Rabu Menyala, SDN Podosugih 01 Tanamkan Cinta Budaya Nusantara Sejak Dini

Rabu Menyala, SDN Podosugih 01 Tanamkan Cinta Budaya Nusantara Sejak Dini

Kota Pekalongan - SD Negeri Podosugih 01 Kota Pekalongan menghadirkan inovasi pembiasaan bagi murid melalui program “Rabu Menyala” (Menyanyikan Lagu Daerah/Nusantara). Program yang mulai dilaksanakan pada 2026 ini menjadi sarana untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada murid melalui kegiatan sederhana, menyenangkan, dan dilakukan secara rutin.

Kepala SD Negeri Podosugih 01, Resti Pramita menjelaskan, Rabu Menyala dilaksanakan setiap Rabu dalam rangkaian pembiasaan pagi. Setelah doa bersama di halaman sekolah, seluruh murid kelas I hingga VI diajak menyanyikan lagu daerah atau lagu Nusantara secara bersama-sama sebelum pembelajaran dimulai.

“Lagu yang dinyanyikan berganti-ganti sehingga murid tidak hanya mengenal satu atau dua lagu, tetapi semakin banyak mengenal lagu daerah dari berbagai wilayah Indonesia,” jelasnya.

Ia mengatakan program tersebut tidak sekadar mengajak murid bernyanyi, tetapi memberikan pemahaman mengenai lagu yang diperkenalkan. Guru menyampaikan informasi tentang asal daerah, latar belakang, makna, hingga nilai budaya yang terkandung dalam lagu, baik sebelum maupun setelah kegiatan bernyanyi.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah agar pengenalan budaya tetap relevan dengan kehidupan anak di tengah pesatnya perkembangan tren budaya dan lagu populer yang banyak dijumpai melalui media sosial.

“Kami tidak bermaksud membatasi murid untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi ingin memberikan keseimbangan. Harapannya, budaya Nusantara tetap dekat dengan kehidupan murid dan menjadi bagian dari identitas yang mereka kenal, cintai, dan banggakan,” katanya.

Pelaksanaan Rabu Menyala menyasar seluruh murid kelas I sampai VI. Dalam penyampaiannya, guru menyesuaikan pilihan lagu dan materi pengenalan dengan usia serta tingkat pemahaman murid, khususnya bagi peserta didik di kelas rendah.

Sejauh ini, program tersebut mendapat respons positif dari murid. Suasana bernyanyi bersama membuat kegiatan berlangsung menyenangkan, sementara informasi mengenai asal dan makna lagu turut meningkatkan ketertarikan murid terhadap budaya yang diperkenalkan.

“Ketika guru menyampaikan informasi tentang lagu, misalnya lagu tersebut berasal dari daerah mana atau apa makna di baliknya, murid menjadi lebih tertarik. Jadi mereka tidak hanya mengetahui lagunya, tetapi juga mulai menghubungkan lagu dengan daerah dan budaya yang ada di Indonesia,” tandasnya.

Ke depan, pihaknya berharap Rabu Menyala tidak berhenti sebagai kegiatan bernyanyi setiap Rabu, tetapi berkembang menjadi bagian dari budaya positif di lingkungan sekolah. Lewat pembiasaan tersebut, murid diharapkan memiliki pengalaman bahwa mengenal budaya Indonesia merupakan sesuatu yang menyenangkan.

“Pada akhirnya, kami berharap murid SD Negeri Podosugih 01 tumbuh menjadi generasi yang terbuka terhadap perkembangan zaman, tetapi tetap memiliki akar budaya yang kuat mengenal, mencintai, dan bangga menjadi bagian dari Indonesia,” tutupnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)