Satu Bus Pemudik Program Mudik Gratis Tiba di Terminal Pekalongan

Kota Pekalongan – Sebanyak satu armada bus yang membawa para pemudik asal Kota Pekalongan dalam Program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 tiba dengan selamat di Terminal Tipe A Pekalongan pada Senin sore (16/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Para pemudik diberangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta sebagai titik awal keberangkatan menuju berbagai daerah di Jawa Tengah, termasuk Kota Pekalongan. Kedatangan para pemudik tersebut turut dikawal oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan. 
 
Kepala Bidang Angkutan dan Pengendalian Operasional Lalu Lintas Dishub Kota Pekalongan, Endang Kostaman, menjelaskan bahwa, program Mudik Gratis yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merupakan bagian dari upaya mendukung kelancaran masa Angkutan Lebaran tahun 2026 sekaligus membantu masyarakat perantauan pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.
 
Menurut Endang, sebelum keberangkatan para pemudik dari Jakarta, telah dilakukan persiapan dan pelepasan secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi  bersama jajaran Forkopimda dan instansi terkait pada Senin pagi. Dari program tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mendapatkan alokasi satu armada bus dengan kapasitas 50 penumpang.
 
“Alhamdulillah kursinya penuh semua. Memang sebenarnya kebutuhan masyarakat Kota Pekalongan yang merantau di Jakarta cukup banyak dan berharap bisa difasilitasi lebih dari satu bus. Namun karena keterbatasan anggaran, sementara ini kami mendapatkan alokasi satu armada dengan kapasitas 50 orang,” ujar Endang.
 
Ia menambahkan bahwa, Pemerintah Kota Pekalongan juga berupaya memberikan kenyamanan tambahan bagi para pemudik selama perjalanan. Salah satunya dengan menyediakan konsumsi berupa snack yang diberikan melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
 
Endang mengungkapkan bahwa, perjalanan bus pemudik dari Jakarta menuju Kota Pekalongan berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Kondisi arus lalu lintas yang belum terlalu padat juga menjadi faktor yang mendukung kelancaran perjalanan sehingga bus dapat tiba sesuai jadwal yang diperkirakan.
 
“Alhamdulillah perjalanan lancar. Arus mudik pada hari ini juga masih belum terlalu padat sehingga bus bisa sampai di Terminal Tipe A Kota Pekalongan tepat waktu sesuai dengan perkiraan,” jelasnya.
 
Terkait kemungkinan program balik bagi para perantau menuju Jakarta setelah Lebaran, Endang menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dishub Kota Pekalongan saat ini masih terus melakukan koordinasi untuk memastikan rencana program tersebut.
 
“Untuk program balik ke rantauan sementara ini belum ada informasi lebih lanjut. InsyaAllah sekitar tanggal 26 kami masih terus berkoordinasi dengan Pemprov Jateng terkait kemungkinan adanya program balik rantau,” tambahnya.
 
Sementara itu, salah satu pemudik bernama Tarmudji mengaku sangat bersyukur bisa mengikuti program mudik gratis tersebut. Pria asal Pekalongan yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang di Jakarta Timur itu mengatakan bahwa, program ini sangat membantu para perantau, terutama dalam menghemat biaya perjalanan saat musim mudik Lebaran.
 
“Alhamdulillah senang sekali bisa ikut program mudik gratis ini. Tidak dipungut biaya sama sekali, jadi sangat membantu kami yang ingin pulang kampung saat Lebaran,” ujar Tarmudji.
 
Ia menjelaskan bahwa, jika menggunakan bus reguler, biaya perjalanan dari Jakarta ke Pekalongan biasanya mencapai sekitar Rp250.000 per orang. Dengan adanya program ini, ia bisa menghemat pengeluaran perjalanan bersama keluarganya.
 
Tarmudji sendiri mudik bersama istri serta dua orang cucunya. Ia berangkat dari TMII Jakarta Timur sekitar pukul 12.00 WIB setelah dilepas oleh Gubernur Jawa Tengah dan tiba di Terminal Pekalongan sekitar pukul 16.00 WIB.
 
“Perjalanannya lancar dan nyaman. Kami berangkat dari TMII pukul 12.00 WIB dan sampai di Pekalongan sekitar pukul 16.00 WIB,” tuturnya.
 
Ia juga mengungkapkan bahwa, ini bukan kali pertama dirinya mengikuti program mudik gratis. Sebelumnya ia telah tiga kali memanfaatkan program serupa, yakni satu kali menggunakan kereta api dan dua kali menggunakan bus.
 
“Semoga program mudik gratis ini bisa terus berlanjut karena sangat membantu masyarakat perantau seperti kami,” pungkasnya.
 
 
(Tim Liputan Kominfo/Dian)