Terdampak Luapan Sungai, DPUPR Kota Pekalongan Perbaiki Pintu Air di Empat Lokasi Strategis

Kota Pekalongan – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan bergerak cepat melakukan perbaikan sejumlah pintu air yang mengalami kerusakan akibat terdampak luapan sungai dan banjir yang melanda beberapa wilayah di Kota Pekalongan. Perbaikan tersebut menyasar empat lokasi strategis yang selama ini berfungsi sebagai bagian penting dari sistem pengendalian banjir.
Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, S.T., menjelaskan bahwa, kerusakan pintu air baru diketahui saat pihaknya hendak memfungsikan pintu air pasca terjadinya luapan sungai.
“Jadi kemarin, ketika sungai-sungai meluap dan terjadi banjir, saat kami akan memfungsikan pintu air, ternyata baru diketahui bahwa beberapa pintu air mengalami kerusakan,” ungkap Khaerudin saat ditemui di sela-sela kegiatan perbaikan Jalan Veteran, Kelurahan Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara, Rabu (3/2/2026) siang.
Khaerudin menyebutkan, terdapat empat lokasi pintu air yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera. Keempat lokasi tersebut berada di Pintu Air Panjang Baru Timur, kawasan Jalan Patriot, Kelurahan Setono tepatnya di wilayah utara rel dekat makam, serta di Stasiun Pompa Tirto Meduri (selatan rel).
Menurutnya, keberadaan pintu air di titik-titik tersebut sangat vital dalam mendukung kelancaran aliran air dan mencegah genangan meluas ke kawasan permukiman warga. Oleh karena itu, DPUPR memprioritaskan perbaikan agar fungsi pengendalian air dapat kembali optimal, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
“Kurang lebih ada empat pintu air yang rusak. Alhamdulillah, penanganannya bisa kami lakukan melalui anggaran Belanja Tidak Terduga atau BTT,” jelasnya.
Lebih lanjut, Khaerudin menerangkan bahwa, saat ini proses perbaikan masih berada pada tahap persiapan teknis. Hal tersebut lantaran anggaran untuk perbaikan baru saja mendapatkan pengesahan secara administratif.
“Ini masih dalam tahap proses. Anggarannya kan SK-nya baru disahkan, jadi sekarang kami sedang melakukan persiapan untuk pelaksanaan perbaikannya,” katanya.
Terkait besaran anggaran, Khaerudin menyampaikan bahwa, dana yang dialokasikan untuk perbaikan keempat pintu air tersebut relatif kecil, namun dinilai cukup untuk menangani kerusakan yang ada.
“Anggarannya sekitar Rp50 juta untuk empat pintu air,” tambahnya.
Pihaknya berharap, dengan segera dilakukannya perbaikan pintu air di empat lokasi strategis tersebut, sistem pengendalian banjir dapat kembali berfungsi secara maksimal. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu meminimalisir risiko genangan dan dampak lanjutan apabila terjadi peningkatan debit air sungai di kemudian hari.
"Kami dari DPUPR juga terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, sekaligus mendukung upaya pemerintah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air maupun sungai,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF