TBM Jadi Ruang Tumbuh Budaya Baca Anak dan Masyarakat

TBM Jadi Ruang Tumbuh Budaya Baca Anak dan Masyarakat
Kota Pekalongan - Keberadaan Taman Baca Masyarakat (TBM) dinilai memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini. Melalui penyediaan bahan bacaan dan berbagai aktivitas literasi, TBM menjadi ruang belajar yang mendekatkan anak dengan buku sekaligus mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca di tengah masyarakat.
Hal tersebut turut disampaikan Guru Kelas TK Aba Tirto, Christian Aprilia. Menurutnya, salah satu cara efektif menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku adalah melalui kebiasaan mendongeng sejak dini. Selain memperkaya kosakata, mendongeng juga menjadi media bagi anak untuk mengenal bahasa dan mengembangkan kemampuan literasi, sehingga kehadiran ruang literasi seperti TBM memiliki peran penting dalam mendukung tumbuhnya generasi gemar membaca.
"Mendongeng itu tidak bisa dipisahkan dari dunia anak. Sejak bayi, anak sudah bisa diajak mendengarkan cerita. Seiring pertumbuhannya, anak belajar mengenal bahasa dan menambah kosakata melalui mendongeng," ujarnya saat ditemui pada kegiatan literasi yang diadakan TBM Dimurti belum lama ini.
Christian mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Pekalongan yang terus menggiatkan gerakan mendongeng dengan melibatkan tidak hanya ibu, tetapi juga ayah dalam membacakan cerita kepada anak. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak hanya mempererat kedekatan emosional dalam keluarga, tetapi juga menjadi fondasi untuk menumbuhkan minat baca sejak dini.
Ia berharap TBM dapat terus berkembang sebagai pusat literasi yang memberi manfaat bagi masyarakat. Dengan semakin banyak masyarakat memanfaatkan keberadaan TBM, diharapkan minat baca anak maupun orang dewasa terus meningkat sehingga buku menjadi sumber pengetahuan yang memperluas wawasan.
"Harapan kami, anak-anak memiliki minat membaca karena membaca adalah jendela ilmu. Semoga TBM terus berkembang dan semakin bermanfaat bagi lingkungan serta mampu menarik minat masyarakat untuk gemar membaca," tutupnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
Kota Pekalongan - Keberadaan Taman Baca Masyarakat (TBM) dinilai memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini. Melalui penyediaan bahan bacaan dan berbagai aktivitas literasi, TBM menjadi ruang belajar yang mendekatkan anak dengan buku sekaligus mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca di tengah masyarakat.
Hal tersebut turut disampaikan Guru Kelas TK Aba Tirto, Christian Aprilia. Menurutnya, salah satu cara efektif menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku adalah melalui kebiasaan mendongeng sejak dini. Selain memperkaya kosakata, mendongeng juga menjadi media bagi anak untuk mengenal bahasa dan mengembangkan kemampuan literasi, sehingga kehadiran ruang literasi seperti TBM memiliki peran penting dalam mendukung tumbuhnya generasi gemar membaca.
"Mendongeng itu tidak bisa dipisahkan dari dunia anak. Sejak bayi, anak sudah bisa diajak mendengarkan cerita. Seiring pertumbuhannya, anak belajar mengenal bahasa dan menambah kosakata melalui mendongeng," ujarnya saat ditemui pada kegiatan literasi yang diadakan TBM Dimurti belum lama ini.
Christian mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Pekalongan yang terus menggiatkan gerakan mendongeng dengan melibatkan tidak hanya ibu, tetapi juga ayah dalam membacakan cerita kepada anak. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak hanya mempererat kedekatan emosional dalam keluarga, tetapi juga menjadi fondasi untuk menumbuhkan minat baca sejak dini.
Ia berharap TBM dapat terus berkembang sebagai pusat literasi yang memberi manfaat bagi masyarakat. Dengan semakin banyak masyarakat memanfaatkan keberadaan TBM, diharapkan minat baca anak maupun orang dewasa terus meningkat sehingga buku menjadi sumber pengetahuan yang memperluas wawasan.
"Harapan kami, anak-anak memiliki minat membaca karena membaca adalah jendela ilmu. Semoga TBM terus berkembang dan semakin bermanfaat bagi lingkungan serta mampu menarik minat masyarakat untuk gemar membaca," tutupnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF