Polres Pekalongan Kota Perkuat Kepedulian Anak dengan CTEV

Polres Pekalongan Kota Perkuat Kepedulian Anak dengan CTEV

Kota Pekalongan – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, terus diperkuat Polres Pekalongan Kota. Salah satunya melalui sosialisasi peduli Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau kelainan kaki bawaan lahir kepada jajaran Bhabinkamtibmas di Aula Wicaksana Laghawa Polres Pekalongan Kota, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias, S.I.K., M.Si., KBO Satbinmas Iptu Rachfik Khanna, S.H., Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dr. Indah Kurniawati, M.Kes., dokter spesialis ortopedi, dr. Dimas Prasetyo Adi, Sp.OT., Kabid Rehabilitasi Wildan Zulhad, S.E., M.Si., serta unsur Dinas Sosial, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pekalongan, dan jajaran Bhabinkamtibmas.

Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut program Polda Jawa Tengah Peduli Anak dengan Kelainan Kaki Bawaan Lahir yang diluncurkan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (13/8/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menemukan kasus CTEV sedini mungkin, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta menghubungkan anak yang membutuhkan dengan layanan kesehatan yang tepat.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Dies Ferra Ningtias meminta Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan kepolisian di tingkat kelurahan dan desa untuk aktif melakukan pendataan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Bhabinkamtibmas lakukan pendataan anak usia di bawah 2 tahun di wilayah binaan masing-masing. Berikan edukasi dan pemahaman kepada orang tua anak penderita CTEV bahwa kondisi ini bisa disembuhkan sejak usia dini,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para Bhabinkamtibmas mendapatkan pemaparan dari dokter spesialis ortopedi dr. Dimas Prasetyo Adi, Sp.OT., mengenai pengertian CTEV, tanda dan ciri yang dapat dikenali, pentingnya deteksi dini, hingga langkah yang perlu dilakukan ketika menemukan indikasi kelainan tersebut.

Peserta juga mendapatkan buku saku sebagai panduan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Diskusi dan tanya jawab turut dilakukan untuk memperkuat pemahaman Bhabinkamtibmas dalam mendampingi masyarakat.

"Kami berharap sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan berbagai pihak dapat semakin kuat dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan anak. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung penanganan CTEV secara lebih cepat sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,"tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dr. Indah Kurniawati, M.Kes. menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat deteksi dan penanganan CTEV.

“CTEV perlu ditemukan sedini mungkin karena semakin cepat ditangani, peluang anak untuk mendapatkan fungsi kaki yang optimal juga semakin besar. Kami sangat mengapresiasi peran Bhabinkamtibmas yang dapat membantu menjangkau masyarakat hingga tingkat kelurahan,"terang dr. Indah. 

Menurutnya, jika ditemukan anak dengan indikasi CTEV, masyarakat tidak perlu takut dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang sesuai,” jelasnya.

"Edukasi kepada orang tua juga penting agar masyarakat memahami bahwa kelainan kaki bawaan lahir tersebut dapat ditangani melalui pelayanan kesehatan yang tepat,"tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)