Tingkatkan Inovasi Produk UMKM, Dekranasda Kota Pekalongan Kaji Terap ke Kabupaten Klaten dan Kota Surakarta

Dalam rangka meningkatkan inovasi produk UMKM, Jajaran Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekalongan melakukan kaji terap dengan mengunjungi Dekranasda Klaten dan Surakarta, Kamis-Jumat (1-2 Agustus 2019). Rombongan Dekranasda sebelum berangkat ke Kabupaten Klaten dan Kota Surakarta dilepas langsung oleh Walikota Pekalongan, H.M.Saelany Machfudz, S.E., di Ruang Kalijaga Setda Kota Pekalongan, Kamis (1/8/2019).

 

Kunjungan kaji terap ini selain sebagai bentuk silaturahmi antar pengurus Dekranasda di wilayah masing-masing, juga dimaksudkan untuk bertukar informasi mengenai pemberdayaan UMKM dan pengembangan potensi daerah yang ada.

 

Di Kabupaten Klaten, para pengurus Dekranasda Kota Pekalongan diantaranya Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Hj. Khusnul Khotimah, Wakil ketua, Hj. Inggit Soraya, Asisten Pembangunan Setda Kota Pekalongan, Sri Wahyuni, S.H., Kepala Bagian Perekonomian Kota Pekalongan selaku sekretaris Dekranasda Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan, S.T., Kepala OPD terkait maupun yang mewakili beserta sejumlah pengurus lainnya diterima langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Klaten, Sri Hartini dan Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Klaten yang juga selaku Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Klaten, Ir. Cahyo Dwi Setyanto di Aula Gedung Pertemuan Wanita Kabupaten Klaten, Kamis (1/7/2019).

 

Asisten Pembangunan Setda Kota Pekalongan, Sri Wahyuni, S.H., dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan kaji terap ini dapat digunakan sebagai tukar informasi dan berbagi pengalaman khususnya dalam memajukan UMKM yang ada di Kota Pekalongan.

 

“Terimakasih yang sebesar-besarnya atas sambutan hangatnya, kami telah diterima dengan sangat baik. Kami serombongan dalam rangka bertukar ilmu dan pengalaman untuk bersama-sama dapat mengembangkan UMKM dan potensi di daerah kami masing-masing. Selain itu, kami juga bisa mempelajari keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai oleh Dekranasda Kabupaten Klaten dan Kota Surakarta serta memungkinkan dapat melakukan kerjasama dalam hal pemasaran dan distribusi hasil kerajinan masing-masing daerah nanti ke depannya,” jelas Yuni.

 

Pada kesempatan tersebut, Yuni juga memaparkan gambaran umum dan potensi daerah yang dimiliki serta kebijakan yang ada di Kota Pekalongan. Dijelaskan Yuni, semua hasil kerajinan maupun produk UMKM Kota Pekalongan dipamerkan di showroom yang terletak di Museum Batik Kota Pekalongan yang telah diresmikan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006 lalu.

 

“Kami Kota mempunyai Kampung Batik Pesindon dan Kauman, Kampung Canting di Landungsari, Rintisan Kampung Batik Buaran dan Krapyak Sumbawan dengan khas sarung batik. Pemerintah Kota Pekalongan sudah membranding diri sebagai The World City of Batik untuk senantiasa berupaya mempromosikan dan mempopulerkan sebagai Kota Batik Dunia. Bagaimana kami berusaha untuk mengenalkan batik khas Kota Pekalongan hingga ke kancah mancanegara,” papar Yuni.

 

Yuni menerangkan dalam kebijakan Pemerintah Kota Pekalongan, pada setiap hari Jumat baik ASN maupun masyarakat Kota Batik ini diharapkan mengenakan sarung batik karena dinilai memiliki filosofi dan sejarah yang sangat luar biasa dari proses lahir di dunia hingga kematian menggunakan kain batik yang harus tetap dilestarikan dan dijaga.

 

Ketua Dekranasda Kabupaten Klaten, Sri Hartini mengaku sangat senang atas kunjungan dari Dekranasda Kota Pekalongan.

 

“Kunjungan silaturahmi ini akan membawa manfaat bagi Dekranasda Kota Pekalongan maupun Kabupaten Klaten. Pada kesempatan baik ini, kita dapat berbagi pengalaman khususnya memajukan UMKM yang nantinya meningkatkan pengelolaan di Dekranasda wilayah kita masing-masing,” kata Sri.

 

Sri menjelaskan, berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 050/91/2017 Kabupaten Klaten memiliki produk unggulan yang diklasifikasikan menjadi 4 kluster : batik, lurik, keramik, logam, handycraft, konveksi, minapolitan, lereng merapi, pertanian, desa wisata dan kluster makanan olahan. Dari 11 kluster ini yang paling menonjol adalah lurik.

 

“Kami dari Dekranasda memfasilitasi dan mempromosikan dalam bidang pemasaran dengan mengajak seluruh pengrajin unggulan untuk bergabung dan menitipkan barang-barang produksinya di showroom Dekranasda Kabupaten Klaten. Semua hasil produk Dekranasda Kabupaten Klaten juga kami pamerkan di showroom yang terletak tidak jauh dari sini. Kebijakan dari Bupati Klaten, setiap tamu yang datang ke Klaten wajib singgah di Dekranasda baik membeli maupun tidak, yang paling utama tujuannya untuk mengenalkan produk-produk Klaten,” terang Sri.

 

Dalam kunjungan kaji terap, rombongan pengurus Dekranasda Kota Pekalongan berkesempatan untuk melihat showroom untuk memajang hasil karya dari seluruh kecamatan baik di Kabupaten Klaten maupun Kota Surakarta, dan UKM-UKM binaan yang berada dibawah naungan kedua wilayah tersebut seperti pada Produksi Kain Tenun Lurik dan Batik dari A.H. Batik, produksi Payung Hias Khas Klaten, dan Showroom UMKM milik Pemerintah Kota Surakarta yang terletak di Kelurahan Semanggi, Surakarta.