SKB Buka Ruang Belajar Inklusif, Siswa PKBM Kingdom Kenali Keberagaman

SKB Buka Ruang Belajar Inklusif, Siswa PKBM Kingdom Kenali Keberagaman
Kota Pekalongan – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan terus membuka ruang pembelajaran yang mendorong pengenalan keberagaman dan nilai-nilai inklusivitas sejak dini. Hal itu salah satunya diwujudkan melalui penerimaan kunjungan siswa kelas V PKBM Kingdom yang belajar secara langsung tentang keberadaan dan karakteristik anak berkebutuhan khusus (ABK).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Value Education PKBM Kingdom, sekaligus menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengenal perbedaan, membangun empati, serta belajar menghargai setiap individu tanpa memandang kondisi dan karakteristiknya.
Guru PKBM Kingdom, Silvia Urunami, mengatakan pembelajaran tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami keberagaman secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui interaksi di lingkungan sosial yang beragam.
“Tujuannya mengenalkan kepada siswa tentang anak-anak yang memiliki kebutuhan dan kesulitan yang berbeda, mengajarkan empati, kepedulian sosial dan rasa menghargai kepada semua orang,” katanya pada kegiatan tersebut, Senin (28/9/2026).
Dengan kegiatan ini siswa diharapkan mampu mengenal dan memahami perbedaan, bersikap dengan baik di lingkungan sosial yang beragam, serta mensyukuri apa yang mereka miliki. Lebih dari itu, siswa juga diharapkan memiliki kepedulian sosial dan empati terhadap lingkungan sekitarnya.
Silvia menegaskan, pengenalan tersebut penting untuk membangun lingkungan sosial yang lebih inklusif, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus dapat tumbuh dan beraktivitas sebagai bagian dari masyarakat tanpa mengalami diskriminasi.
Sementara itu, Kepala SKB Kota Pekalongan, Lisa Anggraeni, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar kunjungan antarlembaga, melainkan menjadi kesempatan bagi dua lembaga pendidikan nonformal untuk saling belajar dan berbagi pengalaman dalam mengembangkan pendidikan inklusif.
“Kami senang sekali bisa menerima kunjungan dari teman-teman PKBM Kingdom. Bagi kami, ini bukan sekadar kunjungan, tapi menjadi kesempatan bagi dua lembaga pendidikan nonformal untuk saling belajar dan berbagi pengalaman tentang pendidikan inklusif,” tuturnya.
Dijelaskan Lisa, pemahaman mengenai keberagaman perlu dikenalkan kepada anak sejak dini. Anak perlu mengetahui bahwa setiap orang memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda, dan keberagaman tersebut merupakan bagian dari kehidupan yang perlu dipahami serta dihargai bersama.
“Pemahaman seperti ini bisa dimulai dari hal sederhana, yaitu bertemu, berinteraksi, dan belajar bersama,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal terbangunnya sinergi yang baik antara SKB Kota Pekalongan dan PKBM Kingdom. Kolaborasi antarlembaga pendidikan nonformal diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang memperkuat nilai empati, kepedulian sosial, penghargaan terhadap perbedaan, dan pendidikan inklusif.
“Semoga pertemuan hari ini bisa menjadi awal dari sinergi yang baik antara SKB Kota Pekalongan dan PKBM Kingdom, dan ke depannya kita bisa terus belajar bersama,” tukasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
Kota Pekalongan – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan terus membuka ruang pembelajaran yang mendorong pengenalan keberagaman dan nilai-nilai inklusivitas sejak dini. Hal itu salah satunya diwujudkan melalui penerimaan kunjungan siswa kelas V PKBM Kingdom yang belajar secara langsung tentang keberadaan dan karakteristik anak berkebutuhan khusus (ABK).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Value Education PKBM Kingdom, sekaligus menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengenal perbedaan, membangun empati, serta belajar menghargai setiap individu tanpa memandang kondisi dan karakteristiknya.
Guru PKBM Kingdom, Silvia Urunami, mengatakan pembelajaran tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami keberagaman secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui interaksi di lingkungan sosial yang beragam.
“Tujuannya mengenalkan kepada siswa tentang anak-anak yang memiliki kebutuhan dan kesulitan yang berbeda, mengajarkan empati, kepedulian sosial dan rasa menghargai kepada semua orang,” katanya pada kegiatan tersebut, Senin (28/9/2026).
Dengan kegiatan ini siswa diharapkan mampu mengenal dan memahami perbedaan, bersikap dengan baik di lingkungan sosial yang beragam, serta mensyukuri apa yang mereka miliki. Lebih dari itu, siswa juga diharapkan memiliki kepedulian sosial dan empati terhadap lingkungan sekitarnya.
Silvia menegaskan, pengenalan tersebut penting untuk membangun lingkungan sosial yang lebih inklusif, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus dapat tumbuh dan beraktivitas sebagai bagian dari masyarakat tanpa mengalami diskriminasi.
Sementara itu, Kepala SKB Kota Pekalongan, Lisa Anggraeni, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar kunjungan antarlembaga, melainkan menjadi kesempatan bagi dua lembaga pendidikan nonformal untuk saling belajar dan berbagi pengalaman dalam mengembangkan pendidikan inklusif.
“Kami senang sekali bisa menerima kunjungan dari teman-teman PKBM Kingdom. Bagi kami, ini bukan sekadar kunjungan, tapi menjadi kesempatan bagi dua lembaga pendidikan nonformal untuk saling belajar dan berbagi pengalaman tentang pendidikan inklusif,” tuturnya.
Dijelaskan Lisa, pemahaman mengenai keberagaman perlu dikenalkan kepada anak sejak dini. Anak perlu mengetahui bahwa setiap orang memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda, dan keberagaman tersebut merupakan bagian dari kehidupan yang perlu dipahami serta dihargai bersama.
“Pemahaman seperti ini bisa dimulai dari hal sederhana, yaitu bertemu, berinteraksi, dan belajar bersama,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal terbangunnya sinergi yang baik antara SKB Kota Pekalongan dan PKBM Kingdom. Kolaborasi antarlembaga pendidikan nonformal diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang memperkuat nilai empati, kepedulian sosial, penghargaan terhadap perbedaan, dan pendidikan inklusif.
“Semoga pertemuan hari ini bisa menjadi awal dari sinergi yang baik antara SKB Kota Pekalongan dan PKBM Kingdom, dan ke depannya kita bisa terus belajar bersama,” tukasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF