Puncak HBP ke-62, Ratusan Warga Binaan Rutan Pekalongan Rayakan Kebersamaan Lewat Makan Megono dan Porseni

Puncak HBP ke-62, Ratusan Warga Binaan Rutan Pekalongan Rayakan Kebersamaan Lewat Makan Megono dan Porseni
Kota Pekalongan — Suasana kebersamaan dan kehangatan begitu terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pekalongan saat ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengikuti puncak peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Kamis (30/4/2026). Sebanyak 271 WBP berkumpul di lapangan serbaguna rutan untuk mengikuti kegiatan makan megono bersama yang dirangkai dengan penyerahan hadiah Pekan Olahraga Warga Binaan (Porseni).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, didampingi Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, M. Anang Saefulloh. Dalam suasana sederhana namun penuh makna, petugas dan warga binaan duduk bersama tanpa sekat, menikmati hidangan megono, kuliner khas Kota Pekalongan yang menjadi simbol kebersamaan dan kesetaraan dalam proses pembinaan.
Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto mengungkapkan bahwa momentum ini tidak sekadar menjadi ajang makan bersama, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan.
"Kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu membangun rasa kekeluargaan serta menciptakan suasana pembinaan yang lebih humanis dan kondusif,"ujarnya.
Menurutnya, selain makan bersama, kegiatan juga diisi dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang Pekan Olahraga Warga Binaan yang telah digelar sebelumnya. Berbagai cabang olahraga dipertandingkan, seperti catur, futsal, dan tenis meja, dengan sistem gugur yang berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.
"Para pemenang menerima bingkisan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung,"bebernya.
Karutan Nanang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek formal, tetapi juga pada pendekatan emosional dan sosial.
“Kebersamaan ini menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Kami ingin menumbuhkan rasa kekeluargaan, sportivitas, dan semangat perubahan diri agar warga binaan siap kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” ungkapnya.
Ia menilai, kegiatan seperti ini mampu memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis warga binaan. Dengan adanya interaksi yang hangat dan penuh kekeluargaan, diharapkan mereka dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih semangat dan optimisme untuk memperbaiki diri.
"Puncak peringatan HBP ke-62 ini menjadi refleksi bahwa proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya dilakukan melalui program-program formal, tetapi juga melalui pendekatan kebersamaan yang membangun nilai-nilai kemanusiaan,"tegasnya.
Dengan semangat Hari Bakti Pemasyarakatan, pihaknya terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang lebih inklusif, humanis, dan berorientasi pada pemulihan.
"Sehingga, warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawa,"paparnya.
Salah satu warga binaan berinisial A yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku merasa senang dan dihargai. Ia menyebut momen ini sebagai pengalaman berkesan selama menjalani masa pembinaan di rutan.
“Kami merasa dihargai dan senang bisa ikut merayakan bersama. Selain jadi hiburan, kegiatan seperti ini membuat kami lebih kompak dan memberi semangat untuk terus menjalani pembinaan dengan baik,” tutupnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan — Suasana kebersamaan dan kehangatan begitu terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pekalongan saat ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengikuti puncak peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Kamis (30/4/2026). Sebanyak 271 WBP berkumpul di lapangan serbaguna rutan untuk mengikuti kegiatan makan megono bersama yang dirangkai dengan penyerahan hadiah Pekan Olahraga Warga Binaan (Porseni).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, didampingi Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, M. Anang Saefulloh. Dalam suasana sederhana namun penuh makna, petugas dan warga binaan duduk bersama tanpa sekat, menikmati hidangan megono, kuliner khas Kota Pekalongan yang menjadi simbol kebersamaan dan kesetaraan dalam proses pembinaan.
Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto mengungkapkan bahwa momentum ini tidak sekadar menjadi ajang makan bersama, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan.
"Kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu membangun rasa kekeluargaan serta menciptakan suasana pembinaan yang lebih humanis dan kondusif,"ujarnya.
Menurutnya, selain makan bersama, kegiatan juga diisi dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang Pekan Olahraga Warga Binaan yang telah digelar sebelumnya. Berbagai cabang olahraga dipertandingkan, seperti catur, futsal, dan tenis meja, dengan sistem gugur yang berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.
"Para pemenang menerima bingkisan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung,"bebernya.
Karutan Nanang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek formal, tetapi juga pada pendekatan emosional dan sosial.
“Kebersamaan ini menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Kami ingin menumbuhkan rasa kekeluargaan, sportivitas, dan semangat perubahan diri agar warga binaan siap kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” ungkapnya.
Ia menilai, kegiatan seperti ini mampu memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis warga binaan. Dengan adanya interaksi yang hangat dan penuh kekeluargaan, diharapkan mereka dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih semangat dan optimisme untuk memperbaiki diri.
"Puncak peringatan HBP ke-62 ini menjadi refleksi bahwa proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya dilakukan melalui program-program formal, tetapi juga melalui pendekatan kebersamaan yang membangun nilai-nilai kemanusiaan,"tegasnya.
Dengan semangat Hari Bakti Pemasyarakatan, pihaknya terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang lebih inklusif, humanis, dan berorientasi pada pemulihan.
"Sehingga, warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawa,"paparnya.
Salah satu warga binaan berinisial A yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku merasa senang dan dihargai. Ia menyebut momen ini sebagai pengalaman berkesan selama menjalani masa pembinaan di rutan.
“Kami merasa dihargai dan senang bisa ikut merayakan bersama. Selain jadi hiburan, kegiatan seperti ini membuat kami lebih kompak dan memberi semangat untuk terus menjalani pembinaan dengan baik,” tutupnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF