Satu Abad NU Jadi Momentum Naik Kelas dalam Pengabdian Umat

Kota Pekalongan — Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momentum penting bagi warga NU untuk memperkuat khidmah dan peran sosial organisasi. Hal itu disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pekalongan, Dr. KH. Moch Machrus Abdullah, Lc, M.Si, usai Apel Akbar Satu Abad NU yang digelar di halaman Gedung Aswaja Kota Pekalongan, Senin (05/01/2026).
Menurutnya, memasuki abad kedua, NU menghadapi tantangan yang semakin besar. Oleh karena itu, NU harus mampu bertransformasi menjadi organisasi yang semakin matang, solid, dan berdaya guna bagi umat serta bangsa.
“Di abad ini, justru kita punya tantangan besar bagaimana NU bisa semakin lebih baik. Dengan dinamika yang terjadi, saya pikir ini momentum kita untuk naik kelas,” ujarnya.
KH. Machrus menegaskan, kunci kekuatan NU terletak pada keikhlasan para pengurus dan jamaah dalam berkhidmah. Sebagai organisasi masyarakat, NU berdiri di atas pengabdian dan kesukarelaan, bukan kepentingan pribadi.
“Yang kedua, kita ingin NU semakin solid, semakin baik, dan semakin kuat kesadaran berkhidmatnya. Keikhlasan berkhidmat ini kunci dalam berorganisasi,” ungkapnya.
Apel akbar ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-103 Hijriah dan Satu Abad NU Miladiah yang akan diperingati pada 31 Januari mendatang. Sejak 1 Januari, PCNU telah mengawali kegiatan dengan pemasangan bendera NU di seluruh Kota Pekalongan. Kegiatan dilanjutkan dengan istighosah bersama seluruh pengurus MWC, lembaga, banom, dan ranting, sekaligus haul Gus Dur dan seminar pemikiran almarhum Presiden RI ke-4 tersebut.
KH. Machrus berharap, seluruh kader dan warga NU semakin mantap menanamkan nilai khidmah, persatuan, dan pengabdian sosial. Baginya, satu abad NU bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi peneguh jalan perjuangan.
“NU ini organisasi masyarakat, di mana semuanya dilakukan dengan ikhlas dan sepenuh hati,”tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF