Radio Kota Batik Siap Bersaing di Empat Kategori KPID Awards 2025

Kota Pekalongan – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Kota Batik (RKB) kembali menunjukkan eksistensinya di kancah penyiaran Jawa Tengah dengan mengikuti ajang bergengsi Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Awards Jawa Tengah Tahun 2025. Tahun ini, RKB siap bersaing di empat kategori sekaligus, yakni kelembagaan, konvergensi media, program talkshow terbaik, serta penyiar terbaik yang terbagi menjadi dua subkategori: penyiar pria dan penyiar wanita terbaik.
Direktur Operasional Radio Kota Batik, Khairul Adhim, mengungkapkan bahwa, pihaknya telah melaksanakan tahap presentasi dan wawancara untuk kategori kelembagaan dan konvergensi media pada 13 Oktober 2025 di kantor KPID Jawa Tengah, Semarang. Tahap ini menjadi bagian penting setelah sebelumnya RKB dinyatakan lolos seleksi administrasi dan penilaian berkas profil lembaga oleh tim juri.
“Alhamdulillah, kami bersyukur Radio Kota Batik bisa kembali melangkah ke tahap presentasi. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras seluruh tim dalam menjaga kualitas siaran, tata kelola, serta pengembangan digital mendapat apresiasi dari KPID Jawa Tengah,” ujar Adhim, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, persaingan tahun ini cukup ketat karena diikuti oleh berbagai lembaga penyiaran, baik swasta maupun LPPL dari seluruh Jawa Tengah. Namun, dengan semangat dan kesiapan yang matang, RKB optimistis mampu memberikan penampilan terbaik dalam setiap kategori yang diikuti.
Adhim menjelaskan bahwa, kategori kelembagaan menilai aspek-aspek seperti tata kelola organisasi, pengelolaan keuangan, inovasi program, serta peran lembaga dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyiaran publik. Sementara itu, kategori konvergensi media berfokus pada kemampuan lembaga dalam mengintegrasikan berbagai platform digital, seperti streaming, media sosial, dan podcast, agar siaran publik lebih mudah diakses masyarakat luas.
Dengan pengalaman mengikuti kategori konvergensi media sejak tahun lalu, Radio Kota Batik kini tampil lebih siap dan percaya diri. Berbagai inovasi digital telah diterapkan, mulai dari penguatan kanal YouTube RKB Pekalongan, live streaming di media sosial, hingga penyajian konten informatif yang dikemas menarik dan sesuai karakteristik audiens muda.
"Kami belajar dari pengalaman tahun lalu. Sekarang kami lebih fokus pada peningkatan kualitas produksi dan penyebaran informasi melalui berbagai platform digital. Prinsipnya, RKB harus adaptif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Tak hanya itu, RKB juga berpartisipasi dalam kategori program talkshow terbaik, di mana tim siaran rutin menghadirkan narasumber dari berbagai instansi dan komunitas lokal untuk membahas isu-isu aktual yang relevan bagi masyarakat Pekalongan. Tahun sebelumnya, Radio Kota Batik berhasil meraih juara harapan di kategori yang sama, sebuah prestasi yang menjadi motivasi untuk tampil lebih baik tahun ini.
"Sementara untuk kategori penyiar terbaik, RKB mengirimkan dua wakil andalan, yaitu satu penyiar pria dan satu penyiar wanita yang dinilai berdasarkan kemampuan komunikasi, kedalaman wawasan, serta kedekatan dengan pendengar,"bebernya.
Adhim menegaskan, keikutsertaan RKB di KPID Awards bukan semata untuk meraih penghargaan, tetapi juga sebagai bentuk komitmen dalam menjaga marwah LPPL sebagai lembaga penyiaran publik daerah yang profesional, edukatif, dan berorientasi pada pelayanan informasi yang berkualitas.
"Kami ingin terus memacu semangat seluruh kru agar semakin kreatif, inovatif, dan solid. Semoga langkah ini bisa mengharumkan nama Kota Pekalongan sekaligus memperkuat peran RKB dalam mencerdaskan masyarakat melalui siaran yang positif dan inspiratif,” tutupnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF