Syahbandar Imbau Jangan Melaut

Awal Januari 2020 ini disambut hujan dengan intensitas tinggi. Cuaca tentu berpengaruh dengan perizinan kapal untuk berlayar. Melalui Syahbandar Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap menginformasikan informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) bahwa Selasa (7/1/2020) sapai dengan Kamis (9/1/2020) gelombang di sekitar PPNP tinggi.
Analyst PPNP, Al Fajar Alam jmenerangkan bahwa menurut BMKG kali ini masih waspada gelombang tinggi hari ini sampai Kamis. Menurut info tersebut kapal tidak dizinkan berlayar. “Awalnya kami berikan peringatan, untuk kapal besar yang akan berangkat untuk memenuhi persyaratan dan membuat surat pernyataan, namun dnegan tingginya gelombang saat ini taka da kapal yang dizinkan untuk berlayar,” terang Fajar.
Dipaparkan Fajar angina di sekitaran PPNP yakni 5-15 knot dari arah Barat Daya sampai Barat Laut dengan gelombang 0,5-1,25 tapi gelombang tinggi masih berpeluang di perairan Utara Jawa Tengah, Karimunjawa, dan Laut Jawa bagian tengah dengan tonggi gelombang 1,25- 2,5.
“Hari ini ada satu kapal yang mengajukan untuk berlayar dan membuat surat pernyataan untuk dikeluarkan surat persetujuan berlayar (SPB), namun izin tidak dikeluarkan karena tak boleh berlayar,” kata Fajar.
Fajar mengimbau agar tetap memperhatikan konsisi cuaca untuk berlayar, jika cuaca kurang kondusif tak usah dipaksakan berangkat. Selain itu alat keselamatan kapal juga harus diseuaikan dengan jumlah ABK, ABK yang berangkat juga harus dalam kondisi sehat sehingga prima untuk berkegiatan di laut, dan kapal yang berangkat harus memiliki SPB.
Analyst PPNP, Al Fajar Alam jmenerangkan bahwa menurut BMKG kali ini masih waspada gelombang tinggi hari ini sampai Kamis. Menurut info tersebut kapal tidak dizinkan berlayar. “Awalnya kami berikan peringatan, untuk kapal besar yang akan berangkat untuk memenuhi persyaratan dan membuat surat pernyataan, namun dnegan tingginya gelombang saat ini taka da kapal yang dizinkan untuk berlayar,” terang Fajar.
Dipaparkan Fajar angina di sekitaran PPNP yakni 5-15 knot dari arah Barat Daya sampai Barat Laut dengan gelombang 0,5-1,25 tapi gelombang tinggi masih berpeluang di perairan Utara Jawa Tengah, Karimunjawa, dan Laut Jawa bagian tengah dengan tonggi gelombang 1,25- 2,5.
“Hari ini ada satu kapal yang mengajukan untuk berlayar dan membuat surat pernyataan untuk dikeluarkan surat persetujuan berlayar (SPB), namun izin tidak dikeluarkan karena tak boleh berlayar,” kata Fajar.
Fajar mengimbau agar tetap memperhatikan konsisi cuaca untuk berlayar, jika cuaca kurang kondusif tak usah dipaksakan berangkat. Selain itu alat keselamatan kapal juga harus diseuaikan dengan jumlah ABK, ABK yang berangkat juga harus dalam kondisi sehat sehingga prima untuk berkegiatan di laut, dan kapal yang berangkat harus memiliki SPB.
PRINT +
DOWNLOAD PDF