Ratusan Siswa Ikuti MAPSI SD Kota Pekalongan, Padukan Pengetahuan Agama, Seni dan Teknologi

Ratusan Siswa Ikuti MAPSI SD Kota Pekalongan, Padukan Pengetahuan Agama, Seni dan Teknologi
Kota Pekalongan – Sekitar 500 siswa dari hampir seluruh Sekolah Dasar (SD) di Kota Pekalongan mengikuti Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat Kota Pekalongan, Rabu (23/9/2026) di SDN Tirto 03. MAPSI menjadi ruang untuk memadukan pengetahuan agama, keterampilan, seni Islami, hingga kemampuan memanfaatkan teknologi.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan (Dindik), Karyono selaku Ketua Panitia menjelaskan, MAPSI tahun ini mempertandingkan tujuh cabang lomba yang mencerminkan beragam kompetensi siswa.
Ketujuh cabang tersebut meliputi Pengetahuan Mata Pelajaran PAI dan Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ), Keterampilan Azan dan Iqomah, Seni Tilawatil Qur'an, Seni Kaligrafi, Seni Khitobah, Keterampilan Komputer Islami, serta Seni Musik Rebana.
Ia menyebutkan MAPSI diikuti sekitar 100 sekolah, sehingga hampir seluruh SD di Kota Pekalongan turut ambil bagian.
"Keikutsertaan ini menunjukkan ruang pembinaan pendidikan agama Islam di jenjang sekolah dasar tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi, tetapi juga kemampuan praktik dan ekspresi seni," ujarnya.
Sementara itu, terkait peserta yang nantinya berkesempatan mewakili Kota Pekalongan di tingkat Provinsi Jawa Tengah, Dindik masih melakukan koordinasi bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan pembiayaan yang cukup besar untuk mengikuti kompetisi tingkat provinsi.
Lebih lanjut, Sekretaris Dindik Kota Pekalongan, Siti Nurul Izzah menyampaikan apresiasi kepada panitia, dewan juri, sekolah, pendamping, serta seluruh peserta yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap MAPSI tidak berhenti sebagai kegiatan perlombaan untuk mencari juara. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pendidikan yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas siswa dalam pendidikan agama Islam dan seni Islami.
“Harapannya, MAPSI ini tidak hanya sekadar aktivitas lomba, tetapi merupakan kegiatan yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas murid dalam pendidikan agama Islam dan seni Islami,” ungkapnya.
Di sisi lain, diharapkan MAPSI mampu memperkuat pemahaman keagamaan siswa sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dan wawasan yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif.
Dengan demikian, MAPSI tidak hanya melahirkan siswa yang mampu berkompetisi di bidang keagamaan dan seni Islami, tetapi juga mendorong tumbuhnya generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan wawasan digital.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
Kota Pekalongan – Sekitar 500 siswa dari hampir seluruh Sekolah Dasar (SD) di Kota Pekalongan mengikuti Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat Kota Pekalongan, Rabu (23/9/2026) di SDN Tirto 03. MAPSI menjadi ruang untuk memadukan pengetahuan agama, keterampilan, seni Islami, hingga kemampuan memanfaatkan teknologi.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan (Dindik), Karyono selaku Ketua Panitia menjelaskan, MAPSI tahun ini mempertandingkan tujuh cabang lomba yang mencerminkan beragam kompetensi siswa.
Ketujuh cabang tersebut meliputi Pengetahuan Mata Pelajaran PAI dan Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ), Keterampilan Azan dan Iqomah, Seni Tilawatil Qur'an, Seni Kaligrafi, Seni Khitobah, Keterampilan Komputer Islami, serta Seni Musik Rebana.
Ia menyebutkan MAPSI diikuti sekitar 100 sekolah, sehingga hampir seluruh SD di Kota Pekalongan turut ambil bagian.
"Keikutsertaan ini menunjukkan ruang pembinaan pendidikan agama Islam di jenjang sekolah dasar tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi, tetapi juga kemampuan praktik dan ekspresi seni," ujarnya.
Sementara itu, terkait peserta yang nantinya berkesempatan mewakili Kota Pekalongan di tingkat Provinsi Jawa Tengah, Dindik masih melakukan koordinasi bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan pembiayaan yang cukup besar untuk mengikuti kompetisi tingkat provinsi.
Lebih lanjut, Sekretaris Dindik Kota Pekalongan, Siti Nurul Izzah menyampaikan apresiasi kepada panitia, dewan juri, sekolah, pendamping, serta seluruh peserta yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap MAPSI tidak berhenti sebagai kegiatan perlombaan untuk mencari juara. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pendidikan yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas siswa dalam pendidikan agama Islam dan seni Islami.
“Harapannya, MAPSI ini tidak hanya sekadar aktivitas lomba, tetapi merupakan kegiatan yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas murid dalam pendidikan agama Islam dan seni Islami,” ungkapnya.
Di sisi lain, diharapkan MAPSI mampu memperkuat pemahaman keagamaan siswa sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dan wawasan yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif.
Dengan demikian, MAPSI tidak hanya melahirkan siswa yang mampu berkompetisi di bidang keagamaan dan seni Islami, tetapi juga mendorong tumbuhnya generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan wawasan digital.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF