Program Kemandirian Rutan Pekalongan Cetak Warga Binaan Siap Berwirausaha

Program Kemandirian Rutan Pekalongan Cetak Warga Binaan Siap Berwirausaha
Kota Pekalongan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan sebagai bekal untuk hidup mandiri setelah bebas. Melalui berbagai pelatihan keterampilan, warga binaan dibekali kemampuan di bidang UMKM dan ketahanan pangan yang diharapkan dapat menjadi modal berwirausaha di masa depan.
Kasubsie Bimbingan Kegiatan Rutan Kelas IIA Pekalongan, Suharto Laksono, menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan memberikan keterampilan praktis agar warga binaan mampu menghidupi diri sendiri maupun keluarganya setelah kembali ke masyarakat.
"Selain mendukung program ketahanan pangan dan UMKM pemerintah, kegiatan ini juga menjadi bekal bagi warga binaan agar nantinya bisa mandiri dan berwirausaha setelah selesai menjalani masa pidana," ujar Laksono, sapaan akrabnya, Kamis (18/6/2026).
Laksono menyebut, saat ini, sebanyak 13 warga binaan terlibat dalam program pembinaan kemandirian yang meliputi produksi bakso dan gorengan di sektor UMKM, serta kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan di sektor ketahanan pangan. Produk bakso yang dipasarkan kepada warga binaan, pengunjung, dan pegawai Rutan dijual dengan harga Rp12.000 per porsi.
"Sementara itu, hasil pertanian berupa kangkung, timun, terong, dan cabai dipasarkan kepada vendor penyedia bahan makanan serta masyarakat umum. Hasil panen yang tidak diserap vendor juga diminati konsumen dari luar yang mengambil langsung hasil panen di Rutan,"ungkapnya.
Menurutnya, seluruh warga binaan pada prinsipnya memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pembinaan kemandirian, kecuali terdapat ketentuan khusus bagi warga binaan kasus narkotika yang saat ini lebih diarahkan mengikuti pembinaan kepribadian dan kerohanian.
"Melalui program tersebut, kami berharap warga binaan memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk memulai usaha sendiri sehingga dapat kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas nanti,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan sebagai bekal untuk hidup mandiri setelah bebas. Melalui berbagai pelatihan keterampilan, warga binaan dibekali kemampuan di bidang UMKM dan ketahanan pangan yang diharapkan dapat menjadi modal berwirausaha di masa depan.
Kasubsie Bimbingan Kegiatan Rutan Kelas IIA Pekalongan, Suharto Laksono, menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan memberikan keterampilan praktis agar warga binaan mampu menghidupi diri sendiri maupun keluarganya setelah kembali ke masyarakat.
"Selain mendukung program ketahanan pangan dan UMKM pemerintah, kegiatan ini juga menjadi bekal bagi warga binaan agar nantinya bisa mandiri dan berwirausaha setelah selesai menjalani masa pidana," ujar Laksono, sapaan akrabnya, Kamis (18/6/2026).
Laksono menyebut, saat ini, sebanyak 13 warga binaan terlibat dalam program pembinaan kemandirian yang meliputi produksi bakso dan gorengan di sektor UMKM, serta kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan di sektor ketahanan pangan. Produk bakso yang dipasarkan kepada warga binaan, pengunjung, dan pegawai Rutan dijual dengan harga Rp12.000 per porsi.
"Sementara itu, hasil pertanian berupa kangkung, timun, terong, dan cabai dipasarkan kepada vendor penyedia bahan makanan serta masyarakat umum. Hasil panen yang tidak diserap vendor juga diminati konsumen dari luar yang mengambil langsung hasil panen di Rutan,"ungkapnya.
Menurutnya, seluruh warga binaan pada prinsipnya memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pembinaan kemandirian, kecuali terdapat ketentuan khusus bagi warga binaan kasus narkotika yang saat ini lebih diarahkan mengikuti pembinaan kepribadian dan kerohanian.
"Melalui program tersebut, kami berharap warga binaan memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk memulai usaha sendiri sehingga dapat kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas nanti,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF