Taklim Siang di Lapas Pekalongan, Warga Binaan Tunjukkan Semangat Hijrah

Kota Pekalongan – Pembinaan kepribadian terus digencarkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan. Warga binaan Lapas Pekalongan khusyuk dan penuh semangat mengikuti kegiatan taklim rutin yang menjadi bagian penting dari program pembinaan mental dan spiritual. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid At-Taubah di dalam kompleks Lapas setempat, Senin siang (28/7/2025).
 
Dalam kegiatan bertajuk “Pembinaan Kepribadian: Taklim Siang, Warga Binaan Belajar Tata Cara Salat” ini, hadir sebagai pemateri, Ustadz M. Hidayat, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihsan 3 Batang. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan mudah dipahami, Ustadz Hidayat membimbing warga binaan memahami tata cara salat yang benar, mulai dari syarat sah salat, gerakan salat yang sesuai tuntunan Rasulullah SAW, hingga kekhusyukan hati dalam beribadah.
 
“Kita belajar bukan sekadar bagaimana melaksanakan salat, tapi bagaimana salat itu bisa membentuk akhlak kita menjadi lebih baik. Salat adalah tiang agama, yang akan menguatkan kita dalam menjalani hidup dan memperbaiki diri,” terang Ustadz Hidayat dalam ceramahnya.
 
Sebanyak puluhan warga binaan terlihat antusias mengikuti sesi pembinaan ini. Dengan membawa kitab Al-Quran kecil dan catatan pribadi, mereka menyimak penjelasan demi penjelasan yang disampaikan sang ustadz, bahkan beberapa tampak mencatat poin-poin penting yang bisa mereka praktikkan dalam salat harian mereka.
 
Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan, Ika Prihadi Nusantara, menyampaikan bahwa, kegiatan taklim seperti ini merupakan bagian integral dari sistem pembinaan kepribadian di Lapas Pekalongan. Menurutnya, selain pelatihan kemandirian seperti pertanian dan kerajinan, pembinaan spiritual juga menjadi fokus utama untuk membentuk warga binaan yang lebih baik secara utuh.
 
“Kami berkomitmen menyediakan pembinaan yang menyeluruh, termasuk dari sisi keagamaan. Kegiatan taklim siang ini bukan hanya untuk menambah wawasan keislaman warga binaan, tapi juga sebagai proses penyadaran diri. Harapannya, mereka bisa menemukan kembali arah hidup yang benar dan mampu menjadi bagian positif di masyarakat setelah masa pidananya selesai,” ujar Kalapas Ika.
 
Ia menambahkan bahwa, pembinaan keagamaan yang dilakukan secara rutin ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pondok pesantren dan tokoh agama lokal.
 
"Selain belajar salat, kegiatan lain seperti mengaji, ceramah Jumat, dan pesantren kilat juga telah dijalankan dan Alhamdulillah mendapat respons positif dari para warga binaan,"tuturnya.
 
Kalapas menilai, kegiatan taklim siang yang diselenggarakan secara berkala ini diharapkan terus menjadi media perubahan, sehingga saat bebas nanti, para warga binaan benar-benar siap untuk kembali ke tengah masyarakat dengan semangat hidup yang baru dan lebih baik.
 
Sementara itu, salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan ini, sebut saja R, mengaku bersyukur bisa mengikuti pembinaan seperti ini.
 
“Saya banyak khilaf di masa lalu. Tapi di sini, Saya merasa punya kesempatan untuk berubah. Saya baru sadar ternyata banyak hal dalam salat yang sebelumnya Saya lakukan keliru. Alhamdulillah sekarang Saya paham dan ingin memperbaiki semuanya,” tukasnya. (Tim Liputan Kominfo/Dian).