Turut Peringati Hari Tari Sedunia, Siswa TK Ma’had Islam Tampil Percaya Diri Pada Gelaran 10 Jam Menari

Turut Peringati Hari Tari Sedunia, Siswa TK Ma’had Islam Tampil Percaya Diri Pada Gelaran 10 Jam Menari

Kota Pekalongan – Dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia, komunitas seni tari di Pekalongan menyelenggarakan kegiatan “10 Jam Menari” yang berlangsung di Lapangan Kawasan Budaya Jetayu, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kelompok seni, termasuk partisipasi dari siswa TK Ma’had Islam.

Sebanyak lima siswa yang tergabung dalam satu tim tampil membawakan tarian kipas. Penampilan ini menjadi pengalaman baru bagi para siswa, mengingat sebelumnya mereka lebih sering tampil dalam kegiatan internal sekolah, seperti ekstrakurikuler.

Pendamping kegiatan tari, Finna menyampaikan bahwa keikutsertaan ini bertujuan untuk mengenalkan seni tari tradisional kepada anak sejak usia dini. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat melatih kemandirian, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan motorik anak.

“Selama ini mereka tampil di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, anak-anak mencoba tampil di depan umum. Alhamdulillah mereka mampu menunjukkan keberanian dan kepercayaan diri,” ujarnya.

Ia menerangkan, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi anak-anak dalam mengembangkan potensi diri di masa mendatang.

Sementara itu, Astin, wali murid dari Kalila (kelas A1), menyampaikan rasa senangnya atas kesempatan yang diperoleh anak-anak untuk tampil di ruang publik. Menurutnya, partisipasi ini berawal dari kegiatan ekstrakurikuler menari di TK Ma’had Islam, yang kemudian memilih satu tim untuk tampil dalam peringatan Hari Tari Nasional.

“Ini menjadi pengalaman pertama bagi anak-anak kami tampil di ruang umum di Kota Pekalongan. Kami juga jadi mengetahui adanya peringatan Hari Tari yang diselenggarakan di kota ini. Hal ini menunjukkan bahwa Pekalongan turut berkontribusi dalam melestarikan budaya Indonesia,” ungkapnya.

Dirinya menilai bahwa kegiatan menari memberikan dampak positif bagi perkembangan anak. Selain menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian, keterampilan ini juga mendorong anak untuk lebih berani mengekspresikan diri, dengan tetap dibarengi penanaman nilai-nilai akidah dalam kehidupan sehari-hari.

Partisipasi TK Ma’had Islam dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus pembentukan karakter anak sejak usia dini.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)