Simulasi Bahaya Kebakaran, Pemkot: Mencegah Lebih Baik Dibanding Memadamkan Api

Memperkuat penanggulangan bencana kebakaran, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Tim Satgas Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Pekalongan memberikan simulasi pencegahan serta penanggulangan bahaya kebakaran, bertempat di Lapangan Peturen Kecamatan Pekalongan Barat, Kamis siang (12/12/2019).
Sebelum simulasi dimulai, peserta simulasi terlebih dahulu diberikan sosialisasi dan pengarahan pada pagi harinya di Aula Kecamatan Pekalongan Barat setempat oleh Kepala Satpol PP Kota Pekalongan, Dr. Sri Budi Santoso (SBS) dan Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol PP, Heru Sukamto ST.
Pada sosialisasi bahaya kebakaran tersebut, turut hadir Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE yang membuka kegiatan tersebut. Saelany menyampaikan bahwa mencegah kebakaran merupakan hal yang terpenting dibandingkan memadamkan api.
“Kami sangat apresiasi dan mengucapkan terimakasih adanya kegiatan semacam ini sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kejadian kebakaran yang dapat terjadi kapan saja dan dimanapun baik di bangunan rumah, gedung bertingkat, ruang pelayanan publik, dan sebagainya yang tak jarang menimbulkan dampak yang merugikan baik kehilangan materi maupun korban jiwa. Oleh karena itu, kesiapsiagaan terhadap kejadian kebakaran perlu ditingkatkan,” tutur Saelany.
Menurut Saelany, kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran dan penanggulangan sejak dini terhadap bahaya kebakaran, pada umumnya dirasa masih kurang. Oleh karena itu, diperlukan tingkat pengetahuan dan kemampuan yang memadai dalam mengantisipasinya agar peristiwa kebakaran tidak terjadi.
“Di Kota Pekalongan menurut catatan telah terjadi 35 kejadian kebakaran selama tahun 2019. Yang kami tekankan yang paling penting adalah memaksimalkan upaya pencegahannya agar peristiwa tersebut tidak terjadi. Kami berharap masyarakat bisa mengantisipasinya dari hal terkecil apapun itu misalnya tidak pernah lengah saat memasak seperti meninggalkan dapur jika sedang memasak, tidak membuang puntung rokok sembarangan, mengawasi saat lilin menyala, dan sebagainya,” terang Saelany.
Kepala Satpol PP Kota Pekalongan, Dr Sri Budi Santoso, menjelaskan sosialisasi sekaligus simulasi pencegahan bahaya kebakaran ini diikuti oleh perwakilan ketua RT/RW dari 4 kelurahan yakni Kelurahan Jenggot, Krapyak, Tirto dan Poncol yang wilayahnya sudah diinventarisasi survei lapangan.
“Untuk kelurahan lainnya secara bertahap menyusul di tahun mendatang. Kami memandang sangat perlu untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang akan terus kami gencarkan. Sebab, penanggulan kebakaran itu lebih baik mencegah supaya masyarakat memiliki wawasan, keterampilan, pengetahuan yang memadai untuk penanganan awal maupun upaya pencegahan agar kobaran api yang semula kecil tidak menjadi besar,” papar SBS.
Ditambahkan Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol PP, Heru Sukamto ST usai memberikan pengarahan simulasi menjelaskan dari simulasi ini diharapkan para peserta simulasi dari perwakilan 4 kelurahan wilayah tersebut dapat menjadi relawan satlakar (satuan relawan kebakaran) agar apabila saat terjadi kebakaran awal, mereka dapat menjadi bagian dari satgas damkar untuk penanganan dininya di wilayah masing-masing.
“Kami mengharapkan adanya peran serta masyarakat agar kejadian kebakaran tidak menyebar kemana mana. Penyebab utama kebakaran saat ini mayoritas karena terjadi konsleting listrik, kebakaran lahan dari pembakaran sampah. Sehingga, kami berharap untuk setiap RT memiliki APAR, dan di rumah tersedia kain yang dibasahi, tidak hanya karung goni, bisa menggunakan daster atau kain perca yang tidak dipakai kembali. Namun, untuk kondisi api yang besar, masyarakat jangan sesekali bertindak sendiri, harus ada pendampingan dari petugas damkar setempat atau menghubungi Call Center 112 yang nantinya akan dihubungkan ke telp damkar (0285) 435301 sehingga penanganannya lebih cepat dan tepat. Dan kami sangat menekankan, apabila terjadi kebakaran, selalu waspada dan jangan panik,” imbuh Heru.
Sebelum simulasi dimulai, peserta simulasi terlebih dahulu diberikan sosialisasi dan pengarahan pada pagi harinya di Aula Kecamatan Pekalongan Barat setempat oleh Kepala Satpol PP Kota Pekalongan, Dr. Sri Budi Santoso (SBS) dan Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol PP, Heru Sukamto ST.
Pada sosialisasi bahaya kebakaran tersebut, turut hadir Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE yang membuka kegiatan tersebut. Saelany menyampaikan bahwa mencegah kebakaran merupakan hal yang terpenting dibandingkan memadamkan api.
“Kami sangat apresiasi dan mengucapkan terimakasih adanya kegiatan semacam ini sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kejadian kebakaran yang dapat terjadi kapan saja dan dimanapun baik di bangunan rumah, gedung bertingkat, ruang pelayanan publik, dan sebagainya yang tak jarang menimbulkan dampak yang merugikan baik kehilangan materi maupun korban jiwa. Oleh karena itu, kesiapsiagaan terhadap kejadian kebakaran perlu ditingkatkan,” tutur Saelany.
Menurut Saelany, kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran dan penanggulangan sejak dini terhadap bahaya kebakaran, pada umumnya dirasa masih kurang. Oleh karena itu, diperlukan tingkat pengetahuan dan kemampuan yang memadai dalam mengantisipasinya agar peristiwa kebakaran tidak terjadi.
“Di Kota Pekalongan menurut catatan telah terjadi 35 kejadian kebakaran selama tahun 2019. Yang kami tekankan yang paling penting adalah memaksimalkan upaya pencegahannya agar peristiwa tersebut tidak terjadi. Kami berharap masyarakat bisa mengantisipasinya dari hal terkecil apapun itu misalnya tidak pernah lengah saat memasak seperti meninggalkan dapur jika sedang memasak, tidak membuang puntung rokok sembarangan, mengawasi saat lilin menyala, dan sebagainya,” terang Saelany.
Kepala Satpol PP Kota Pekalongan, Dr Sri Budi Santoso, menjelaskan sosialisasi sekaligus simulasi pencegahan bahaya kebakaran ini diikuti oleh perwakilan ketua RT/RW dari 4 kelurahan yakni Kelurahan Jenggot, Krapyak, Tirto dan Poncol yang wilayahnya sudah diinventarisasi survei lapangan.
“Untuk kelurahan lainnya secara bertahap menyusul di tahun mendatang. Kami memandang sangat perlu untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang akan terus kami gencarkan. Sebab, penanggulan kebakaran itu lebih baik mencegah supaya masyarakat memiliki wawasan, keterampilan, pengetahuan yang memadai untuk penanganan awal maupun upaya pencegahan agar kobaran api yang semula kecil tidak menjadi besar,” papar SBS.
Ditambahkan Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol PP, Heru Sukamto ST usai memberikan pengarahan simulasi menjelaskan dari simulasi ini diharapkan para peserta simulasi dari perwakilan 4 kelurahan wilayah tersebut dapat menjadi relawan satlakar (satuan relawan kebakaran) agar apabila saat terjadi kebakaran awal, mereka dapat menjadi bagian dari satgas damkar untuk penanganan dininya di wilayah masing-masing.
“Kami mengharapkan adanya peran serta masyarakat agar kejadian kebakaran tidak menyebar kemana mana. Penyebab utama kebakaran saat ini mayoritas karena terjadi konsleting listrik, kebakaran lahan dari pembakaran sampah. Sehingga, kami berharap untuk setiap RT memiliki APAR, dan di rumah tersedia kain yang dibasahi, tidak hanya karung goni, bisa menggunakan daster atau kain perca yang tidak dipakai kembali. Namun, untuk kondisi api yang besar, masyarakat jangan sesekali bertindak sendiri, harus ada pendampingan dari petugas damkar setempat atau menghubungi Call Center 112 yang nantinya akan dihubungkan ke telp damkar (0285) 435301 sehingga penanganannya lebih cepat dan tepat. Dan kami sangat menekankan, apabila terjadi kebakaran, selalu waspada dan jangan panik,” imbuh Heru.
PRINT +
DOWNLOAD PDF