Walikota Kukuhkan 25 Anggota Gempar Sabana

Walikota pekalongan, HM Saelany Machfudz SE mengukuhkan 25 anggota Gerakan Massal Pelajar Sadar Bahaya Narkoba (Gempar Sabana) dalam kegiatan Walikota Goes to School di SMPN 6 Pekalongan, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Senin (5/8/2019). Dengan didampingi Sekda, Asisten, dan Kepala Organisasi perangkat Daerah (OPD) Kota Pekalongan, rombongan disambut dengan musik dan tarian rebana oleh siswa SMPN 6 Pekalongan.

 

Usai deklarasi dan penandatanganan pakta integritas anti narkoba, seluruh guru dan siswa SMPN 6 Pekalongan menyanyikan bersama Mars Gempar Sabana sebagai penyemangat gerakan anti narkoba.

 

Menurut Saelany, dari sekian kali perjalanan Walikota Goes to School dalam rangka Sosialisasi Anti Narkoba ini cukup efektif. Ribuan siswa dapat Pemerintah Kota Pekalongan ajak berkomitmen dalam mencegah penyalahgunaan bahaya narkoba. Melalui penandatanganan pakta integritas bersama diharapkan siswa akan semakin paham bahaya narkoba.

 

Saelany mengaku terharu dengan penyambutan luar biasa dari SMPN 6 Pekalongan, kreativitas SMPN 6 Pekalongan dalam gerakan anti narkoba juga beragam. “Ini sebagai langkah awal untuk menekankan kepada para siswa tentang bahaya narkoba, ke depannya tentu harus ditindaklanjuti oleh pihak sekolah, dan Dindik Kota Pekalongan juga siap mengawal,” tutur Saelany.

 

Diungkapkan Saelany, Gempar Sabana ini adalah sebuah inovasi. Saelany berharap sekolah lain juga memiliki inovasi dan kreativitas lain untuk pencegahan bahaya narkoba. “Gerakan di SMPNN 6 Pekalongan yakni Gempar Sabana ini semoga bisa disinergikan dengan Duta Anti Narkoba yang telah didirikan dari purna Paskibra Kota Peklaongan,” ujar Saelany.

 

Kepala SMPN Kota Pekalongan, Supriono MPd menyampaikan terima kasih atas agenda kegiatan Walikota Goes to School yang kali ini menyasar siswa SMPN 6 Peklaongan untuk sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba. “Semoga para siswa semakin paham bahaya narkoba, tentunya dengan kehadiran walikota kali ini akan memberikan semangat bagi siswa dan guru mencegah penyalahgunaan narkoba,” terang Supriono.

 

Pihak Supriono telah membentuk Gempar Sabana sebagai gerakan untuk mengawal kegiatan pencegahan narkoba. Ke depannya, pencegahan penyalahgunaan narkoba ini akan disisipkan dalam pembelajaran. “Pada hari ini kami juga siapkan Mars Gempar Sabana, kami kaitkan dengan psikologi anak yang pada usia SMP suka menyanyi. Mars ini sebagai penyemangat dan pengingat bagi mereka untuk menjauhi narkoba,” tandas Supriono.