Ratusan Warga Terima Manfaat Piring Kasih dan Pakaian Pantas Pakai WKRI Pekalongan

Ratusan Warga Terima Manfaat Piring Kasih dan Pakaian Pantas Pakai WKRI Pekalongan

Kota Pekalongan – Wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat ditunjukkan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Pekalongan melalui kegiatan pelayanan kasih berupa Piring Kasih dan pemberian pakaian pantas pakai di Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan, Senin (21/9/2026).

Kegiatan tersebut menyasar sekitar 200 penerima, khususnya masyarakat yang membutuhkan. Selain menyediakan makanan untuk disantap bersama, WKRI juga membagikan pakaian layak pakai, jajanan, serta makanan tambahan.

Ketua WKRI Cabang Pekalongan, Indrawati, mengatakan kegiatan Piring Kasih merupakan salah satu program WKRI yang secara rutin dilaksanakan dua kali dalam setahun. Namun, pelaksanaannya dapat menyesuaikan dengan kondisi dan agenda organisasi.

“Piring Kasih ini merupakan salah satu program Wanita Katolik. Biasanya dilaksanakan setahun dua kali, tetapi melihat situasi dan kegiatan yang ada. Yang pasti dalam satu tahun kami tetap melaksanakan kegiatan ini,” ujar Indrawati.

Menurutnya, penerima manfaat kegiatan kali ini diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk para pengemudi becak. Melalui kegiatan tersebut, WKRI ingin berbagi sekaligus menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat.

Tidak hanya makanan, pakaian pantas pakai yang dibagikan juga berasal dari kontribusi anggota WKRI dan para donatur. Sebelum dibagikan, pakaian tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dan dipilah untuk memastikan kondisinya masih baik dan pantas digunakan.

“Kami kumpulkan dari para anggota dan juga donatur dari luar. Kemudian kami pilah pakaian yang memang masih bisa dipakai dan pantas untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkan, sehingga tidak mubazir,” jelasnya.

Indrawati berharap kegiatan pelayanan kasih tersebut dapat diterima dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Pekalongan. Ia juga berharap program serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia melihat, kegiatan Piring Kasih yang digelar WKRI tidak sebatas memberikan makanan, tetapi menjadi bentuk kepedulian sosial dan solidaritas terhadap sesama.

“Atas nama Pemerintah Kota Pekalongan, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan terima kasih kepada teman-teman WKRI yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” ungkapnya.

Ia menilai kegiatan berbagi makanan, pakaian, jajanan, dan makanan tambahan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian di tengah masyarakat.

“Harapannya, kegiatan Piring Kasih ini tidak hanya dimaknai sebagai berbagi sepiring nasi, tetapi merupakan wujud kepedulian sosial yang diwujudkan oleh para wanita Katolik yang ada di Kota Pekalongan,” imbuhnya.

Pastor Paroki Santo Petrus Pekalongan, Romo Yohanes Suratman menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun persaudaraan dan kehidupan bersama di tengah masyarakat. Sebagai bagian dari masyarakat Kota Pekalongan, umat Katolik diharapkan dapat terus mengambil peran dalam menghadirkan kepedulian kepada sesama.

Ia menyebut, kegiatan berbagi makanan dan pakaian tersebut menjadi sarana untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan semangat solidaritas.

“Kami adalah bagian dari masyarakat. Hidup bersama perlu dibangun supaya persaudaraan dapat terjalin dengan baik. Terutama berkaitan dengan saudara-saudari kita yang membutuhkan, kita bisa ikut berbagi,” tuturnya.

Lebih jauh, ia berharap kegiatan solidaritas seperti Piring Kasih tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari cara hidup masyarakat untuk saling membantu.

“Harapannya ke depan, kegiatan solidaritas seperti ini menjadi cara hidup kita. Kita saling membantu satu sama lain karena kita tahu ada saudara-saudari kita yang karena kondisinya belum dapat menikmati hidup dengan bahagia. Maka kita bisa saling berbagi satu sama lain,” pungkasnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Saif)