Resto Apung PMP Buka Peluang Ekonomi Warga dengan View Pantai

Resto Apung PMP Buka Peluang Ekonomi Warga dengan View Pantai

Kota Pekalongan – Menikmati kuliner dengan suasana mangrove dan panorama pesisir kini diproyeksikan menjadi pengalaman baru di Pekalongan Mangrove Park (PMP), Kelurahan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Kehadiran Resto Apung PMP tidak hanya menawarkan tempat makan dengan pemandangan pantai, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Konsep tersebut mulai diperkenalkan melalui Simulasi Pembukaan Resto Apung PMP, Senin siang (5/10/2026). Resto ini nantinya dikelola oleh Pokdarwis Cipta Pesona Mandiri Kandang Panjang dengan melibatkan potensi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Team Leader PMU Kemitraan Indonesia, Arief Mahmudi, mengatakan pembangunan Resto Apung PMP diarahkan tidak sekadar menghadirkan fasilitas fisik, tetapi menjadi bagian dari upaya menciptakan sumber penghidupan baru bagi masyarakat yang terdampak sekaligus mendorong warga agar memiliki peran dalam menjaga kawasan.

“Tujuan besarnya di sini untuk penghidupan baru bagi warga masyarakat yang terdampak. Oleh karena itu, pengelolaannya juga masyarakat sekitar, sehingga kami dorong menjadi salah satu alternatif mata pencaharian bagi kelompok masyarakat,” ujarnya.

Menurut Arief, keberadaan resto juga diharapkan mampu menggerakkan ekosistem ekonomi lokal. Produk perikanan dari para petambak yang selama ini mendapatkan pendampingan dari Kemitraan Indonesia dan dinas terkait dapat diserap untuk kebutuhan restoran. Begitu pula hasil urban farming berupa sayuran dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendukung menu.

Dengan demikian, Resto Apung PMP diharapkan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi ruang yang mempertemukan berbagai potensi masyarakat, mulai dari kelompok sadar wisata (pokdarwis), kelompok tani hutan (KTH), hingga kelompok nelayan.

“Banyak sebenarnya kegiatan yang nanti bisa dikembangkan. Di sini bisa ada event khusus, misalnya kegiatan hiburan live music, lomba, maupun aktivitas yang membuat orang bisa berinteraksi. Wisata air juga bisa menjadi wahana baru, misalnya kano atau berperahu bersama,” terang Arief.

Tak hanya kuliner, kawasan ini juga diarahkan memiliki paket eco-trip yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi Pokdarwis dan KTH. Pengunjung nantinya tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga dapat menikmati suasana pesisir, mengenal ekosistem mangrove, hingga mengikuti berbagai aktivitas wisata berbasis lingkungan.

"Untuk memastikan masyarakat siap mengelola usaha, pendampingan juga dilakukan melalui pelatihan dan praktik pengolahan makanan. Bahkan, pihak Kemitraan Indonesia mendatangkan chef untuk memberikan pembekalan agar kelompok pengelola mampu menyajikan menu yang menarik dan layak dipasarkan,"bebernya.

Sementara itu, Plt Kelurahan Kandang Panjang, Basuki, menyampaikan bahwa Resto Apung PMP nantinya dikelola oleh Pokdarwis Cipta Pesona Mandiri. Selain menyediakan kuliner, pengelola juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung, termasuk pertunjukan musik pada waktu-waktu tertentu untuk menambah daya tarik kunjungan.

Dalam simulasi pembukaan, salah satu menu yang diperkenalkan adalah ikan asap. Selain itu, tersedia pula pilihan ayam bakar, seafood, mie, serta aneka makanan ringan. Ke depan, menu tersebut masih akan dikembangkan sesuai kebutuhan dan minat pengunjung.

“Untuk promosi, kami akan mengenalkan melalui media yang kami punya dan menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa di wilayah kami ada tempat untuk beristirahat dan bersantai. Di sini juga nantinya tersedia tempat meeting, sehingga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertemuan sekaligus menikmati menu yang tersedia,” jelas Basuki.

Ketua Pokdarwis Cipta Pesona Mandiri Kandang Panjang, Suwitno, menambahkan bahwa Pokdarwis Cipta Pesona Mandiri siap mengelola operasional restoran setelah proses serah terima dan pengaturan pengelolaan kawasan selesai.

"Daftar harga menu yang disiapkan juga cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp5.000 hingga Rp35.000 untuk makanan dan minuman. Hal ini diharapkan dapat membuat Resto Apung PMP menjadi salah satu pilihan rekreasi kuliner yang ramah bagi masyarakat,"ungkap Suwitno.

Ke depan, keberadaan Resto Apung PMP diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat makan. Dengan perpaduan kuliner, panorama pesisir, kawasan mangrove, aktivitas wisata, dan keterlibatan masyarakat lokal, kawasan ini berpotensi menjadi ruang tumbuhnya ekonomi baru sekaligus destinasi wisata yang memperkuat daya tarik pesisir Kota Pekalongan.

"Pemberdayaan masyarakat pun menjadi ruh utama pengembangannya. Dengan kolaborasi berbagai kelompok dan dukungan pemangku kepentingan, Resto Apung PMP diharapkan mampu berkembang secara mandiri, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi warga sekitar,"tukasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)