Tasyakuran Hari Pahlawan sekaligus Milad habib Luthfi

Guna memperingati Hari Pahlawan sekaligus Ulang Tahun (milad) ke-72 Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya tahun 2019 digelar tasyakuran di Gedung Kanzus Sholawat Jalan Dr Wahidin, Noyontaansari, Kota Pekalongan, Selasa malam (12/11/2019). Pada momen ini, Habib Luthfi bin Yahya menekankan kepada seluruh elemen masyarakat Kota Pekalongan agar tak terpecah belah.
Tasyakuran Hari Pahlawan ini juga dihadiri oleh Walikota Pekalongan, Wakil Walikota Pekalongan, Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah, Kapolres Pekalongan Kota, Danrem 071 Wijaya Kusuma, Ketua DPRD Kota Pekalongan, Jajaran Kapolres se-eks Wil Pekalongan, Jajaran Dandim se-korem 071 Wijaya Kusuma, tokoh Lintas Agama, Ormas, dan seluruh elemen masyarakat.
Tema yang diusung pada Hari Pahlawan tahun 2019 yakni Aku Pahlawan Masa Kini. Acara yang diawali dengan penampilan paduan suara dari IAIN Pekalongan ini dilanjutkan dengan selayang pandang sekilas perjalanan dakwah dari Habib Luthfi.
Mewakili Pemerintah Kota Pekalongan, Wakil Walikota HA Afzan Arslan Djunaid SE dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang hadir dan bersatu untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. Afzan berharap bahwa semua pihak tetap bersinergi menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta tenteram. Afzan menambahkan bahwa Kota Pekalongan bangga memiliki tokoh penting seperti Habib Luthfi yang telah berkontribusi untuk kota Pekalongan, Jawa Tengah, dan Indonesia.
“Banyak wejangan beliau yang menginspirasi saya. Bagaimana beliau selalu mengedepankan kebudayaan dan kearifan lokal, sebagai contoh ketika makan, ketika beliau disuguhkan apel Washington dan jeruk Australia, dan sebagainya beliau pasti tidak mau makan. Beliau lebih memilih ketela, makanan tradisional. Habib Luthfi juga memberi contoh bagaimana kita mencintai budaya kita, cinta negara kita, dan beliaulah pelopor NKRI harga mati yang selalu didengungkan oleh hampur seluruh elemen Indonesia,” terang Afzan.
Lanjut Afzan mengatakan bahwa Kota Pekalongan bangga mempunyai tokoh, mempunyai pahlawan masa kini yang ada pada diri Habib Luthfi. “Kota Pekalongan juga bangga adanya sinergitas dan kerukunan umat beragama,” tandas Afzan.
Sementara itu, Habib Luthfi bin Yahya menuturkan bahwa malam hari ini bisa duduk dan berdiri bersama untuk menunjukkan bentuk kecil makna Indonesia. “Kami minta jawaban dari yang hadir di tempat ini. Tapi saya tidak suka jawaban mlempem, karena sifat mlempem itu biasanya tidak menunjukkan jiwa ketegasan atau patriortisme yang kuat. Kalau orang yang merasa memiliki bisanya jawabannya tegas. Indonesia! Tegas,” teria Habib Luthfi.
Panitia Hari Pahlawan, Dr KH Masyhudi menerangkan bahwa agenda ini merupakan agenda rutin sebagai kontribusi kita dalam memperingati Hari Pahlawan. “Mereka yang telah rela jiwa, raga, dan Namanya untuk kemerdekaan Indonesia. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi peringatan yang menjadikan kita generasi yang bermakna bagi nusa, bangsa, dan negara,” pungkas Masyhudi.
Tasyakuran Hari Pahlawan ini juga dihadiri oleh Walikota Pekalongan, Wakil Walikota Pekalongan, Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah, Kapolres Pekalongan Kota, Danrem 071 Wijaya Kusuma, Ketua DPRD Kota Pekalongan, Jajaran Kapolres se-eks Wil Pekalongan, Jajaran Dandim se-korem 071 Wijaya Kusuma, tokoh Lintas Agama, Ormas, dan seluruh elemen masyarakat.
Tema yang diusung pada Hari Pahlawan tahun 2019 yakni Aku Pahlawan Masa Kini. Acara yang diawali dengan penampilan paduan suara dari IAIN Pekalongan ini dilanjutkan dengan selayang pandang sekilas perjalanan dakwah dari Habib Luthfi.
Mewakili Pemerintah Kota Pekalongan, Wakil Walikota HA Afzan Arslan Djunaid SE dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang hadir dan bersatu untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. Afzan berharap bahwa semua pihak tetap bersinergi menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta tenteram. Afzan menambahkan bahwa Kota Pekalongan bangga memiliki tokoh penting seperti Habib Luthfi yang telah berkontribusi untuk kota Pekalongan, Jawa Tengah, dan Indonesia.
“Banyak wejangan beliau yang menginspirasi saya. Bagaimana beliau selalu mengedepankan kebudayaan dan kearifan lokal, sebagai contoh ketika makan, ketika beliau disuguhkan apel Washington dan jeruk Australia, dan sebagainya beliau pasti tidak mau makan. Beliau lebih memilih ketela, makanan tradisional. Habib Luthfi juga memberi contoh bagaimana kita mencintai budaya kita, cinta negara kita, dan beliaulah pelopor NKRI harga mati yang selalu didengungkan oleh hampur seluruh elemen Indonesia,” terang Afzan.
Lanjut Afzan mengatakan bahwa Kota Pekalongan bangga mempunyai tokoh, mempunyai pahlawan masa kini yang ada pada diri Habib Luthfi. “Kota Pekalongan juga bangga adanya sinergitas dan kerukunan umat beragama,” tandas Afzan.
Sementara itu, Habib Luthfi bin Yahya menuturkan bahwa malam hari ini bisa duduk dan berdiri bersama untuk menunjukkan bentuk kecil makna Indonesia. “Kami minta jawaban dari yang hadir di tempat ini. Tapi saya tidak suka jawaban mlempem, karena sifat mlempem itu biasanya tidak menunjukkan jiwa ketegasan atau patriortisme yang kuat. Kalau orang yang merasa memiliki bisanya jawabannya tegas. Indonesia! Tegas,” teria Habib Luthfi.
Panitia Hari Pahlawan, Dr KH Masyhudi menerangkan bahwa agenda ini merupakan agenda rutin sebagai kontribusi kita dalam memperingati Hari Pahlawan. “Mereka yang telah rela jiwa, raga, dan Namanya untuk kemerdekaan Indonesia. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi peringatan yang menjadikan kita generasi yang bermakna bagi nusa, bangsa, dan negara,” pungkas Masyhudi.
PRINT +
DOWNLOAD PDF