TBM Dimurti Hadirkan Pojok Baca di Stasiun, Perluas Akses Literasi Masyarakat

TBM Dimurti Hadirkan Pojok Baca di Stasiun, Perluas Akses Literasi Masyarakat
Kota Pekalongan – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Dimurti memperluas gerakan literasi ke ruang publik dengan menghadirkan Pojok Baca di stasiun. Mulai dibuka pada 17 Agustus 2026, fasilitas tersebut ditujukan bagi masyarakat, khususnya pengunjung stasiun, sebagai alternatif kegiatan positif sekaligus upaya mendorong kembali minat membaca.
Pengelola TBM Dimurti, Sri Widyati mengatakan, inisiatif tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk mengajak masyarakat kembali memiliki ketertarikan terhadap aktivitas membaca. Kehadiran Pojok Baca di stasiun dinilai menjadi langkah untuk mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat di ruang yang banyak dikunjungi.
“Kami ingin mengajak masyarakat, khususnya pengunjung stasiun, untuk kembali greget membaca karena akhir-akhir ini minat membaca agak menurun,” katanya.
Sebanyak 125 eksemplar buku disediakan di Pojok Baca tersebut. Koleksinya mencakup bacaan untuk berbagai kelompok usia, mulai dari PAUD hingga dewasa. Untuk menjaga keberagaman koleksi, buku-buku tersebut akan dirotasi atau *rolling* setiap tiga bulan.
Dengan sasaran utama pengunjung stasiun, Pojok Baca diharapkan dapat memanfaatkan waktu tunggu masyarakat dengan kegiatan yang edukatif. Kehadiran fasilitas ini sekaligus menjadi upaya memperluas jangkauan layanan literasi TBM Murti agar tidak hanya terpusat di lingkungan taman bacaan.
Inisiatif tersebut mendapat dukungan positif dari pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebab dapat menjadi dorongan bagi keberlanjutan Pojok Baca sebagai ruang literasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Ke depan, TBM Dimurti berharap Pojok Baca dapat terus eksis dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat yang beraktivitas di stasiun.
“Harapannya, Pojok Baca ini tetap eksis dan terus bisa dimanfaatkan masyarakat stasiun,” tukasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
Kota Pekalongan – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Dimurti memperluas gerakan literasi ke ruang publik dengan menghadirkan Pojok Baca di stasiun. Mulai dibuka pada 17 Agustus 2026, fasilitas tersebut ditujukan bagi masyarakat, khususnya pengunjung stasiun, sebagai alternatif kegiatan positif sekaligus upaya mendorong kembali minat membaca.
Pengelola TBM Dimurti, Sri Widyati mengatakan, inisiatif tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk mengajak masyarakat kembali memiliki ketertarikan terhadap aktivitas membaca. Kehadiran Pojok Baca di stasiun dinilai menjadi langkah untuk mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat di ruang yang banyak dikunjungi.
“Kami ingin mengajak masyarakat, khususnya pengunjung stasiun, untuk kembali greget membaca karena akhir-akhir ini minat membaca agak menurun,” katanya.
Sebanyak 125 eksemplar buku disediakan di Pojok Baca tersebut. Koleksinya mencakup bacaan untuk berbagai kelompok usia, mulai dari PAUD hingga dewasa. Untuk menjaga keberagaman koleksi, buku-buku tersebut akan dirotasi atau *rolling* setiap tiga bulan.
Dengan sasaran utama pengunjung stasiun, Pojok Baca diharapkan dapat memanfaatkan waktu tunggu masyarakat dengan kegiatan yang edukatif. Kehadiran fasilitas ini sekaligus menjadi upaya memperluas jangkauan layanan literasi TBM Murti agar tidak hanya terpusat di lingkungan taman bacaan.
Inisiatif tersebut mendapat dukungan positif dari pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebab dapat menjadi dorongan bagi keberlanjutan Pojok Baca sebagai ruang literasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Ke depan, TBM Dimurti berharap Pojok Baca dapat terus eksis dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat yang beraktivitas di stasiun.
“Harapannya, Pojok Baca ini tetap eksis dan terus bisa dimanfaatkan masyarakat stasiun,” tukasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF