini. Tempatnya lebih representatif daripada yang sekarang,” kata Mabrur.

Ia menilai ketersediaan ruang untuk persidangan, menerima tamu, maupun menunjang kegiatan kedewanan akan menjadi lebih baik apabila kompleks pemerintahan tersebut telah selesai dan seluruh fasilitas pendukungnya tersedia.

“Ruangan-ruangan untuk sidang, untuk menerima tamu dan sebagainya memang sangat-sangat minim,” ujarnya.

Mabrur berharap penyelesaian pembangunan dapat berjalan sesuai target sehingga DPRD nantinya dapat kembali menjalankan aktivitas kelembagaan di gedung yang lebih layak, nyaman, dan representatif.

"Dengan progres yang telah mencapai 90 persen, Pemkot Pekalongan kini semakin dekat menuju penyelesaian pembangunan. Setelah konstruksi rampung, tahapan berikutnya akan difokuskan pada pemenuhan interior, mebelair, perangkat elektronik, dan fasilitas pendukung agar gedung benar-benar siap difungsikan secara optimal,"tukasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)