Revitalisasi SKB Hampir Rampung, Dukung Kenyamanan dan Layanan Pendidikan Nonformal

Kota Pekalongan - Pembangunan Sarana dan Prasarana Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) saat ini telah memasuki tahap akhir. Proyek pengembangan fasilitas pendidikan nonformal tersebut dilaksanakan guna mendukung kelancaran proses pembelajaran serta meningkatkan kenyamanan warga belajar dan tenaga pendidik di lingkungan SKB.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Mabruri melalui Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF), Sherly Imanda Hidayah saat ditemui di SKB Kota Pekalongan, Selasa (16/12/2025) mengatakan bahwa progres pembangunan SKB sudah hampir selesai dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tujuh hari ke depan.
“Alhamdulillah, saat ini progres pembangunan Sanggar Kegiatan Belajar sudah hampir selesai. InsyaAllah sekitar tujuh hari lagi seluruh pembangunan dapat dirampungkan,” katanya.
Dalam pengembangan tersebut, SKB mendapatkan penambahan sejumlah ruang baru yang signifikan. Terdapat 3 ruang kelas baru yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran, 1 ruang keterampilan, serta 1 ruang guru. Selama ini, ruang guru masih bergabung dengan ruang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), sehingga dengan selesainya pembangunan ini diharapkan aktivitas tenaga pendidik dapat berlangsung lebih optimal.
“Nantinya, setelah seluruh pembangunan selesai dan dilakukan serah terima, ruang tersebut akan langsung kita gunakan sesuai peruntukannya, khususnya ruang guru agar lebih nyaman dan kondusif,” tambahnya.
Selain penambahan ruang utama, dijelaskan Sherly pembangunan SKB juga dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung lainnya, seperti mushola, pagar, jembatan penghubung, serta fasilitas WC. Keberadaan fasilitas pendukung ini diharapkan mampu menunjang keamanan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas pembelajaran di lingkungan SKB.
Dari sisi pendanaan, ia menyebutkan pembangunan ini bersumber dari beberapa skema pembiayaan. Untuk pembangunan 3 ruang kelas baru, pendanaan berasal dari program revitalisasi sekolah dari Kementerian. Sementara itu, pembangunan ruang keterampilan dan ruang guru didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Lebih lanjut, ia menambahkan penataan lingkungan SKB juga mulai diarahkan untuk mendukung konsep ramah disabilitas. Mengingat beberapa kelas inklusi masih dalam tahap pengembangan, upaya peningkatan sarana dan prasarana dilakukan secara bertahap.
“Terkait penataan ramah disabilitas memang masih berproses. Kami mohon dukungan semua pihak agar secara perlahan dapat terus memperbaiki sarana dan prasarana. Ke depan mungkin akan ditambahkan railing, sementara fasilitas WC sudah mulai dibuat ramah disabilitas,” tambahnya.
Ia berharap, dengan selesainya pembangunan dan peningkatan fasilitas tersebut, SKB dapat memberikan lingkungan belajar yang semakin nyaman dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
“Harapan kita bersama, anak-anak semakin nyaman berada di kelas masing-masing. Dengan fasilitas yang semakin baik, tentu akan membuat anak-anak semakin semangat untuk belajar di SKB,” tutupnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF