Puskesmas Pekalongan Selatan Sediakan Layanan Rawat Inap hingga IGD 24 Jam

Kota Pekalongan – Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terus ditunjukkan oleh Puskesmas Pekalongan Selatan. Di bawah kepemimpinan Kepala UPT Puskesmas, dr. Erni Yuliati, berbagai inovasi dan penguatan layanan terus dilakukan agar masyarakat mendapat pelayanan yang cepat, tepat, dan bermutu.
Salah satu bentuk nyata pelayanan tersebut adalah tersedianya layanan rawat inap persalinan, rawat inap umum, hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam dengan dukungan 14 bed perawatan. Fasilitas ini menjadikan Puskesmas Pekalongan Selatan sebagai salah satu puskesmas rujukan utama masyarakat di wilayah Kuripan Yosorejo, Kuripan Kertoharjo, dan Sokoduwet.
Menurut dr. Erni, penguatan layanan tidak hanya dilakukan pada sisi sarana prasarana, tetapi juga melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan (nakes).
“Kami melakukan pembinaan rutin setiap minggu, lokakarya mini setiap bulan, serta mendorong nakes mengikuti pelatihan internal maupun eksternal. Dengan pembinaan berkelanjutan, kami ingin tenaga kesehatan selalu siap memberikan pelayanan terbaik. Semangat kami adalah melayani masyarakat dengan profesional dan penuh empati,” jelas dr. Erni saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (24/9/2025).
Ia menyebut, selama tahun 2024, Puskesmas Pekalongan Selatan mencatat telah menangani sekitar 22 ribu pasien dengan rentang usia yang beragam, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, hingga lansia. Penyakit yang paling banyak ditangani adalah batuk pilek pada usia produktif dan anak-anak, sementara pada lansia dominan adalah radang sendi.
Tak hanya fokus pada aspek medis, Puskesmas Pekalongan Selatan juga dikenal sebagai puskesmas santun lansia dan ramah anak. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, dengan menghadirkan lingkungan pelayanan yang nyaman dan penuh kepedulian. Jam operasional pendaftaran juga menyesuaikan edaran resmi Dinas Kesehatan, yakni Senin–Kamis pukul 08.00–14.30 WIB, Jumat pukul 08.00–11.00 WIB, dan Sabtu pukul 08.00–13.30 WIB.
dr. Erni menambahkan, kepercayaan masyarakat merupakan motivasi terbesar bagi pihaknya untuk terus berbenah.
“Kami berusaha menjaga standar mutu layanan. Pasien adalah prioritas, baik dari sisi kesehatan maupun kenyamanan. Harapan kami, masyarakat semakin percaya bahwa puskesmas adalah garda terdepan pelayanan kesehatan,” ungkapnya.
Lanjutnya, dengan berbagai upaya penguatan layanan ini, ia berharap, hal ini semakin mengokohkan peran puskesmas sebagai pilar utama pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Pekalongan.
"Dukungan fasilitas, SDM, dan kepercayaan masyarakat menjadi modal penting untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis,"ungkapnya.
Hal ini juga dirasakan langsung oleh pasien. Anis Imroh, warga Kelurahan Kuripan Kertoharjo, yang anaknya tengah dirawat karena tipes, mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan.
“Pelayanannya memuaskan, tenaga kesehatannya ramah-ramah, makanannya enak dan bergizi, semuanya dikontrol dengan baik. Kami juga bisa menggunakan BPJS Kesehatan. Dokter rutin melakukan visiting untuk memantau kondisi pasien. Semoga pelayanan ini terus dipertahankan,” ujarnya.
Bagi kalangan ibu hamil, keberadaan layanan Poli KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) di Puskesmas Pekalongan Selatan sangat membantu. Seorang pasien dari Kelurahan Sokoduwet, Nur Tish'a menyampaikan rasa syukur setelah menjalani pemeriksaan.
“Alhamdulillah kondisi janin Saya sehat. Bidan yang memeriksa ramah dan telaten. Saya merasa nyaman memeriksakan kehamilan di sini,” tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Salah satu bentuk nyata pelayanan tersebut adalah tersedianya layanan rawat inap persalinan, rawat inap umum, hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam dengan dukungan 14 bed perawatan. Fasilitas ini menjadikan Puskesmas Pekalongan Selatan sebagai salah satu puskesmas rujukan utama masyarakat di wilayah Kuripan Yosorejo, Kuripan Kertoharjo, dan Sokoduwet.
Menurut dr. Erni, penguatan layanan tidak hanya dilakukan pada sisi sarana prasarana, tetapi juga melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan (nakes).
“Kami melakukan pembinaan rutin setiap minggu, lokakarya mini setiap bulan, serta mendorong nakes mengikuti pelatihan internal maupun eksternal. Dengan pembinaan berkelanjutan, kami ingin tenaga kesehatan selalu siap memberikan pelayanan terbaik. Semangat kami adalah melayani masyarakat dengan profesional dan penuh empati,” jelas dr. Erni saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (24/9/2025).
Ia menyebut, selama tahun 2024, Puskesmas Pekalongan Selatan mencatat telah menangani sekitar 22 ribu pasien dengan rentang usia yang beragam, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, hingga lansia. Penyakit yang paling banyak ditangani adalah batuk pilek pada usia produktif dan anak-anak, sementara pada lansia dominan adalah radang sendi.
Tak hanya fokus pada aspek medis, Puskesmas Pekalongan Selatan juga dikenal sebagai puskesmas santun lansia dan ramah anak. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, dengan menghadirkan lingkungan pelayanan yang nyaman dan penuh kepedulian. Jam operasional pendaftaran juga menyesuaikan edaran resmi Dinas Kesehatan, yakni Senin–Kamis pukul 08.00–14.30 WIB, Jumat pukul 08.00–11.00 WIB, dan Sabtu pukul 08.00–13.30 WIB.
dr. Erni menambahkan, kepercayaan masyarakat merupakan motivasi terbesar bagi pihaknya untuk terus berbenah.
“Kami berusaha menjaga standar mutu layanan. Pasien adalah prioritas, baik dari sisi kesehatan maupun kenyamanan. Harapan kami, masyarakat semakin percaya bahwa puskesmas adalah garda terdepan pelayanan kesehatan,” ungkapnya.
Lanjutnya, dengan berbagai upaya penguatan layanan ini, ia berharap, hal ini semakin mengokohkan peran puskesmas sebagai pilar utama pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Pekalongan.
"Dukungan fasilitas, SDM, dan kepercayaan masyarakat menjadi modal penting untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis,"ungkapnya.
Hal ini juga dirasakan langsung oleh pasien. Anis Imroh, warga Kelurahan Kuripan Kertoharjo, yang anaknya tengah dirawat karena tipes, mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan.
“Pelayanannya memuaskan, tenaga kesehatannya ramah-ramah, makanannya enak dan bergizi, semuanya dikontrol dengan baik. Kami juga bisa menggunakan BPJS Kesehatan. Dokter rutin melakukan visiting untuk memantau kondisi pasien. Semoga pelayanan ini terus dipertahankan,” ujarnya.
Bagi kalangan ibu hamil, keberadaan layanan Poli KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) di Puskesmas Pekalongan Selatan sangat membantu. Seorang pasien dari Kelurahan Sokoduwet, Nur Tish'a menyampaikan rasa syukur setelah menjalani pemeriksaan.
“Alhamdulillah kondisi janin Saya sehat. Bidan yang memeriksa ramah dan telaten. Saya merasa nyaman memeriksakan kehamilan di sini,” tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF