Tata Kelola Diperkuat, TP PKK Pekalongan Fokuskan Program Bagi Masyarakat

Tata Kelola Diperkuat, TP PKK Pekalongan Fokuskan Program Bagi Masyarakat

Kota Pekalongan – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pekalongan terus memperkuat kapasitas pengurus, khususnya sekretaris dan bendahara, melalui kegiatan Latihan Pengelola Program dan Penyuluhan (LP3 PKK). Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan administrasi PKK dari tingkat kota hingga kelurahan.

Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya menyampaikan, pelatihan tersebut diikuti unsur sekretaris dan bendahara PKK mulai dari tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan. Selain peningkatan kapasitas administrasi, peserta juga mendapatkan sosialisasi terkait hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK sebagai acuan dalam pelaksanaan administrasi dan program kerja PKK.

“Ini memang kegiatan rutin setahun sekali untuk sekretaris maupun bendahara se-Kota Pekalongan. Mulai dari tingkat kota, kecamatan sampai kelurahan kita undang untuk mengikuti pelatihan dan sosialisasi,” ujarnya pada kegiatan tersebut, Kamis (17/9/2026) di aula Kantor TP PKK setempat.

Inggit menuturkan, pembaruan administrasi sesuai Rakernas X perlu dipahami secara bersama agar terdapat keseragaman dalam penerapannya di seluruh jenjang kepengurusan PKK. Kesamaan pemahaman tersebut dinilai penting untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan program.

“Bagaimana memanage ataupun menyusun administrasi yang baik, sekaligus kita sosialisasikan tentang Rakernas X. Sekarang administrasi juga mengikuti Rakernas X, sehingga perlu kita informasikan kepada ibu-ibu PKK, khususnya sekretaris dan bendahara, supaya kita bisa menyatukan persepsi mulai dari kota sampai kelurahan,” tuturnya.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas sekretaris dan bendahara merupakan bagian penting dalam membangun manajemen PKK yang solid. Sebagai mitra pemerintah, PKK perlu memiliki tata kelola organisasi yang mampu mendukung keterpaduan program dengan agenda pembangunan pemerintah daerah.

“PKK itu sendiri adalah sebagai mitra pemerintah. Jadi bagaimana kita bisa menyelaraskan program-program PKK dengan program pemerintah, ini yang kita kuatkan. Tidak hanya peran ketua saja, tetapi kita membutuhkan peran dari sekretaris dan bendahara,” tambahnya.

Selain aspek kelembagaan, Inggit mengungkapkan pentingnya manajemen diri bagi setiap kader. Menurutnya, kemampuan mengelola diri dapat menjadi fondasi dalam menjalankan peran di keluarga maupun organisasi.

“Kita baguskan diri kita sendiri dulu, manajemen diri sendiri. Nanti feedback-nya pasti akan berpengaruh pada keluarga, pasangan, anak-anak, apalagi dalam sebuah tim PKK,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap jajaran PKK di seluruh tingkatan semakin kompak dan solid, sekaligus mampu mengembangkan program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.

“Harapannya ke depan PKK semakin solid, programnya semakin berkembang, dan tentunya program-programnya bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Saif)