Titip Bunda di Surga-Mu. Sentuh Hati Masyarakat Kota Batik, Bawa Pesan Pentingnya Komunikasi Keluarga

Kota Pekalongan — Menjelang Hari Ramadhan, pemutaran special screening film 'Titip Bunda di Surga-Mu' di XXI Ramayana Pekalongan berlangsung hangat dan penuh haru, Minggu (15/2/2026) siang. Film bertema keluarga ini sukses menyentuh hati masyarakat Kota Batik melalui kisah yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Suasana bioskop terasa berbeda ketika aktris senior Merriam Bellina berbicara jujur mengenai konflik keluarga yang menjadi inti cerita. Dengan penuh penghayatan, ia menjelaskan bahwa, film ini menyoroti miskomunikasi antara orang tua dan anak yang berawal dari harapan-harapan yang tidak pernah benar-benar dibicarakan secara terbuka.
“Ini tentang orang tua yang punya ekspektasi, sementara anak punya impian sendiri, lalu terjadi miskomunikasi sampai akhirnya terbuka lewat kondisi tertentu,” ujar Merriam yang berperan sebagai Ibu Moza atau bunda di film tersebut.
Menurutnya, konflik dalam keluarga memang kerap melukai perasaan semua pihak. Namun, luka tersebut bukan akhir dari segalanya. Selalu ada jalan keluar ketika komunikasi kembali dibangun dengan tulus dan saling mendengarkan.
Merriam juga mengungkapkan bahwa, proses syuting film tersebut terasa begitu hangat karena para pemain membangun kedekatan layaknya keluarga sungguhan. Kebersamaan di luar lokasi syuting membuat chemistry terjalin secara alami dan emosi yang ditampilkan mampu sampai ke hati penonton.
Titip Bunda di Surga-Mu mengisahkan hubungan orang tua dan anak, penyesalan, serta perjalanan emosional untuk memahami arti memaafkan dalam keluarga. Film ini dibintangi oleh Acha Septriasa, Abun Sungkar, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, dan Asri Welas.
“Kami kayak keluarga beneran, sering hang out bareng, jadi emosinya sampai ke penonton,” ujarnya sambil tersenyum.
Film yang dijadwalkan mulai tayang serentak pada 26 Februari 2026, bertepatan dengan momentum Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, diharapkan menjadi hiburan sekaligus refleksi bagi keluarga Indonesia. Merriam berharap, film ini dapat menjadi teguran lembut agar setiap anggota keluarga lebih peduli satu sama lain.
“Semoga setelah nonton, anak-anak yang lama tak pulang jadi ingin memeluk ibu dan ayah,” tambahnya.
Senada dengan itu, musisi sekaligus aktor Ikang Fawzi yang berperan sebagai Ayah menilai film tersebut menjadi pengingat bahwa konflik keluarga bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang latar belakang.
“Kadang kita merasa keluarga aman, tapi kurang komunikasi bisa memicu masalah besar,” ungkapnya.
Ikang mencontohkan bagaimana orang tua yang terlihat rapi mengatur kehidupan keluarga pun bisa kehilangan arah jika lupa mendengarkan suara anak-anaknya. Ia menegaskan bahwa, pesan utama film ini bukanlah tragedi, melainkan harapan bahwa hubungan keluarga masih dapat diperbaiki.
“Intinya gunakan waktu bersama keluarga sebaik mungkin,” tegasnya.
Pemutaran awal di Pekalongan XXI ditutup dengan tepuk tangan panjang dari para penonton ketika lampu bioskop menyala dan para pemain berdiri memberi salam. Sejumlah penonton mengaku tersentuh karena kisah yang ditampilkan terasa begitu dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Bagi masyarakat Kota Pekalongan, film ini menjadi lebih dari sekadar tontonan.
"Di tengah kesibukan dan rutinitas, kisah dalam “Titip Bunda di Surga-Mu” menjadi cermin kecil tentang pentingnya menjaga komunikasi dalam keluarga, terlebih menjelang momen Idul Fitri yang identik dengan silaturahmi dan saling memaafkan,"terang Ikang.
Ditambahkan Kevin Julio yang berperan sebagai Adam, anak kedua dalam film tersebut, film ini membawa pesan sederhana namun tajam keluarga bukan hanya tentang tinggal serumah, tetapi tentang kesediaan untuk mendengar, memahami, dan menerima satu sama lain.
"Kami berharap film ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga refleksi bagi keluarga Indonesia menjelang Ramadan. Dengan tema yang hangat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, “Titip Bunda di Surga-Mu” semoga bisa menarik minat penonton keluarga serta mendukung peningkatan kunjungan bioskop di daerah menjelang musim libur Ramadan," tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Suasana bioskop terasa berbeda ketika aktris senior Merriam Bellina berbicara jujur mengenai konflik keluarga yang menjadi inti cerita. Dengan penuh penghayatan, ia menjelaskan bahwa, film ini menyoroti miskomunikasi antara orang tua dan anak yang berawal dari harapan-harapan yang tidak pernah benar-benar dibicarakan secara terbuka.
“Ini tentang orang tua yang punya ekspektasi, sementara anak punya impian sendiri, lalu terjadi miskomunikasi sampai akhirnya terbuka lewat kondisi tertentu,” ujar Merriam yang berperan sebagai Ibu Moza atau bunda di film tersebut.
Menurutnya, konflik dalam keluarga memang kerap melukai perasaan semua pihak. Namun, luka tersebut bukan akhir dari segalanya. Selalu ada jalan keluar ketika komunikasi kembali dibangun dengan tulus dan saling mendengarkan.
Merriam juga mengungkapkan bahwa, proses syuting film tersebut terasa begitu hangat karena para pemain membangun kedekatan layaknya keluarga sungguhan. Kebersamaan di luar lokasi syuting membuat chemistry terjalin secara alami dan emosi yang ditampilkan mampu sampai ke hati penonton.
Titip Bunda di Surga-Mu mengisahkan hubungan orang tua dan anak, penyesalan, serta perjalanan emosional untuk memahami arti memaafkan dalam keluarga. Film ini dibintangi oleh Acha Septriasa, Abun Sungkar, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, dan Asri Welas.
“Kami kayak keluarga beneran, sering hang out bareng, jadi emosinya sampai ke penonton,” ujarnya sambil tersenyum.
Film yang dijadwalkan mulai tayang serentak pada 26 Februari 2026, bertepatan dengan momentum Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, diharapkan menjadi hiburan sekaligus refleksi bagi keluarga Indonesia. Merriam berharap, film ini dapat menjadi teguran lembut agar setiap anggota keluarga lebih peduli satu sama lain.
“Semoga setelah nonton, anak-anak yang lama tak pulang jadi ingin memeluk ibu dan ayah,” tambahnya.
Senada dengan itu, musisi sekaligus aktor Ikang Fawzi yang berperan sebagai Ayah menilai film tersebut menjadi pengingat bahwa konflik keluarga bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang latar belakang.
“Kadang kita merasa keluarga aman, tapi kurang komunikasi bisa memicu masalah besar,” ungkapnya.
Ikang mencontohkan bagaimana orang tua yang terlihat rapi mengatur kehidupan keluarga pun bisa kehilangan arah jika lupa mendengarkan suara anak-anaknya. Ia menegaskan bahwa, pesan utama film ini bukanlah tragedi, melainkan harapan bahwa hubungan keluarga masih dapat diperbaiki.
“Intinya gunakan waktu bersama keluarga sebaik mungkin,” tegasnya.
Pemutaran awal di Pekalongan XXI ditutup dengan tepuk tangan panjang dari para penonton ketika lampu bioskop menyala dan para pemain berdiri memberi salam. Sejumlah penonton mengaku tersentuh karena kisah yang ditampilkan terasa begitu dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Bagi masyarakat Kota Pekalongan, film ini menjadi lebih dari sekadar tontonan.
"Di tengah kesibukan dan rutinitas, kisah dalam “Titip Bunda di Surga-Mu” menjadi cermin kecil tentang pentingnya menjaga komunikasi dalam keluarga, terlebih menjelang momen Idul Fitri yang identik dengan silaturahmi dan saling memaafkan,"terang Ikang.
Ditambahkan Kevin Julio yang berperan sebagai Adam, anak kedua dalam film tersebut, film ini membawa pesan sederhana namun tajam keluarga bukan hanya tentang tinggal serumah, tetapi tentang kesediaan untuk mendengar, memahami, dan menerima satu sama lain.
"Kami berharap film ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga refleksi bagi keluarga Indonesia menjelang Ramadan. Dengan tema yang hangat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, “Titip Bunda di Surga-Mu” semoga bisa menarik minat penonton keluarga serta mendukung peningkatan kunjungan bioskop di daerah menjelang musim libur Ramadan," tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF