Tiga Aksi Nyata 'Ayah Wajib Hadir' Jadi Komitmen Bersama Puncak Harganas ke-33

Tiga Aksi Nyata 'Ayah Wajib Hadir' Jadi Komitmen Bersama Puncak Harganas ke-33

Kota Pekalongan– Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) menggelar puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dengan rangkaian kegiatan yang diawali jalan sehat, senam bersama, penandatanganan komitmen "Ayah Wajib Hadir" serta penyerahan bantuan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), berlangsung di halaman kantor Dinsos-P2KB, Jumat (3/7/2026).

Penandatanganan komitmen dilakukan oleh Plt Kepala Dinas Sosial-P2KB, Sugiyo bersama sejumlah kepala perangkat daerah sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran ayah dalam pengasuhan anak dan pembangunan keluarga berkualitas.

Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab menyampaikan bahwa tema Harganas tahun ini mengangkat gerakan Ayah Wajib Hadir yang diwujudkan melalui tiga aksi nyata. Pertama, ayah hadir saat pengambilan rapor anak. Kedua, ayah mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah. Ketiga, ayah meluangkan waktu sedikitnya 15 menit setiap hari untuk berkomunikasi dengan keluarga tanpa menggunakan gawai.

Menurutnya, ketiga aksi sederhana tersebut merupakan langkah nyata untuk mempererat hubungan emosional dalam keluarga sekaligus meningkatkan kualitas pengasuhan anak.

"Harapannya, melalui peringatan Harganas dengan tema ini, keluarga-keluarga di Kota Pekalongan semakin sejahtera, semakin kuat, dan mampu mendukung terwujudnya Indonesia Emas," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial-P2KB Kota Pekalongan, Nur Agustina menerangkan bahwa gerakan tersebut diharapkan menjadi budaya di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh ayah, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat untuk turut menyebarluaskan pesan pentingnya keterlibatan ayah dalam kehidupan anak.

Ia menambahkan, kebiasaan berkumpul bersama keluarga sering kali belum diiringi dengan komunikasi yang berkualitas karena masing-masing anggota keluarga masih disibukkan dengan telepon genggam. Karena itu, meluangkan waktu 15 menit setiap hari tanpa gawai diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih hangat dan efektif antara orang tua dan anak.

"Momentum Harganas ini, Pemerintah Kota Pekalongan berharap semakin banyak keluarga yang menerapkan pola pengasuhan berkualitas dengan menghadirkan sosok ayah yang tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga hadir dengan perhatian, kasih sayang, dan komunikasi yang bermakna bagi tumbuh kembang anak sehingga mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)