UMKM Kopi Binaan BI Tegal Sukses Tembus Pasar Global

UMKM Kopi Binaan BI Tegal Sukses Tembus Pasar Global

Pendampingan yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali membuahkan hasil membanggakan. Tiga UMKM kopi binaan BI Tegal berhasil menembus pasar internasional melalui ajang Java Coffee and Flavors Festival (JCFF) Surabaya dengan nilai business matching perdagangan mencapai Rp2,9 miliar.

Kepala KPw BI Tegal, Bimala, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa UMKM di wilayah eks Karesidenan Pekalongan memiliki daya saing tinggi apabila didukung melalui pendampingan yang berkelanjutan dan terarah.

"Alhamdulillah, salah satu petani kopi binaan kami, Lumbung Kopi Nusantara, berhasil melakukan business matching perdagangan dengan Yunani senilai Rp1,4 miliar yang pengirimannya akan dilakukan pada Agustus mendatang. Selain itu, juga berhasil menjalin kerja sama dengan Prancis senilai Rp1,5 miliar," ujar Bimala di sela-sela kegiatan Networking dan Penguatan Sinergi Bank Indonesia dengan Media di Jakarta, Senin malam (20/7/2026).

Selain membuka akses ekspor, BI Tegal juga memfasilitasi business matching pembiayaan antara UMKM Kopi Curug Genteng dengan Bank Mandiri. Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sehingga pelaku usaha dapat memenuhi permintaan pasar internasional yang terus meningkat.

Bimala menjelaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pendampingan yang dilakukan secara menyeluruh. BI Tegal tidak hanya membantu dari sisi pemasaran, tetapi juga meningkatkan kualitas budidaya, memperkuat kelembagaan kelompok tani, hingga menyiapkan strategi agar produk mampu memenuhi standar dan kebutuhan pasar global.

Menurutnya, salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Sekolah Iklim Kopi. Melalui program ini, para petani dibekali kemampuan membaca perubahan cuaca serta menyesuaikan teknik budidaya agar kualitas dan produktivitas kopi tetap terjaga. 

"Petani kami dampingi bagaimana memahami perubahan iklim, kemudian meresponsnya melalui perbaikan proses budidaya. Selain itu, kami juga memperkuat pemasaran dan kelembagaannya agar mampu memenuhi kapasitas yang diminta buyer," jelasnya.

Disebutkan Bimala, keberhasilan menembus pasar Eropa menjadi indikator bahwa petani dan UMKM kopi di wilayah eks Karesidenan Pekalongan telah mengalami peningkatan kapasitas dan mampu bersaing di tingkat internasional. 

"Ini menunjukkan petani kita sudah naik kelas. Itu yang membuat kami tidak pernah lelah mendampingi UMKM," katanya.

Ke depan, BI Tegal akan terus memperkuat pembinaan UMKM melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media, untuk memperluas promosi produk unggulan daerah.

"Selain sektor kopi, pendampingan juga terus dilakukan pada sektor pertanian, kuliner, dan batik sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan optimisme terhadap potensi ekonomi wilayah eks Karesidenan Pekalongan,"tukasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)