Ratusan Siswa Ikuti Wisuda Tahfidz Al-Irsyad, Capaian Hafalan Perkuat Pendidikan Karakter

Ratusan Siswa Ikuti Wisuda Tahfidz Al-Irsyad, Capaian Hafalan Perkuat Pendidikan Karakter
Kota Pekalongan – Program tahfidz yang diterapkan SMP dan SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah terus menunjukkan hasil positif. Sebanyak 173 siswa, terdiri atas 98 siswa SMP dan 75 siswa SMA, mengikuti Wisuda Tahfidz tahun ini. Sejumlah siswa bahkan berhasil melampaui target hafalan yang ditetapkan sekolah dengan menyelesaikan lebih dari tiga juz Al-Qur'an dalam satu tahun.
Wakil Direktur Direktorat Pendidikan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Pekalongan, Abdul Aziz menjelaskan, sekolah menargetkan setiap siswa mampu menghafal minimal tiga juz Al-Qur'an selama menempuh pendidikan di jenjang SMP maupun SMA.
"Alhamdulillah, pencapaian anak-anak cukup membanggakan karena banyak yang berhasil melampaui target minimal tersebut, bahkan ada yang mampu menghafal lebih dari tiga juz hanya dalam waktu satu tahun," jelasnya.
Salah satu peserta wisuda tahfidz dari kelas VII SMP Al-Irsyad, Usman, berhasil menyelesaikan hafalan tiga juz, yakni juz 27, juz 1, dan juz 2. Menurutnya, konsistensi murojaah dan kemauan dari diri sendiri menjadi kunci dalam menjaga dan menambah hafalan. Ia pun menargetkan dapat menyelesaikan hafalan hingga juz ke-15 saat lulus kelas IX.
Prestasi membanggakan juga ditorehkan Maharani Putri, siswi kelas XII SMA Al-Irsyad, yang berhasil menghafal 11 juz selama tiga tahun, dengan tambahan lima juz dalam satu tahun terakhir. Ia mengaku memahami arti ayat menjadi metode yang memudahkan proses menghafal.
"Ketika memahami maknanya, menghafal menjadi lebih mudah karena seperti sedang menceritakan kembali isi ayat," tuturnya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, Maharani memilih membatasi penggunaan gawai saat fokus menambah hafalan. Menurutnya, Al-Qur'an tidak hanya menjadi penolong di akhirat, tetapi juga membawa keberkahan dan manfaat dalam kehidupan.
Sementara itu, siswi kelas XI SMA Al-Irsyad, Adza' Yusna Jameela, berhasil menuntaskan hafalan 30 juz dengan tambahan tujuh juz pada tahun ini. Memasuki tahun terakhir di bangku SMA, ia berkomitmen memperkuat murojaah terhadap seluruh hafalan yang telah diselesaikan.
Ia mengajak generasi muda untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin dalam menghafal Al-Qur'an karena hafalan tersebut akan menjadi bekal yang bermanfaat hingga akhirat.
Capaian para siswa tersebut menunjukkan bahwa pendidikan formal dan pembinaan tahfidz Al-Qur'an dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi yang unggul secara akademik, berkarakter, serta memiliki kedekatan dengan nilai-nilai Al-Qur'an.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
Kota Pekalongan – Program tahfidz yang diterapkan SMP dan SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah terus menunjukkan hasil positif. Sebanyak 173 siswa, terdiri atas 98 siswa SMP dan 75 siswa SMA, mengikuti Wisuda Tahfidz tahun ini. Sejumlah siswa bahkan berhasil melampaui target hafalan yang ditetapkan sekolah dengan menyelesaikan lebih dari tiga juz Al-Qur'an dalam satu tahun.
Wakil Direktur Direktorat Pendidikan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Pekalongan, Abdul Aziz menjelaskan, sekolah menargetkan setiap siswa mampu menghafal minimal tiga juz Al-Qur'an selama menempuh pendidikan di jenjang SMP maupun SMA.
"Alhamdulillah, pencapaian anak-anak cukup membanggakan karena banyak yang berhasil melampaui target minimal tersebut, bahkan ada yang mampu menghafal lebih dari tiga juz hanya dalam waktu satu tahun," jelasnya.
Salah satu peserta wisuda tahfidz dari kelas VII SMP Al-Irsyad, Usman, berhasil menyelesaikan hafalan tiga juz, yakni juz 27, juz 1, dan juz 2. Menurutnya, konsistensi murojaah dan kemauan dari diri sendiri menjadi kunci dalam menjaga dan menambah hafalan. Ia pun menargetkan dapat menyelesaikan hafalan hingga juz ke-15 saat lulus kelas IX.
Prestasi membanggakan juga ditorehkan Maharani Putri, siswi kelas XII SMA Al-Irsyad, yang berhasil menghafal 11 juz selama tiga tahun, dengan tambahan lima juz dalam satu tahun terakhir. Ia mengaku memahami arti ayat menjadi metode yang memudahkan proses menghafal.
"Ketika memahami maknanya, menghafal menjadi lebih mudah karena seperti sedang menceritakan kembali isi ayat," tuturnya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, Maharani memilih membatasi penggunaan gawai saat fokus menambah hafalan. Menurutnya, Al-Qur'an tidak hanya menjadi penolong di akhirat, tetapi juga membawa keberkahan dan manfaat dalam kehidupan.
Sementara itu, siswi kelas XI SMA Al-Irsyad, Adza' Yusna Jameela, berhasil menuntaskan hafalan 30 juz dengan tambahan tujuh juz pada tahun ini. Memasuki tahun terakhir di bangku SMA, ia berkomitmen memperkuat murojaah terhadap seluruh hafalan yang telah diselesaikan.
Ia mengajak generasi muda untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin dalam menghafal Al-Qur'an karena hafalan tersebut akan menjadi bekal yang bermanfaat hingga akhirat.
Capaian para siswa tersebut menunjukkan bahwa pendidikan formal dan pembinaan tahfidz Al-Qur'an dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi yang unggul secara akademik, berkarakter, serta memiliki kedekatan dengan nilai-nilai Al-Qur'an.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF