Wali Kota Aaf Dorong Digitalisasi untuk Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran

Wali Kota Aaf Dorong Digitalisasi untuk Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran
Kota Pekalongan – Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid mendorong pemanfaatan sistem keuangan digital untuk memperkuat penyaluran bantuan pemerintah agar lebih praktis, transparan, mudah diawasi, dan tepat sasaran.
Aaf, sapaan akrabnya, mengatakan perkembangan teknologi keuangan perlu dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui penyaluran bantuan langsung ke rekening penerima atau pihak yang menjadi tujuan bantuan.
“Targetnya untuk mempermudah, tapi tujuan pemerintah itu untuk bantuan-bantuan semacam BLT dan sebagainya nanti semuanya lewat rekening,” kata Aaf saat sosialisasi literasi keuangan di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, digitalisasi penyaluran bantuan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat transparansi sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan, dengan tetap diiringi pengawasan terhadap sistem dan pelaksanaannya.
Ia mencontohkan evaluasi penyaluran beasiswa pendidikan bagi siswa dari keluarga tidak mampu. Pada awal program, bantuan diberikan langsung kepada orang tua penerima. Namun, mekanisme tersebut kemudian dievaluasi dan diubah dengan menyalurkan bantuan langsung kepada sekolah agar penggunaannya sesuai dengan tujuan pendidikan.
“Pada awalnya, bantuan itu kita berikan kepada orang tua secara langsung. Ternyata di situ juga tidak dibayarkan lagi ke sekolah,” ungkapnya.
Selain mendorong digitalisasi penyaluran bantuan, Aaf juga mengajak pelaku UMKM di Kota Pekalongan memanfaatkan pembayaran digital melalui QRIS. Menurutnya, kemampuan menerima pembayaran non-tunai semakin penting, terutama bagi UMKM yang mengikuti pameran maupun menerima pesanan dengan nilai transaksi besar dari luar daerah.
"Kami berharap perkembangan teknologi keuangan dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat secara positif, aman, dan bertanggung jawab,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan – Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid mendorong pemanfaatan sistem keuangan digital untuk memperkuat penyaluran bantuan pemerintah agar lebih praktis, transparan, mudah diawasi, dan tepat sasaran.
Aaf, sapaan akrabnya, mengatakan perkembangan teknologi keuangan perlu dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui penyaluran bantuan langsung ke rekening penerima atau pihak yang menjadi tujuan bantuan.
“Targetnya untuk mempermudah, tapi tujuan pemerintah itu untuk bantuan-bantuan semacam BLT dan sebagainya nanti semuanya lewat rekening,” kata Aaf saat sosialisasi literasi keuangan di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, digitalisasi penyaluran bantuan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat transparansi sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan, dengan tetap diiringi pengawasan terhadap sistem dan pelaksanaannya.
Ia mencontohkan evaluasi penyaluran beasiswa pendidikan bagi siswa dari keluarga tidak mampu. Pada awal program, bantuan diberikan langsung kepada orang tua penerima. Namun, mekanisme tersebut kemudian dievaluasi dan diubah dengan menyalurkan bantuan langsung kepada sekolah agar penggunaannya sesuai dengan tujuan pendidikan.
“Pada awalnya, bantuan itu kita berikan kepada orang tua secara langsung. Ternyata di situ juga tidak dibayarkan lagi ke sekolah,” ungkapnya.
Selain mendorong digitalisasi penyaluran bantuan, Aaf juga mengajak pelaku UMKM di Kota Pekalongan memanfaatkan pembayaran digital melalui QRIS. Menurutnya, kemampuan menerima pembayaran non-tunai semakin penting, terutama bagi UMKM yang mengikuti pameran maupun menerima pesanan dengan nilai transaksi besar dari luar daerah.
"Kami berharap perkembangan teknologi keuangan dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat secara positif, aman, dan bertanggung jawab,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF