Sekolah Iklim Pekalongan, Ajak Generasi Muda Peduli Ketahanan Pesisir

Sekolah Iklim Pekalongan, Ajak Generasi Muda Peduli Ketahanan Pesisir
Kota Pekalongan – Kepedulian terhadap lingkungan ditanamkan sejak bangku sekolah melalui Program Sekolah Iklim Pekalongan. Program ini membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, khususnya penurunan muka tanah dan banjir rob di wilayah pesisir. Hal tersebut disampaikan Project Officer Comdev Program Adaptation Fund Kemitraan Indonesia, Eva S. Nisa, usai membuka kegiatan Sekolah Iklim Pekalongan di Permata Room Hotel Nirwana Kota Pekalongan, Jumat (9/10/2026).
Program KEMITRAAN bersama Evorise Consulting (PT Evorise Strategi Lestari) sebagai pelaksana teknis ini melibatkan Komunitas KOBAR (Kolaborasi Aksi Generasi Muda). Eva mengatakan, program ini mengajak pelajar mengenali kondisi lingkungan sekaligus mengambil peran dalam menjaga kelestariannya.
“Harapannya, dari 30 adik-adik semua ini bisa menjadi agen perubahan. Mereka bisa melakukan hal-hal kecil, meskipun sederhana, tetapi bermanfaat untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.
Program ini diikuti 30 siswa dari 10 SMA/SMK di Kota Pekalongan melalui tiga tahapan, yakni belajar (learn), beraksi (act), dan berbagi (communicate). Usai pembukaan, peserta mengamati penurunan muka tanah dan perangkat pemantauan di Stadion Hoegeng, mempelajari pengelolaan sampah dan prinsip 3R di TPS-3R Padukuhan Kraton, serta mengenal ekosistem mangrove di Pekalongan Mangrove Park.
"Pada 15–18 Oktober 2026, para siswa akan menjalankan 10 proyek adaptasi, seperti pertanian perkotaan, pengelolaan limbah, pembibitan mangrove, dan konservasi air. Rangkaian program dilanjutkan dengan pengukuhan Komunitas Siswa Peduli Iklim Pekalongan pada 27 Oktober 2026,"terangnya.
Melalui program ini, pelajar diajak membiasakan diri memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, menanam sayuran, menghemat air, serta mengajak keluarga dan teman menjaga lingkungan.
"Langkah sederhana yang dilakukan bersama ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi muda yang peduli dan aktif memperkuat ketahanan pesisir Pekalongan,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan – Kepedulian terhadap lingkungan ditanamkan sejak bangku sekolah melalui Program Sekolah Iklim Pekalongan. Program ini membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, khususnya penurunan muka tanah dan banjir rob di wilayah pesisir. Hal tersebut disampaikan Project Officer Comdev Program Adaptation Fund Kemitraan Indonesia, Eva S. Nisa, usai membuka kegiatan Sekolah Iklim Pekalongan di Permata Room Hotel Nirwana Kota Pekalongan, Jumat (9/10/2026).
Program KEMITRAAN bersama Evorise Consulting (PT Evorise Strategi Lestari) sebagai pelaksana teknis ini melibatkan Komunitas KOBAR (Kolaborasi Aksi Generasi Muda). Eva mengatakan, program ini mengajak pelajar mengenali kondisi lingkungan sekaligus mengambil peran dalam menjaga kelestariannya.
“Harapannya, dari 30 adik-adik semua ini bisa menjadi agen perubahan. Mereka bisa melakukan hal-hal kecil, meskipun sederhana, tetapi bermanfaat untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.
Program ini diikuti 30 siswa dari 10 SMA/SMK di Kota Pekalongan melalui tiga tahapan, yakni belajar (learn), beraksi (act), dan berbagi (communicate). Usai pembukaan, peserta mengamati penurunan muka tanah dan perangkat pemantauan di Stadion Hoegeng, mempelajari pengelolaan sampah dan prinsip 3R di TPS-3R Padukuhan Kraton, serta mengenal ekosistem mangrove di Pekalongan Mangrove Park.
"Pada 15–18 Oktober 2026, para siswa akan menjalankan 10 proyek adaptasi, seperti pertanian perkotaan, pengelolaan limbah, pembibitan mangrove, dan konservasi air. Rangkaian program dilanjutkan dengan pengukuhan Komunitas Siswa Peduli Iklim Pekalongan pada 27 Oktober 2026,"terangnya.
Melalui program ini, pelajar diajak membiasakan diri memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, menanam sayuran, menghemat air, serta mengajak keluarga dan teman menjaga lingkungan.
"Langkah sederhana yang dilakukan bersama ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi muda yang peduli dan aktif memperkuat ketahanan pesisir Pekalongan,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF