Wali Kota Aaf Ajak Dewan Kesenian dan Budaya Perkuat Pelestarian Kearifan Lokal

Wali Kota Aaf Ajak Dewan Kesenian dan Budaya Perkuat Pelestarian Kearifan Lokal
Kota Pekalongan – Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf mengajak jajaran Dewan Kesenian dan Budaya Kota Pekalongan untuk memperkuat upaya pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal di tengah derasnya pengaruh budaya asing yang semakin digemari generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Aaf usai melantik Pengurus Dewan Kesenian dan Budaya Kota Pekalongan Periode 2026-2029 di Rumah Dinas Wali Kota Pekalongan (Guest House), Kamis malam (25/6/2026).
Pada kesempatan tersebut, Ahmad Saeri resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Kesenian dan Budaya Kota Pekalongan setelah melalui proses musyawarah dan kesepakatan yang berlangsung selama kurang lebih empat bulan.
"Amanah yang diemban pengurus baru bukanlah tugas yang ringan. Mengingat seni dan budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjaga identitas daerah,"tuturnya.
Wali Kota Aaf mengungkapkan, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dari masuknya berbagai budaya luar. Banyak generasi muda yang lebih mengenal drama Korea, drama China, maupun budaya populer lainnya dibandingkan cerita rakyat, lagu daerah, dan budaya asli Indonesia. Oleh karena itu, ia mengajak Dewan Kesenian dan Budaya untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tetap menjaga marwah budaya lokal.
"Kami berharap seluruh komite yang tergabung dalam Dewan Kesenian dan Budaya dapat aktif menghidupkan kembali berbagai kesenian tradisional dan kearifan lokal Kota Pekalongan melalui sinergi dengan pemerintah serta berbagai pihak terkait,"tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian dan Budaya Kota Pekalongan Periode 2026-2029, Ahmad Saeri, menjelaskan bahwa kepengurusan saat ini terdiri dari delapan komite yang mewakili berbagai bidang seni dan budaya. Menurutnya, peran utama pengurus adalah mengoordinasikan dan memfasilitasi program-program yang digagas oleh masing-masing komite.
“Kami ingin mengangkat kembali seni dan budaya lokal yang mulai terlupakan. Banyak permainan dan tradisi lama yang sudah tidak dikenal oleh anak-anak muda. Melalui kolaborasi seluruh komite dan dukungan pemerintah, kami berharap kearifan lokal Kota Pekalongan dapat kembali hidup dan dikenal oleh generasi penerus,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan – Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf mengajak jajaran Dewan Kesenian dan Budaya Kota Pekalongan untuk memperkuat upaya pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal di tengah derasnya pengaruh budaya asing yang semakin digemari generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Aaf usai melantik Pengurus Dewan Kesenian dan Budaya Kota Pekalongan Periode 2026-2029 di Rumah Dinas Wali Kota Pekalongan (Guest House), Kamis malam (25/6/2026).
Pada kesempatan tersebut, Ahmad Saeri resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Kesenian dan Budaya Kota Pekalongan setelah melalui proses musyawarah dan kesepakatan yang berlangsung selama kurang lebih empat bulan.
"Amanah yang diemban pengurus baru bukanlah tugas yang ringan. Mengingat seni dan budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjaga identitas daerah,"tuturnya.
Wali Kota Aaf mengungkapkan, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dari masuknya berbagai budaya luar. Banyak generasi muda yang lebih mengenal drama Korea, drama China, maupun budaya populer lainnya dibandingkan cerita rakyat, lagu daerah, dan budaya asli Indonesia. Oleh karena itu, ia mengajak Dewan Kesenian dan Budaya untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tetap menjaga marwah budaya lokal.
"Kami berharap seluruh komite yang tergabung dalam Dewan Kesenian dan Budaya dapat aktif menghidupkan kembali berbagai kesenian tradisional dan kearifan lokal Kota Pekalongan melalui sinergi dengan pemerintah serta berbagai pihak terkait,"tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian dan Budaya Kota Pekalongan Periode 2026-2029, Ahmad Saeri, menjelaskan bahwa kepengurusan saat ini terdiri dari delapan komite yang mewakili berbagai bidang seni dan budaya. Menurutnya, peran utama pengurus adalah mengoordinasikan dan memfasilitasi program-program yang digagas oleh masing-masing komite.
“Kami ingin mengangkat kembali seni dan budaya lokal yang mulai terlupakan. Banyak permainan dan tradisi lama yang sudah tidak dikenal oleh anak-anak muda. Melalui kolaborasi seluruh komite dan dukungan pemerintah, kami berharap kearifan lokal Kota Pekalongan dapat kembali hidup dan dikenal oleh generasi penerus,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF