Saber AKI, AKB, dan Stunting sasar 1.096 Balita Risti

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan terus berkomitmen dalam upaya penuruanan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan penurunan stunting di Kota Pekalongan, salah satunya melalui kegiatan Saber AKI, AKB, dan Stunting.

Kegiatan ini untuk melakukan deteksi dini risiko tinggi pada ibu, bayi balita, dan kasus stunting yang dilakukan oleh bidan, dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anak, juga melibatkan kader. Awal tahun ini sasaran Saber AKI, AKB, dan Stunting yakni sebanyak 1.096 balita dengan risiko tinggi (risti). 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Pekalongan, dr Indah Kurniawati mengungkapkan bahwa deteksi dini dilakukan memotong rantai rujukan pada risiko tinggi pada ibu, bayi balita stunting serta tepatnya penanganan kasus.

"Awal tahun 2024 ini kami melaksanakan Saber AKI, AKB, dan Stunting di 14 puskesmas mulai tanggal 24 Januari sampai dengan 7 Februari 2024. Jadi satu lokasi dilaksanakan 2 hari, pertama harinya 50 balita," terang dr IndahIndah saat ditemui di Puskesmas Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Rabu (31/1/2024). 

Pada Saber AKI, AKB, Stunting ini dilaksanakan kegiatan skrining kepada semua sasaran balita pendek dan sangat pendek usia 0-5 tahun dengan sasaran 1.096 balita di seluruh wilayah Puskesmas di Kota Pekalongan.

Rabu (31/1/2024) sampai Kamis (1/2/2024) dilaksanakan di Puskesmas Bendan dan Puskesmas Sokorejo. "Jadi setiap puskesmas menangani balita risiko tinggi di wilayah binaannya. Kami libatkan 3 dokter spesialis anak setiap harinya," kata Indah.