Tingkatkan Kesejahteraan Warga, MES Kota Pekalongan Perkuat Gerakan Wakaf dan Pertanian

Tingkatkan Kesejahteraan Warga, MES Kota Pekalongan Perkuat Gerakan Wakaf dan Pertanian
Kota Pekalongan — Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Pekalongan terus memperkuat gerakan wakaf dan pengembangan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi warga.
Ketua Umum Pengurus Daerah MES Kota Pekalongan, H.M. Andy Arslan Djunaid, mengatakan pihaknya bersama Bank Indonesia Tegal telah berhasil menghimpun dana wakaf sebesar Rp74 juta dalam rangkaian Festival Bubur Suro Krapyak pada 10-12 Juli 2026 lalu. Dana tersebut rencananya akan disalurkan untuk mendukung sektor pertanian serta sektor produktif lainnya.
“Alhamdulillah, kami berhasil menggalang dana wakaf sebesar Rp74 juta. Rencananya akan kami salurkan di antaranya untuk sektor pertanian dan sektor lainnya, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Andy saat dikonfirmasi pada Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, MES Kota Pekalongan juga tengah mendorong terwujudnya Kota Pekalongan sebagai Kota Wakaf bersama Pemerintah Kota Pekalongan, Kementerian Agama, dan berbagai pihak. Gerakan tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan wakaf yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga saja ini bisa terwujud dan menjadi percontohan di Indonesia. Kota kecil menjadi kota wakaf dan bisa menjadi inspirasi untuk kota-kota yang lain,” katanya.
Di sisi lain, Andy mengapresiasi keberhasilan panen raya padi biosalin di Kelurahan Degayu, Kota Pekalongan, pada 12 Agustus 2026 lalu. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa lahan yang sebelumnya terdampak rob selama lebih dari delapan tahun hingga hampir 10 tahun kini dapat kembali dimanfaatkan untuk pertanian.
“Lahan ini terendam oleh rob, tetapi saat ini bisa ditanami kembali. Sudah dilakukan panen kurang lebih empat kali dengan hasil di atas rata-rata nasional, mencapai 6,3 ton. Ini luar biasa,” ungkapnya.
Andy berharap sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak terus diperkuat agar produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik.
“Semoga kesejahteraan petani bisa terus meningkat dan pemerintah daerah terus mendukung. Kita berharap seluruh masyarakat Kota Pekalongan pada waktunya nanti meningkat kesejahteraannya,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan — Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Pekalongan terus memperkuat gerakan wakaf dan pengembangan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi warga.
Ketua Umum Pengurus Daerah MES Kota Pekalongan, H.M. Andy Arslan Djunaid, mengatakan pihaknya bersama Bank Indonesia Tegal telah berhasil menghimpun dana wakaf sebesar Rp74 juta dalam rangkaian Festival Bubur Suro Krapyak pada 10-12 Juli 2026 lalu. Dana tersebut rencananya akan disalurkan untuk mendukung sektor pertanian serta sektor produktif lainnya.
“Alhamdulillah, kami berhasil menggalang dana wakaf sebesar Rp74 juta. Rencananya akan kami salurkan di antaranya untuk sektor pertanian dan sektor lainnya, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Andy saat dikonfirmasi pada Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, MES Kota Pekalongan juga tengah mendorong terwujudnya Kota Pekalongan sebagai Kota Wakaf bersama Pemerintah Kota Pekalongan, Kementerian Agama, dan berbagai pihak. Gerakan tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan wakaf yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga saja ini bisa terwujud dan menjadi percontohan di Indonesia. Kota kecil menjadi kota wakaf dan bisa menjadi inspirasi untuk kota-kota yang lain,” katanya.
Di sisi lain, Andy mengapresiasi keberhasilan panen raya padi biosalin di Kelurahan Degayu, Kota Pekalongan, pada 12 Agustus 2026 lalu. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa lahan yang sebelumnya terdampak rob selama lebih dari delapan tahun hingga hampir 10 tahun kini dapat kembali dimanfaatkan untuk pertanian.
“Lahan ini terendam oleh rob, tetapi saat ini bisa ditanami kembali. Sudah dilakukan panen kurang lebih empat kali dengan hasil di atas rata-rata nasional, mencapai 6,3 ton. Ini luar biasa,” ungkapnya.
Andy berharap sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak terus diperkuat agar produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik.
“Semoga kesejahteraan petani bisa terus meningkat dan pemerintah daerah terus mendukung. Kita berharap seluruh masyarakat Kota Pekalongan pada waktunya nanti meningkat kesejahteraannya,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF