Workshop Permainan Edukasi Ajak Anak Kenal Permainan Tradisional dan Kurangi Ketergantungan Gawai

Workshop Permainan Edukasi Ajak Anak Kenal Permainan Tradisional dan Kurangi Ketergantungan Gawai

Kota Pekalongan – Rangkaian program Liburan Seru di Perpustakaanku yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan terus berlanjut. Kali ini, Dinarpus bersinergi dengan Forum Anak Kota Pekalongan dan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menggelar Workshop Permainan Edukasi sebagai upaya mengenalkan kembali permainan tradisional sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar, bermain, dan berkreasi bagi anak-anak selama masa liburan sekolah, Rabu (8/7/2026).

Ketua Forum Anak Kota Pekalongan, Nessa Putri Amalia, mengatakan peserta diperkenalkan dengan beragam permainan edukatif dan tradisional, di antaranya ular tangga edukatif, congklak, catur, lompat tali, ular naga, angklung, mewarnai teknik gradasi, hingga bercerita menggunakan boneka tangan. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mengenalkan kembali permainan yang sarat nilai edukasi agar anak-anak tidak bergantung pada penggunaan gawai selama libur sekolah. 

"Kami ingin memberikan contoh bahwa waktu luang dapat diisi dengan kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Permainan-permainan ini juga dapat dimainkan kembali di rumah karena mampu melatih kemampuan berpikir, motorik, serta mendorong anak lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya," katanya.

Sementara itu, Koordinator Klaster III Forum Anak Kota Pekalongan, Ahmad Aulia A-Faqih, menilai perkembangan teknologi digital membuat sebagian anak mulai asing dengan permainan tradisional. Padahal, setelah diperkenalkan, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi.

"Anak-anak sebenarnya tertarik memainkan permainan tradisional, hanya saja saat ini mereka terkendala minimnya sarana dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat menumbuhkan kembali kebiasaan bermain bersama sehingga rasa solidaritas, kerja sama, dan kemampuan bersosialisasi dengan teman sebaya semakin meningkat," ungkapnya.

Salah seorang peserta, Arfanur (8), mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Selain memperoleh teman-teman baru, ia juga berkesempatan mencoba berbagai permainan yang sebelumnya belum pernah dimainkan.

"Saya senang bisa bermain dengan teman-teman baru. Permainannya seru dan ada beberapa yang belum pernah saya mainkan. Di sela-sela kegiatan saya juga membaca buku di perpustakaan, koleksi bukunya banyak dan menarik," tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Dinarpus Kota Pekalongan tidak hanya mengajak anak-anak mengenal kembali permainan tradisional, tetapi juga memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang publik yang ramah anak, tempat belajar, membaca, bermain, dan berinteraksi. Diharapkan, perpustakaan semakin dekat dengan masyarakat sejak usia dini serta menjadi pilihan utama dalam mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif, kreatif, dan bermanfaat.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)