Wali Kota Aaf Dorong UMKM Penerima Bantuan Perkuat Usaha dan Legalitas

Wali Kota Aaf Dorong UMKM Penerima Bantuan Perkuat Usaha dan Legalitas
Kota Pekalongan – Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, mendorong para pelaku usaha mikro dan kecil penerima bantuan peralatan dari Lazismu untuk memanfaatkan bantuan tersebut sebagai penguat usaha sekaligus meningkatkan legalitas usahanya. Menurutnya, dukungan peralatan dan pendampingan dapat menjadi modal penting agar UMKM semakin berkembang dan mandiri.
Hal tersebut disampaikan Aaf saat menyerahkan bantuan peralatan usaha kepada 16 pelaku UMKM dalam Program Pemberdayaan UMKM Tahun 1448 H/2026 M di Panti Asuhan Muhammadiyah Noyontaansari, Kota Pekalongan, Rabu (2/9/2026).
Penyerahan tersebut didampingi Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Wismo Aditiyo, dan Bendahara PDM Kota Pekalongan, M. Ainur Rofiq.
Wali Kota Aaf mengapresiasi program Lazismu yang memberikan kesempatan kepada masyarakat secara umum untuk mengusulkan bantuan, tanpa mensyaratkan penerima harus berasal dari warga Muhammadiyah. Dari 27 pengusul yang masuk, sebanyak 16 pelaku usaha dinyatakan lolos verifikasi dan menerima bantuan sesuai kebutuhan usahanya, seperti gerobak, kompor gas, mesin giling, blender, dan peralatan lainnya.
“Ini tidak harus atau wajib warga Muhammadiyah. Semua boleh mengusulkan, tetapi ada verifikasi tertentu,” jelas Wali Kota Aaf.
Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan usaha sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan penerima.
Selain penguatan usaha, Wali Kota Aaf menekankan pentingnya para penerima melengkapi legalitas usaha. Pemkot Pekalongan melalui Dindagkop-UKM setempat siap membantu proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi halal. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi UMKM agar lebih mudah mengakses berbagai program pemberdayaan dan memiliki peluang pasar yang lebih luas.
“Jangan takut akan dipersulit. Jangan takut bayar berapa. Tidak semuanya berbayar dan pasti akan dibantu petugas dan staf dari Dindagkop-UKM. Kepengurusannya gratis," tegasnya.
Wali Kota Aaf juga mengapresiasi adanya penerima bantuan pada program sebelumnya yang usahanya berkembang hingga mampu membantu masyarakat lainnya. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa bantuan yang disertai kemauan dan pendampingan dapat memberikan manfaat berkelanjutan.
“Berarti usahanya semakin maju, semakin sukses, semakin berkah,” ungkapnya.
Sementara itu, Tim Pelaksana UMKM Lazismu, M. Khotib Amrulloh, mengatakan program pemberdayaan tersebut telah berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026. Bantuan kali ini diberikan kepada 16 pelaku UMKM dari berbagai jenis usaha. Lazismu juga akan melakukan pendampingan dan pemantauan perkembangan usaha secara berkala, termasuk melibatkan tim Fakultas Ekonomi melalui UMPP.
“Kita tidak lepas. Nanti juga kita survei kembali seberapa progresnya sampai di mana. Melalui sinergi antara Lazismu, Pemkot Pekalongan, dan berbagai pihak, bantuan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi bantuan peralatan, tetapi menjadi langkah nyata dalam mendorong UMKM semakin kuat, mandiri, dan berkembang,"bebernya.
Salah satu penerima bantuan, Edy Winarto, mengaku terbantu dengan peralatan yang diterimanya. Warga Jalan Cendrawasih Nomor 42, Krapyak, itu menjalankan usaha tempe murni dan susu kedelai. Ia juga memiliki usaha sampingan donat kentang.
Edy menerima sejumlah peralatan berupa mesin giling kedelai, blender dan kompor gas. Ia berharap bantuan tersebut dapat mendukung kelangsungan usahanya.
“Terima kasih. Manfaatnya banyak sekali, bantuannya sangat bagus untuk masyarakat yang kurang mampu. Mudah-mudahan berguna bagi kelangsungan hidup,” tukas Edy.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan – Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, mendorong para pelaku usaha mikro dan kecil penerima bantuan peralatan dari Lazismu untuk memanfaatkan bantuan tersebut sebagai penguat usaha sekaligus meningkatkan legalitas usahanya. Menurutnya, dukungan peralatan dan pendampingan dapat menjadi modal penting agar UMKM semakin berkembang dan mandiri.
Hal tersebut disampaikan Aaf saat menyerahkan bantuan peralatan usaha kepada 16 pelaku UMKM dalam Program Pemberdayaan UMKM Tahun 1448 H/2026 M di Panti Asuhan Muhammadiyah Noyontaansari, Kota Pekalongan, Rabu (2/9/2026).
Penyerahan tersebut didampingi Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Wismo Aditiyo, dan Bendahara PDM Kota Pekalongan, M. Ainur Rofiq.
Wali Kota Aaf mengapresiasi program Lazismu yang memberikan kesempatan kepada masyarakat secara umum untuk mengusulkan bantuan, tanpa mensyaratkan penerima harus berasal dari warga Muhammadiyah. Dari 27 pengusul yang masuk, sebanyak 16 pelaku usaha dinyatakan lolos verifikasi dan menerima bantuan sesuai kebutuhan usahanya, seperti gerobak, kompor gas, mesin giling, blender, dan peralatan lainnya.
“Ini tidak harus atau wajib warga Muhammadiyah. Semua boleh mengusulkan, tetapi ada verifikasi tertentu,” jelas Wali Kota Aaf.
Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan usaha sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan penerima.
Selain penguatan usaha, Wali Kota Aaf menekankan pentingnya para penerima melengkapi legalitas usaha. Pemkot Pekalongan melalui Dindagkop-UKM setempat siap membantu proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi halal. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi UMKM agar lebih mudah mengakses berbagai program pemberdayaan dan memiliki peluang pasar yang lebih luas.
“Jangan takut akan dipersulit. Jangan takut bayar berapa. Tidak semuanya berbayar dan pasti akan dibantu petugas dan staf dari Dindagkop-UKM. Kepengurusannya gratis," tegasnya.
Wali Kota Aaf juga mengapresiasi adanya penerima bantuan pada program sebelumnya yang usahanya berkembang hingga mampu membantu masyarakat lainnya. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa bantuan yang disertai kemauan dan pendampingan dapat memberikan manfaat berkelanjutan.
“Berarti usahanya semakin maju, semakin sukses, semakin berkah,” ungkapnya.
Sementara itu, Tim Pelaksana UMKM Lazismu, M. Khotib Amrulloh, mengatakan program pemberdayaan tersebut telah berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026. Bantuan kali ini diberikan kepada 16 pelaku UMKM dari berbagai jenis usaha. Lazismu juga akan melakukan pendampingan dan pemantauan perkembangan usaha secara berkala, termasuk melibatkan tim Fakultas Ekonomi melalui UMPP.
“Kita tidak lepas. Nanti juga kita survei kembali seberapa progresnya sampai di mana. Melalui sinergi antara Lazismu, Pemkot Pekalongan, dan berbagai pihak, bantuan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi bantuan peralatan, tetapi menjadi langkah nyata dalam mendorong UMKM semakin kuat, mandiri, dan berkembang,"bebernya.
Salah satu penerima bantuan, Edy Winarto, mengaku terbantu dengan peralatan yang diterimanya. Warga Jalan Cendrawasih Nomor 42, Krapyak, itu menjalankan usaha tempe murni dan susu kedelai. Ia juga memiliki usaha sampingan donat kentang.
Edy menerima sejumlah peralatan berupa mesin giling kedelai, blender dan kompor gas. Ia berharap bantuan tersebut dapat mendukung kelangsungan usahanya.
“Terima kasih. Manfaatnya banyak sekali, bantuannya sangat bagus untuk masyarakat yang kurang mampu. Mudah-mudahan berguna bagi kelangsungan hidup,” tukas Edy.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF