Usia Bukan Halangan, Warga Pekalongan Asah Keterampilan Tingkatkan Taraf Hidup

Usia Bukan Halangan, Warga Pekalongan Asah Keterampilan Tingkatkan Taraf Hidup

Kota Pekalongan – Kesempatan meningkatkan keterampilan dan upaya kemandirian ekonomi dimanfaatkan 96 warga Kota Pekalongan lewat Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap 2 Tahun 2026. Salah satunya, Witono warga Podosugih, peserta berusia 58 tahun yang memilih pelatihan teknisi handphone karena melihat kebutuhan jasa perbaikan HP yang terus berkembang di tengah tingginya penggunaan perangkat tersebut.

Witono memilih bidang teknisi HP karena dinilai lebih sesuai dengan kondisi fisiknya dibandingkan keterampilan yang membutuhkan aktivitas berat. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk meningkatkan taraf hidup, baik dengan bekerja maupun membuka usaha sendiri.

“Harapannya bisa menaikkan taraf hidup supaya kita bisa berkarya, baik mungkin bekerja di tempat lain atau di perusahaan, atau bisa buka usaha sendiri,” tuturnya.

Pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) ini mencakup enam bidang kompetensi, yakni pembuatan roti, menjahit, servis mobil, servis sepeda motor sistem injeksi, servis HP, dan kelistrikan. Masing-masing bidang diikuti 16 peserta.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan pada pembukaan Pelatihan tersebut, Senin (28/9/2026) menyebutkan, 96 peserta tersebut merupakan hasil seleksi dari sekitar 250 pendaftar. Proses seleksi dilakukan melalui tahapan administrasi, tes tertulis, wawancara, dan psikotes.

Ia berpesan, peserta perlu memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya agar setelah pelatihan benar-benar memiliki kompetensi yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha.

"Keluar dari pelatihan ini kami berharap mereka mampu menjadi warga yang memiliki kompetensi dan siap berdaya saing baik di sektor usaha maupun sebagai pekerja," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab mengatakan, pelatihan yang didanai melalui DBHCHT Tahun 2026 tersebut merupakan bentuk perhatian Pemkot Pekalongan dalam memberikan peluang kerja dan usaha kepada masyarakat.

“Yang lebih penting bukan hanya menerima sertifikat, tetapi setelah pelatihan mereka harus memiliki kompetensi dan kemampuan sesuai bidang yang dipilih, sehingga bisa bersaing di dunia usaha maupun dunia pekerjaan,” katanya.

Melalui pelatihan tersebut, Pemkot Pekalongan berharap semakin banyak masyarakat memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan usaha, sekaligus berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di Kota Pekalongan.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)