Puluhan Hektar Padi Biosalin Degayu-Krapyak Siap Panen Perdana Tahun 2026

Kota Pekalongan – Harapan baru bagi para petani di wilayah Pekalongan Utara kembali muncul pada tahun 2026. Setelah bertahun-tahun menghadapi kendala lahan salin yang membuat mereka kesulitan bercocok tanam, kini puluhan hektar padi varietas biosalin di Kelurahan Degayu dan Krapyak siap memasuki panen perdana tahun 2026.
Tercatat sekitar 5 hektar lahan di Kelurahan Degayu serta 15 hektar lahan di Kelurahan Krapyak kini mulai memasuki masa panen. Keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi para petani yang sebelumnya tidak dapat memanfaatkan lahan secara optimal akibat tingginya kadar garam atau salinitas tanah di kawasan pesisir Pekalongan Utara.
Penyuluh Pertanian Pekalongan Utara, Lazim Sofi, menjelaskan bahwa berdasarkan laporan awal dari para petani, produktivitas padi biosalin pada musim tanam ini cukup menjanjikan. Hasil panen diperkirakan mencapai 6 hingga 7,5 ton per hektar.
Meski demikian, ia mengakui terdapat sebagian kecil lahan yang mengalami puso atau gagal panen. Namun secara umum, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat para petani untuk terus menanam padi biosalin di musim tanam berikutnya.
Selain produktivitas yang cukup baik, kualitas beras dari padi biosalin juga dinilai tidak berbeda jauh dengan beras pada umumnya. Teksturnya tetap pulen dan rasanya tetap enak saat dikonsumsi, sehingga tetap diminati oleh masyarakat.
“Secara rasa tidak jauh berbeda dengan beras biasa. Tetap pulen dan enak saat dimakan, sehingga petani juga semakin yakin untuk menanam varietas ini,” jelas Lazim.
Dalam waktu dekat, Dinas Pertanian bersama penyuluh pertanian akan melakukan ubinan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) guna memastikan data produktivitas panen secara lebih akurat.
Keberhasilan panen perdana padi biosalin pada tahun 2026 ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi pemanfaatan lahan-lahan tidur di wilayah utara Kota Pekalongan yang selama ini terkendala oleh tingginya tingkat salinitas tanah.
Dengan adanya varietas yang mampu beradaptasi di lahan salin, potensi pertanian di kawasan pesisir diharapkan dapat kembali berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi para petani setempat.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF