Sensus Ekonomi 2026 Hampir Tuntas, BPS Kota Pekalongan Perkuat Kolaborasi Petugas

Sensus Ekonomi 2026 Hampir Tuntas, BPS Kota Pekalongan Perkuat Kolaborasi Petugas
Kota Pekalongan – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Pekalongan terus menunjukkan progres positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan mengoptimalkan kolaborasi antarpetugas di lapangan untuk memastikan seluruh pelaku usaha dapat terdata secara maksimal sebelum batas akhir pendataan pada 31 Agustus 2026.
Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk mempercepat penyelesaian pendataan. Petugas tidak hanya melakukan pendataan secara door-to-door dari rumah ke rumah maupun ke perusahaan, tetapi juga menyasar sejumlah lokasi seperti pondok pesantren dan lembaga pemasyarakatan (lapas).
“Petugas-petugas kami di lapangan sudah berupaya untuk menyelesaikan. Selain door-to-door dari rumah ke rumah dan ke perusahaan, ada juga yang mendata di pondok pesantren dan lapas,” ujar Hayu saat dikonfirmasi Jumat (28/8/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan prelist awal, target pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Pekalongan mencapai sekitar 126.868 usaha. Dalam perkembangannya, jumlah pendataan yang telah dilakukan bahkan mencapai lebih dari 135 ribu atau sekitar 106 persen dari target prelist.
Menurut Hayu, capaian tersebut menjadi indikator positif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi. Namun, petugas masih menghadapi dinamika di lapangan, seperti adanya usaha yang sudah tutup, berpindah lokasi, maupun munculnya usaha-usaha baru yang belum tercantum dalam prelist.
“Karena prelist ini merupakan data dari tahun-tahun sebelumnya, ternyata ada juga usaha yang baru, ada yang tidak ditemukan atau tutup, ada yang pindah lokasi dan sebagainya. Ini masih menjadi tantangan kami untuk terus menyasar agar jangan sampai ada yang terlewat,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Hayu menyebut progres pendataan telah mencapai sekitar 98 persen, sehingga masih terdapat sekitar 2 persen yang perlu dituntaskan hingga batas waktu 31 Agustus 2026. Pihaknya optimistis sisa pendataan tersebut dapat diselesaikan dengan mengoptimalkan kekuatan tim.
“Kami optimis, karena ini kan tim. Jadi, yang sudah selesai akan membantu yang belum selesai. Dengan kolaborasi, baik di dalam tim maupun antar tim, diharapkan progres pelaksanaan Sensus Ekonomi ini bisa lebih cepat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kolaborasi tersebut dinilai penting karena kondisi di setiap wilayah berbeda. Beberapa petugas menemukan cukup banyak penduduk maupun usaha baru sehingga membutuhkan waktu pendataan lebih panjang. Petugas dari wilayah yang telah menyelesaikan pendataannya kemudian dapat membantu wilayah lain yang masih membutuhkan dukungan.
Dengan penguatan koordinasi dan optimalisasi petugas hingga hari terakhir pendataan, BPS Kota Pekalongan terus berupaya memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan maksimal.
"Data yang terkumpul diharapkan dapat menjadi dasar informasi yang semakin kuat untuk menggambarkan kondisi dan perkembangan perekonomian Kota Pekalongan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Pekalongan terus menunjukkan progres positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan mengoptimalkan kolaborasi antarpetugas di lapangan untuk memastikan seluruh pelaku usaha dapat terdata secara maksimal sebelum batas akhir pendataan pada 31 Agustus 2026.
Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk mempercepat penyelesaian pendataan. Petugas tidak hanya melakukan pendataan secara door-to-door dari rumah ke rumah maupun ke perusahaan, tetapi juga menyasar sejumlah lokasi seperti pondok pesantren dan lembaga pemasyarakatan (lapas).
“Petugas-petugas kami di lapangan sudah berupaya untuk menyelesaikan. Selain door-to-door dari rumah ke rumah dan ke perusahaan, ada juga yang mendata di pondok pesantren dan lapas,” ujar Hayu saat dikonfirmasi Jumat (28/8/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan prelist awal, target pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Pekalongan mencapai sekitar 126.868 usaha. Dalam perkembangannya, jumlah pendataan yang telah dilakukan bahkan mencapai lebih dari 135 ribu atau sekitar 106 persen dari target prelist.
Menurut Hayu, capaian tersebut menjadi indikator positif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi. Namun, petugas masih menghadapi dinamika di lapangan, seperti adanya usaha yang sudah tutup, berpindah lokasi, maupun munculnya usaha-usaha baru yang belum tercantum dalam prelist.
“Karena prelist ini merupakan data dari tahun-tahun sebelumnya, ternyata ada juga usaha yang baru, ada yang tidak ditemukan atau tutup, ada yang pindah lokasi dan sebagainya. Ini masih menjadi tantangan kami untuk terus menyasar agar jangan sampai ada yang terlewat,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Hayu menyebut progres pendataan telah mencapai sekitar 98 persen, sehingga masih terdapat sekitar 2 persen yang perlu dituntaskan hingga batas waktu 31 Agustus 2026. Pihaknya optimistis sisa pendataan tersebut dapat diselesaikan dengan mengoptimalkan kekuatan tim.
“Kami optimis, karena ini kan tim. Jadi, yang sudah selesai akan membantu yang belum selesai. Dengan kolaborasi, baik di dalam tim maupun antar tim, diharapkan progres pelaksanaan Sensus Ekonomi ini bisa lebih cepat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kolaborasi tersebut dinilai penting karena kondisi di setiap wilayah berbeda. Beberapa petugas menemukan cukup banyak penduduk maupun usaha baru sehingga membutuhkan waktu pendataan lebih panjang. Petugas dari wilayah yang telah menyelesaikan pendataannya kemudian dapat membantu wilayah lain yang masih membutuhkan dukungan.
Dengan penguatan koordinasi dan optimalisasi petugas hingga hari terakhir pendataan, BPS Kota Pekalongan terus berupaya memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan maksimal.
"Data yang terkumpul diharapkan dapat menjadi dasar informasi yang semakin kuat untuk menggambarkan kondisi dan perkembangan perekonomian Kota Pekalongan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF