Rutan Pekalongan Sinergi dengan Dindik, Rintis Program Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan

Kota Pekalongan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan melalui akses pendidikan. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan dengan melakukan koordinasi bersama Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan terkait rintisan Program Pendidikan Kesetaraan. Koordinasi ini dilaksanakan oleh Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, didampingi Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, M. Anang Saefulloh, dengan Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Sherly Imandha Hidayah, Kamis (22/1/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana penyelenggaraan Program Pendidikan Kesetaraan atau Kejar Paket bagi narapidana dan anak binaan di Rutan Pekalongan.
Program ini merupakan bagian dari Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-11 yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pembinaan sumber daya manusia warga binaan melalui pendidikan.
Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menyampaikan bahwa, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting dalam proses pembinaan narapidana dan anak binaan. Melalui pendidikan kesetaraan, warga binaan yang sebelumnya putus sekolah atau belum menyelesaikan pendidikan formal tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan dan memperoleh ijazah yang diakui secara resmi.
“Melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, kami berharap Program Kejar Paket ini dapat menjadi sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan. Pendidikan menjadi bekal penting agar mereka memiliki keterampilan dan kepercayaan diri saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Karutan Nanang.
Karutan Nanang menambahkan, rintisan program ini juga sejalan dengan upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan berorientasi pada pemulihan serta reintegrasi sosial.
"Dengan adanya pendidikan kesetaraan, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali kemampuan dan wawasan untuk menata masa depan yang lebih baik,"ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Sherly Imanda Hidayah, menyambut baik inisiatif Rutan Pekalongan dalam memberikan akses pendidikan bagi warga binaan.
Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap warga negara tanpa terkecuali, termasuk bagi narapidana dan anak binaan.
“Kami dari Dinas Pendidikan Kota Pekalongan pada prinsipnya sangat mendukung rintisan Program Pendidikan Kesetaraan di Rutan Pekalongan. Pendidikan nonformal melalui Kejar Paket A, B, maupun C menjadi solusi bagi masyarakat, termasuk warga binaan, yang belum menuntaskan pendidikan formalnya,” jelas Sherly.
Sherly menambahkan, melalui kerja sama ini, pihaknya akan menyiapkan skema pendampingan, kurikulum, serta mekanisme pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga binaan. Ia berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup warga binaan.
“Harapan kami, setelah mengikuti pendidikan kesetaraan, warga binaan memiliki bekal akademik yang cukup sehingga dapat lebih mudah beradaptasi dan berkontribusi secara positif ketika kembali ke masyarakat. Pendidikan adalah kunci untuk membuka peluang masa depan yang lebih baik,” imbuhnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menindaklanjuti koordinasi dengan menyusun rencana kerja sama dan persiapan teknis penyelenggaraan Program Kejar Paket yang direncanakan mulai berjalan pada tahun 2026.
Lanjut Sherly menegaskan, melalui rintisan Program Pendidikan Kesetaraan ini, Rutan Kelas IIA Pekalongan bersama Dinas Pendidikan Kota Pekalongan berkomitmen menghadirkan pembinaan yang lebih komprehensif, berkelanjutan, dan berorientasi pada masa depan warga binaan, guna mendukung proses reintegrasi sosial yang lebih baik.
"Program ini diharapkan dapat menjangkau narapidana dan anak binaan yang membutuhkan layanan pendidikan, sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pembinaan di Rutan Pekalongan,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF