TBM Bakti Pustaka SKB Diperkuat, Jadi Ruang Literasi Inklusif dan Terbuka untuk Masyarakat

TBM Bakti Pustaka SKB Diperkuat, Jadi Ruang Literasi Inklusif dan Terbuka untuk Masyarakat

Kota Pekalongan – Taman Baca Masyarakat (TBM) Bakti Pustaka di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan kini diperkuat sebagai ruang belajar dan literasi yang inklusif serta terbuka bagi masyarakat. Penguatan tersebut dilakukan melalui revitalisasi perpustakaan dengan dukungan CSR PT Pertamina Trans Kontinental, yang menghadirkan sarana baca sekaligus suasana ruang bertema maritim.

Jr Officer II CSR PT Pertamina Trans Kontinental, Mutiara Rizka Safitri, mengatakan SKB dipilih karena memiliki karakteristik peserta didik yang beragam dan menjadi salah satu ruang pendidikan penting bagi masyarakat. SKB Kota Pekalongan merupakan satu dari 57 sekolah/lembaga pendidikan yang mendapat program revitalisasi perpustakaan bertema maritim.

“Program ini tidak hanya bertujuan memperbaiki fasilitas perpustakaan, tetapi juga menciptakan ruang baca yang lebih menarik, nyaman, dan dekat dengan karakter wilayah pesisir serta identitas maritim Kota Pekalongan,” katanya pada peresmian TBM tersebut, Rabu (23/9/2026).

Dukungan revitalisasi meliputi buku-buku bacaan, rak buku, serta mural bertema maritim. Koleksi buku tentang laut dan alam tersebut kemudian dipadukan dengan buku hasil donasi para pendidik SKB, sehingga memperkaya bahan bacaan yang tersedia bagi peserta didik.

Mutiara menambahkan, revitalisasi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan perubahan secara fisik, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan belajar peserta didik. Ke depan, pihaknya berharap sinergi dengan SKB dapat berlanjut dalam kegiatan pendidikan, literasi maupun program pemberdayaan lainnya sesuai kebutuhan peserta didik dan masyarakat.

Sementara itu, Guru Pendamping Khusus SKB Kota Pekalongan, Ardi, menilai keberadaan ruang baca yang lebih nyaman dapat mendukung tumbuhnya minat baca sekaligus menjadi sarana stimulasi bagi peserta didik dengan karakteristik yang beragam.

“Minat baca itu penting. Membaca juga bisa menjadi salah satu bentuk stimulasi, baik untuk anak tipikal maupun anak berkebutuhan khusus. Kami sangat terbuka dengan berbagai bentuk kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan dan menumbuhkan minat baca,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bunda Literasi Kota Pekalongan, Inggit Soraya berharap TBM Bakti Pustaka tidak berhenti sebagai tempat penyimpanan koleksi buku, melainkan berkembang menjadi ruang belajar bersama yang dapat diakses masyarakat.

“Harapannya benar-benar bisa dimanfaatkan, tidak hanya untuk tempat buku saja, tetapi menjadi ruang belajar bagi anak-anak SKB maupun masyarakat sekitar. TBM ini juga terbuka untuk umum,” tandasnya.

Dengan penguatan sarana, koleksi, dan suasana ruang baca, TBM Bakti Pustaka diharapkan menjadi salah satu ruang literasi yang mendorong peserta didik untuk membaca, belajar, serta mengeksplorasi pengetahuan sekaligus mengenal lingkungan dan identitas maritim Kota Pekalongan.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Saif)