Panen Melon Kirana Jadi Peluang Produktif Pertanian Perkotaan

Panen Melon Kirana Jadi Peluang Produktif Pertanian Perkotaan
Kota Pekalongan – Budidaya melon menjadi salah satu upaya mengembangkan pertanian perkotaan yang produktif sekaligus memiliki nilai ekonomi. Hal ini terlihat dari keberhasilan panen melon varietas Kirana yang dibudidayakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan di Greenhouse Dinamika Dinperpa setempat, Rabu (7/10/2026).
Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinperpa Kota Pekalongan, Ani Kusumaningrum, menyampaikan bahwa, tingkat keberhasilan budidaya melon Kirana tersebut mencapai sekitar 90 persen. Dari populasi sebanyak 78 tanaman, sekitar 70-an buah berhasil dipanen dengan total produksi mencapai kurang lebih 56 kilogram. Rata-rata bobot buah yang dihasilkan sekitar 0,8 kilogram per buah.
“Melon yang ditanam merupakan varietas Kirana yang memiliki umur panen relatif singkat, yakni mulai 55 hari setelah tanam (HST). Penanaman dimulai pada 5 Agustus 2026,” terang Ani saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, hasil panen melon tersebut selanjutnya dipasarkan. Hasil penjualan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan operasional budidaya, seperti pengadaan bibit, pupuk, obat-obatan, dan kebutuhan perawatan lainnya.
Dari sisi ekonomi, melon premium hasil budidaya tersebut dapat dipasarkan dengan harga sekitar Rp30 ribu per kilogram. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan untuk budidaya tanaman hortikultura tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga berpeluang memberikan nilai tambah secara ekonomi.
"Keberhasilan panen melon Kirana diharapkan dapat menjadi contoh bahwa pertanian perkotaan dapat dikembangkan secara produktif dengan memilih komoditas yang sesuai, memiliki masa panen relatif singkat, serta mempunyai nilai jual yang baik,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan – Budidaya melon menjadi salah satu upaya mengembangkan pertanian perkotaan yang produktif sekaligus memiliki nilai ekonomi. Hal ini terlihat dari keberhasilan panen melon varietas Kirana yang dibudidayakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan di Greenhouse Dinamika Dinperpa setempat, Rabu (7/10/2026).
Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinperpa Kota Pekalongan, Ani Kusumaningrum, menyampaikan bahwa, tingkat keberhasilan budidaya melon Kirana tersebut mencapai sekitar 90 persen. Dari populasi sebanyak 78 tanaman, sekitar 70-an buah berhasil dipanen dengan total produksi mencapai kurang lebih 56 kilogram. Rata-rata bobot buah yang dihasilkan sekitar 0,8 kilogram per buah.
“Melon yang ditanam merupakan varietas Kirana yang memiliki umur panen relatif singkat, yakni mulai 55 hari setelah tanam (HST). Penanaman dimulai pada 5 Agustus 2026,” terang Ani saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, hasil panen melon tersebut selanjutnya dipasarkan. Hasil penjualan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan operasional budidaya, seperti pengadaan bibit, pupuk, obat-obatan, dan kebutuhan perawatan lainnya.
Dari sisi ekonomi, melon premium hasil budidaya tersebut dapat dipasarkan dengan harga sekitar Rp30 ribu per kilogram. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan untuk budidaya tanaman hortikultura tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga berpeluang memberikan nilai tambah secara ekonomi.
"Keberhasilan panen melon Kirana diharapkan dapat menjadi contoh bahwa pertanian perkotaan dapat dikembangkan secara produktif dengan memilih komoditas yang sesuai, memiliki masa panen relatif singkat, serta mempunyai nilai jual yang baik,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF