Produksi Sarung Batik Kian Diminati

Kota Pekalongan – Dalam masa adaptasi kebiasaan baru, para pengusaha batik di Kota Pekalongan mengalami peningkatan dalam penjualan, khususnya penjualan sarung batik khas Pekalongan yang banyak diminati oleh masyarakat luar daerah. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz,SE untuk meninjau penjualan sarung batik di beberapa kios pedagang sarung batik yang berada di Pasar Grosir Setono, serta membagikan masker untuk para pedagang  dan pembeli, belum lama ini.

Dalam kunjungnnya,  Saelany berdialog dengan para pedagang sarung batik di Pasar Grosir Setono mengenai pengaruh setelah dilaunchingnya sarung batik sejak 2018 silam terhadap pendapatan dan beragam motif baru dari sarung batik khas Pekalongan. 

Sejak ditetapkannya sarung batik menjadi budaya masyarakat Kota Pekalongan, penjualan sarung batik meningkat pesat di Kota Batik ini. Bahkan, konsumen banyak yang berasal dari luar kota untuk memesan sarung batik.

“Memang ketika awal dilaunching sarung batik khas Pekalongan ini booming peminatnya sampai dari luar kota. Namun, ketika pandemi Corona sedikit agak menurun, karena para pengusaha sempat berhenti produksi beberapa bulan. Tapi, sekarang dengan adanya adaptasi kebiasaan baru, penjualan sarung batik Pekalongan mulai kembali normal bergeliat, banyak pemesanan dan mengalami peningkatan penghasilan,” terang Saelany.

Saelany juga memaparkan bukan hanya para santri saja yang banyak memakai sarung batik, tetapi  masyarakat umum juga sudah memakai sarung batik, bahkan OPD dan Instansi yang ada di Kota Pekalongan sudah dihimbau untuk  mengenakan sarung. Hal ini untuk menunjukan ciri khas masyarakat Kota Pekalongan yang mencintai warisan budaya.

Sementara itu Subkhi, selaku Ketua Pengelola Pasar Grosir Setono, membenarkan bahwa adanya pandemi Covid-19 cukup berimbas terhadap penjualan sarung batik Pekalongan, khususnya di Pasar Grosir Setono. Namun, ia optimis bahwa setelah berakhirnya pandemi Covid-19 ini, sarung batik Pekalongan akan kembali gencar diburu masyarakat khususnya pembeli dari luar kota.

"Alhamdulillah saat ini sudah kembali normal, berjalan kembali seperti biasa baik produksi dan penjualan sarung batik dari pesanan luar kota hingga prosentase 60 persen. Kami berharap semoga situasi pandemi Covid-19 ini segera berahir sehingga para pengrajin dan pengusaha sarung batik bisa kembali normal dan masyarakat semakin berminat memakai sarung batik serta penjualan sarung batik di Pekalongan semakin meningkat," tandas Subkhi.


(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)